kumparan
KONTEN PENGGUNA

Sempat di PHK, Kini Jualan Pecel Lele dengan Omzet Rp 8,2 Miliar per Bulan

shutterstock_1468879928.jpg
Ilustrasi pecel lele. Foto: shutterstock
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjadi suatu hal yang berat bagi sebagian orang. Namun, tidak bagi mereka yang mau melihat peluang lainnya.
ADVERTISEMENT
Sama seperti pendiri Pecel Lele Lela yang memulai bisnis kuliner karena desakan ekonomi akibat PHK di tahun 2006.
Ia nekat banting setir dalam bidang kuliner dengan modal pertama Rp 3 juta. Kini ia sudah berhasil mendirikan pecel lele dan memiliki cabang di penjuru Indonesia.
Seperti apa, ya, kisah perjuangannya selama merintis bisnis kuliner ini?
Untitled Image
Ilustrasi poster Pecel Lele Lela. Foto: Facebook Pecel Lele Lela
Pondok Bambu, Jakarta Timur menjadi saksi perjuangannya di tahun 2007. Rangga Umara yang baru saja di PHK memutuskan untuk berjualan aneka barang untuk bisa memodalinya berbuka usaha; mulai dari ponsel, parfum, jam tangan, dan alat penggetar perut.
Mengaku kurang bisa masak, akhirnya ia menggandeng seorang rekan yang pandai dalam meracik bumbu.
Di awal bulan ia mendirikan bisnis kuliner ini, ia mengaku tidak banyak yang mampir dan membeli jualannya.
ADVERTISEMENT
Bahkan saat menginjak bulan ketiga, ia justru mendapati kemerosotan omzet usahanya. Ia, anak, dan istri juga sempat diusir dari kontrakan karena tidak mampu membayar sewa. Ditambah lagi keterpaksaan untuk meminjam uang kepada kerabatnya.
Hal tersebut tidak membuatnya putus asa, berbekal uang yang ia pinjam, ia memutuskan untuk menyewa sebuah warung yang sepi; di Kalimalang. Dengan segala konsep kerja samanya, ia mengusung sistem penjualan yang lebih modern dan menarik untuk memikat pelanggan.
Ia mencoba mengajak foto para pendatang yang makan di tempat, lalu memajang foto tersebut di restoran Lele Lela. Hal tersebut dianggap sebagai suatu bentuk apresiasi kepada para pelanggan.
Benar saja, ia bisa langsung meraup untung Rp 3 juta per bulannya, dan angka tersebut terus meningkat karena adanya penambahan gerai di berbagai tempat.
Untitled Image
Persebaran Restoran Lele Lela. Foto: Facebook Pecel Lele Lela
Kunci keberhasilannya di awal adalah inovasinya mengangkat ikan lele sebagai sajian utama yang diolah. Karena ia merasa banyak restoran yang hanya memberikan menu makanan yang itu-itu saja, ia ingin membuat varian ikan ini menjadi nikmat dan naik kelas.
ADVERTISEMENT
Kini, Rangga membutuhkan 60 kilogram lele per hari untuk memenuhi kebutuhan 92 cabang yang tersebar di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan sekitarnya. Hal tersebut membuat omzet Pecel Lele Lela lebih dari Rp 8,2 miliar per bulannya.
Tak berhenti di situ, Rangga Umara juga menuliskan kisah kesuksesannya dalam buku 'Dream Book.' Buku tersebut memuat konsep, target, dan segala mimpi milik Rangga di bidang bisnis.
Jangan mau kalah, yuk. Rangga yang sudah berpendidikan sarjana saja mau banting setir menjadi pebisnis kuliner, apakah kamu berminat juga?
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan