Buat Pembenci Cristiano Ronaldo: Kalau Iri Bilang

Tulisan dari Viral Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cristiano Ronaldo terkenal sebagai pemain yang gemar bekerja keras. Bahkan, mantan rekannya di Tim Nasional Potugal, Costinha, membeberkan bahwa Ronaldo pernah ngambek hanya karena gagal menyarangkan bola ke gawang pada saat sesi latihan.
Ya, label pemain bintang memang tak mudah didapatkan CR7. Kerja keras berdarah-darah harus ia lewati sepanjang perjalanan kariernya. Hasilnya pun sebanding, ia selalu sukses bersama semua tim yang ia bela.
Manchester United, Real Madrid, dan kini Juventus, sudah ia bawa ke podium juara.
Costinha yakin betul tanpa kerja keras yang luar biasa, tak mungkin rekan se-negaranya tersebut mampu berada di titik seperti sekarang.
Pernah dalam satu kesempatan, Costinha diundang eks Manajernya di Porto, Jose Mourinho, untuk menyaksikan sesi latihan Real Madrid jelang semi final Liga Champions 2012 kontra Bayern Muenchen.
Dirinya menyaksikan sendiri bagaimana Ronaldo marah-marah karena gagal menyarangkan bola ke gawang. Costinha juga menjelaskan bahwa saat itu CR7 pergi untuk mengasingkan diri dari rekan-rekannya guna ngasah kemampuannya sendiri.
"Para pemain Madrid saat itu sedang berlatih shooting ke arah penjaga gawang. Sebenarnya, dalam 20 tembakan, dia [Ronaldo] hanya gagal dalam sekali kesempatannya. Sementara, pemain lain bisa enam sampai 10 kali gagal dalam kesempatan tersebut," kata Costinha kepada Goal international.
"Ketika ia gagal, pemain lain menertawainya. Dia kemudian marah dan memilih untuk mengasingkan diri dari rekan-rekannya. baginya, ia harus menyelesaikan 20 tembakan tersebut dengan sempurna."
"Itu menunjukkan karakternya. Orang-orang bisa melihatnya ketika dalam pertandingan dia gagal dalam tembakan atau operan, dia akan marah-marah. Mungkin beberapa orang akan salah paham, namun itu adalah karakternya sebagai pesepak bola," tambahnya.
Costinha pernah merumput bersama Ronaldo di ajang Euro 2004 dan Piala Dunia 2006. Meski singkat, dirinya mengaku senang dengan kinerja juniornya tersebut.
"Anda bisa melihat bahwa ia selalu berusaha menjadi yang terbaik. Dia adalah pemain yang menghormati pemain lain yang lebih tua. Dia banyak belajar dan bertanya kepada senior-senior," ucapnya
"Perlahan ia mulai mendapatkan tempat di Tim Nasional, dan itu mambawa banyak keuntungan bagi Portugal. Dia bekerja keras, tidak hanya duduk-duduk menunggu momen itu datang."
"Dia juga belajar banyak dari Sir Alex Ferguson. Sehingga dia tau kapan harus membawa bola, mengoper, atau menendang bola. Seseorang tidak mungkin membenci Ronaldo, kecuali jika dia memiliki rasa iri. Pasalnya, Ronaldo adalah pemain yang rendah hati," dirinya menegaskan.
Salah satu pencapaian tertinggi Costinha adalah ketika mampu membawa Porto menjuarai Liga Champions 2004 di bawah asuhan Jose Murinho.
Makanya, dengan rentetan gemilang yang sudah dicapai Ronaldo baik di level klub ataupun Tim Nasional, membuat dirinya juga ikut merasa bangga. Pasalnya, Ronaldo dinilai mampu membanggakan kampung kelahirannya di mata dunia.
