Food & Travel
·
30 Juni 2021 5:26
·
waktu baca 2 menit

Tarian Daerah Papua, Mengenal Kesenian Tumbu Tanah Masyarakat Arfak

Konten ini diproduksi oleh Viral Food Travel
Tarian Daerah Papua, Mengenal Kesenian Tumbu Tanah Masyarakat Arfak (24279)
searchPerbesar
Ilutsrasi masyarakat Arfak sebagai pemilik Tari Tumbu Tanah yang merupakan tarian daerah Papua. Sumber: Pemkab Puncak Jaya
Tarian daerah Papua adalah salah satu bentuk kekayaan budaya nusantara, selain rumah adat dan lagu daerah, yang juga merupakan sebuah identitas dari masyarakat Papua.
ADVERTISEMENT
Khazanah keanekaragaman pulau yang masih memiliki ratusan suku asli ini tentu memiliki seni tari yang sangat khas. Suku Arfak menjadi salah satu suku yang memiliki tarian khas bernama Tari Tumbu Tanah.
Yuk simak informasi lengkapnya yang telah dilansir melalui jurnal berjudul Tari Tumbu Tanah Sebagai Jati Diri Masyarakat Suku Arfak Di Manokwari, Papua Barat (2019) karya Iwan Dwi Aprianto berikut!

Tari Tumbu Tanah sebagai Tarian Daerah Papua

Tari Tumbu Tanah adalah kesenian tari tradisional milik masyarakat Arfak yang ada di Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Seni tari yang juga disebut dengan Dansa Tumbu Tana ini biasa ditampilkan dalam rangka menyambut acara penting, seperti kemenangan atas perang, menyambut tamu, dan pesta pernikahan, serta merupakan sebuah tari pujian Suku Arfak kepada roh para leluhur.
ADVERTISEMENT
Seluruh unsur tari seperti gerakan, formasi, aksesoris, alat musik, dan pengiring yang digunakan merupakan simbol dari jati diri masyarakat Arfak.
Tarian Daerah Papua, Mengenal Kesenian Tumbu Tanah Masyarakat Arfak (24280)
searchPerbesar
Ilustrasi masyarakat Arfak ketika menampilkan Tari Tumbu Tanah sebagai tarian daerah Papua. Sumber: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Tari Tumbu Tanah biasa ditampilkan oleh laki-laki dan perempuan secara berpasangan dan masuk dalam kategori tari berkelompok, karena jumlah penarinya yang lebih dari dua orang.
Uniknya, tarian daerah Papua satu ini bisa mengajak warga satu kampung bahkan gabungan warga dari beberapa kampung yang ada, untuk menari bersama.

Ragam Tari Tumbu Tanah

Tari Tumbu Tanah dibagi atas tiga ragam utama yakni,
1. Igemu Keyam
Igemu Keyam (kemenangan perang) merupakan ragam Tari Tumbu Tanah yang dilakukan masyarakat Arfak saat dulu melakukan perang dengan suku lain. Jika telah selesai berperang, para lelaki melantunkan syair mengenai kelincahan dan keperkasaan. Mereka kemudian akan disambut oleh keluarga yang menampilkan Tari Tumbu Tanah setibanya di kampung.
ADVERTISEMENT
2. Igemu Ngakeyam
Igemu Ngakeyam (pencarian jodoh) adalah ragam Tari Tumbu Tanah yang dilakukan untuk mencari pasangan hidup. Para lelaki akan menari terlebih dahulu. Ketika ada seorang perempuan yang tertarik maka ia akan masuk dalam formasi untuk kemudian menggandeng tangan dari sang lelaki.
Tak hanya sampai disitu, sang perempuan juga akan menggantungkan noken. Setelah acara usai, keluarga dari kedua belah pihak akan bertemu dan membicarakannya lebih lanjut.
3. Yaum
Yaum merupakan salah satu ragam dari Tari Tumbu Tanah yang digunakan masyarakat Arfak untuk menyambut tamu, seperti kunjungan oleh pejabat pemerintahan, dengan melantunkan syair-syair.

Nilai Dalam Tari Tumbu Tanah Sebagai Tarian Daerah Papua

  • Secara sosial : gerakan dalam Tari Tumbu Tanah yang dilakukan oleh banyak orang menunjukan bahwa masyarakat Arfak memiliki sikap kekeluargaan dan persahabatan.
  • Secara religus : tarian ini merupakan ungkapan dari bentuk rasa syukur kepada roh leluhur atas perlindungan, hasil panen, dan buruan, serta kemenangan dalam peperangan.
ADVERTISEMENT
Nah itu dia salah satu tarian daerah Papua milik masyarakat suku Arfak bernama Tari Tumbu Tanah. Unik dan menarik ya?
(SYA)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020