Konten dari Pengguna

Menanti Federico Chiesa Meneruskan Tongkat Estafet Sang Ayah, Enrico Chiesa

Viral Sport

Viral Sport

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Viral Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemain Juventus Federico Chiesa berebut bola dengan pemain Atalanta Berat Djimsiti pada pertandingan lanjutan Serie A Italia di Allianz Stadium, Turin, Italia. Foto: Massimo Pinca/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Juventus Federico Chiesa berebut bola dengan pemain Atalanta Berat Djimsiti pada pertandingan lanjutan Serie A Italia di Allianz Stadium, Turin, Italia. Foto: Massimo Pinca/REUTERS

Nama Federico Chiesa ramai diperbincangkan usai mencetak dua gol dalam kemenangan Juventus atas AC Milan dengan skor 3-1 dalam lanjutan Liga Italia di San Siro, Kamis (7/1) dini hari WIB.

Bagi pecinta Serie A jadul (zaman dulu), nama Chiesa tentunya tak asing lagi. Sebelum Federico, Enrico Chiesa telah lebih dulu mencuri panggung sepak bola Italia.

Ya, Enrico tak lain adalah ayah kandung dari Federico. Enrico meroket kala membela Parma pada 1996-1999. Duetnya dengan Hernan Crespo dipandang sebagai salah satu duet terbaik di Serie A kala itu.

Bersama Parma, Enrico mempersembahkan dua gelar juara yaitu Coppa Italia dan UEFA Cup (kini Liga Europa), keduanya diraih pada musim 1998/99. Tak hanya itu, Enrico juga keluar sebagai top skor di UEFA Cup.

Enrico Chiesa. Foto: GERARD JULIEN/AFP

Lebih dari dua dekade berlalu, kecemerlangan Enrico dilanjutkan oleh Federico. Ia didatangkan Juventus dari Fiorentina di hari terakhir bursa transfer musim panas 2020 dengan status pinjaman selama dua tahun.

Namun, ini bukanlah kesepakatan cuma-cuma. Untuk musim pertama, Juventus kudu membayar biaya peminjaman Federico sebesar 3 juta euro, lalu membayar 7 juta euro di musim kedua. Plus, ada kewajiban bersyarat untuk membelinya seharga 40 juta euro ditambah 10 juta euro jika kondisi tertentu terpenuhi.

Dengan begini, Federico Chiesa mengambil jalan karier yang berbeda dengan sang ayah, Enrico. Sepanjang kariernya, Chiesa senior tak pernah membela Juventus.

Seperti dikutip dari Football Italia, Enrico mengaku sangat menyesal hingga pensiun tak pernah mendapatkan kesempatan pindah ke Juventus. Kini impian Enrico berhasil diwujudkan Federico.

Enrico Chiesa. Foto: PACO SERINELLI/AFP

"Karier saya sangat cemerlang. Sebagai seorang pria saya merasa puas dan tenang. Saya memiliki keluarga yang cantik. Satu-satunya penyesalan saya adalah bahwa saya tidak pernah mendapat kesempatan untuk mengenakan jersi Juventus yang selalu menjadi acuan saya," ujar Enrico Chiesa.

Lantas, akankah Federico mampu meneruskan tongkat estafet Enrico?

Mengacu usianya yang masih muda, 22 tahun, Federico diyakini memiliki kesempatan untuk membawa kariernya terbang lebih tinggi. Setidaknya, ia mampu selangkah lebih jauh dari ayah setelah berhasil bergabung dengan Juventus.

Pada musim ini, Federico total telah bermain 17 kali di lintas ajang. Ia mencatatkan lima gol dan lima assist.

Pemain muda andalan Fiorentina, Federico Chiesa. Foto: AFP/Filippo Monteforte

Pendar Federico juga mulai terlihat jelas manakala ia memperkuat Timnas Italia senior, setelah malang-melintang bersama U-19, U-20, dan U-21.

Sejak menjalani debut bersama Gli Azzurri, Federico telah berlaga sebanyak 21 kali dengan mencetak satu gol.