Konten dari Pengguna

Tari Pendet Bali, Simbol Ucapan Selamat Datang

Viral Food Travel

Viral Food Travel

Berita viral seputar Food dan Travel

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Viral Food Travel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tari Pendet. Sumber: Kemlu
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tari Pendet. Sumber: Kemlu

Tari Pendet merupakan salah satu seni tari kebanggaan Indonesia yang berasal dari Bali. Dikutip melalui laman Pemerintah Kota Denpasar, tari tradisional ini telah menjadi tari penyambutan sejak lama.

Awalnya, tari Pendet adalah tari pemujaan yang banyak ditampilkan di Pura, tempat ibadah bagi umat Hindu, sebagai wujud perlambangan untuk menyambut turunnya Dewata ke alam dunia. Namun, seiring perkembangan zaman, tari Pendet diubah oleh para seniman Bali menjadi tarian selamat datang dengan tetap mempertahankan sisi sakral dan religiusnya.

Tari Pendet

Tari Pendet, melalui jurnal Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Gerak Tari Pendet (2019) oleh Gusti Ayu Made Puspawati dan Luh De Liska, adalah tari sajian yang dipersembahkan kepada para leluhur Bali yang disebut dengan Bhatara Bhatari.

Biasanya tari Pendet dipentaskan di halaman Pura dan menghadap kepada tempat penyimpanan Bhatara Bhatari yang disebut dengan pelinggih. Tari tradisional Bali ini dipentaskan oleh penari wanita dengan memakai pakaian adat dan membawa sebuah bokor yang telah terisi penuh oleh bunga atau canang sari, kawangen, dan lainnya.

Tari Pendet. Sumber: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta

Tari Pendet akan dilakukan secara masal dan dipimpin oleh seorang pemimpin upacara yang disebut dengan pemangku. Pemangku ini membawa sebuah pasepan dan alat pedudusan yang dipenuhi kemenyan bakar.

Di bagian akhir tarian, penari akan meletakkan alat-alat tersebut di pelinggih. Ada juga penari yang menaburkan bunga kepada pratima yang merupakan simbol dari Bhatara dan Bhatari sebagai bentuk penghormatan.

Tari Pendet akan diiringi oleh seperangkat gamelan khas Bali bernama Gong Kebyar.

Tari Pendet sebagai Tari Ucapan Selamat Datang

Ilustrasi Tari Pendet sebagai tari selamat datang. Sumber: Kemenag Provinsi NTT

Fungsi tari Pendet saat ini tidak hanya menjadi tari pemujaan yang dipentaskan di Pura, tetapi juga sebagai tari penyambutan bagi para tamu. Meluasnya fungsi tari ini melibatkan dua tokoh penekun tari Bali, yakni I Wayan Windi dan I Wayan Beratha.

I Wayan Windi berhasil memodifikasi Pendet menjadi tari penyambutan, dengan tetap berpegang teguh pada pakem seni Bali yang khas dan dinamis. Busana dan unsur gerakannya pun juga mengacu pada hal yang sama. Pada tahun 1950, terciptalah tari Pendet sebagai tari kreasi tradisional.

Lalu pada tahun 1961, I Wayan Beratha mengembangkan lagi seni tari Pendet dengan menambah jumlah penarinya, menjadi lima orang. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta menyebutkan bahwa, I Wayan Beratha kembali berkiprah untuk mengembangkan tari ini agar dapat ditarikan oleh 800 orang yang ditampilkan pada upacara pembukaan Asian Games 1962 di Jakarta.

Gerakan Tari Pendet

Gerakan tari Pendet terdiri atas tujuh gerakan, yakni,

  1. Gerakan kaki yang disebut gegajalan

  2. Gerakan tangan yang disebut pepiletan

  3. Gerakan jari yang disebut tetangan

  4. Gerakan badan yang disebut leluwesan

  5. Gerakan mimik yang disebut entiah-tjerengu

  6. Gerakan leher yang disebut dedengkek

  7. Gerakan mata

Kostum Tari Pendet

Kostum dari tari Pendet terdiri atas enam komponen, yaitu,

  1. Mahkota: hiasan di atas kepala yang identik dengan bunga seperti kamboja, mawar, cempaka dan sebagainya.

  2. Kemben: pakaian penutup badan untuk dada hingga pinggang.

  3. Tapih: pakaian dengan bentuk kain jarik sebagai bawahan.

  4. Selendang: digunakan dengan melilitkannya di tubuh penari.

  5. Gelang: dikenakan di pergelangan tangan penari.

  6. Bokor: nampan yang berhiaskan janur kuning, bunga, dan dibawa di tangan kanan penari.

Nah, itulah tari Pendet sebagai seni tari tradisional Bali. Apakah kamu pernah menyaksikan tarian yang satu ini?

(SYA)