Konten dari Pengguna

Sikap Otot Leher yang Benar saat Melakukan Gerakan Teknik Dasar Menyundul Bola

Viral Sport

Viral Sport

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Viral Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Menyundul Bola (Sumber: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Menyundul Bola (Sumber: Pixabay)

Sikap otot leher yang benar saat melakukan gerakan teknik dasar menyundul bola adalah dikeraskan. Dengan leher yang keras, maka akan membantu kecepatan dan kekuatan bagian kepala ketika melakukan sundulan ke arah bola.

Ketika menonton sebuah pertandingan sepak bola, kita akan disuguhi berbagai aksi ciamik dari para pemain yang bertanding di lapangan. Para pemain akan mengerahkan kemampuannya dengan sekuat tenaga agar bisa memenangkan pertandingan.

Hal itu juga termasuk dengan teknik heading agar bisa mencetak gol ke gawang lawan. Heading sendiri merupakan teknik menanduk atau menyundul bola untuk mengoper atau mencetak gol dalam permainan sepak bola.

Pada prinsipnya, untuk menguasai teknik sundulan ini, pemain mesti memiliki kekuatan pada otot bagian leher. Bagian tubuh yang digunakan untuk menyundul adalah dahi, karena memiliki kerangka tulang yang kuat.

Sikap Otot Leher yang Benar saat Melakukan Gerakan Teknik Dasar Menyundul Bola adalah

Ilustrasi teknik menyundul bola. (Pexels/Philip Hevron)

Menurut aturan federasi sepak bola dunia, kepala menjadi salah satu anggota tubuh yang dapat digunakan saat bermain sepak bola.

Tujuan menyundul bola dalam permainan sepak bola adalah untuk mengumpan, mencetak gol, dan mematahkan serangan lawan atau membuang bola. Dikutip dari Football Techniques, berikut adalah langkahnya:

  1. Jemput arah datang bola terlebih dahulu, kemudian fokuskan mata ke arah bola.

  2. Lalu, lompat untuk menyesuaikan tinggi arah bola yang datang.

  3. Keraskan dan kuatkan otot di bagian leher untuk menghasilkan power sundulan.

  4. Saat menyundul, gunakan dahi atau kepala bagian depan. Jangan gunakan kepala bagian lain karena berisiko cedera.

  5. Pada saat menyundul, tataplah bola. Kemudian, sembari mengarahkan bola ke arah yang akan dituju.

Pada pelaksanaannya, menyundul bola dilakukan melalui tiga cara, yaitu menyundul bola sambil berdiri, menyundul bola sambil meloncat, dan menyundul bola sambil melayang.

Gerakan Kepala yang Benar saat Melakukan Teknik Dasar Menyundul Bola adalah

Ilustrasi teknik menyundul bola. (Foto: Telegraph)

Menyundul bola bukanlah hal mudah, terutama bagi para pemula. Ada berbagai latihan yang bisa kamu lakukan untuk menguasai teknik ini, di antaranya adalah:

  1. Baris berbanjar dilakukan oleh beberapa orang. Salah satu pemain bisa berada di posisi berdiri di depan barisan dengan jarak 5-8 meter.

  2. Pelatih akan melemparkan bola ke arah depan atas pada pemain lain di barisan terdepan.

  3. Pemain di barusan terdepan, kemudian harus segera merespons dengan menyundul bola yang dilemparkan pelempar.

  4. Pasca bola disundul, pemain mesti berlari ke belakang barisan serta bergantian dengan pemain di barisan kedua untuk melakukan latihan sundulan.

  5. Alternatif latihan lain bisa dilakukan dengan 2 pemain yang saling berhadapan dengan jarak 5-10 meter.

  6. Pada bagian tengah, bisa diberi dua tiang dengan jarak dua meter. Dua tiang tersebut berperan sebagai gawang.

  7. Salah satu pemain bisa menjadi pelempar. Tugasnya adalah melemparkan bola ke arah rekannya.

  8. Pemain lain yang menjadi rekan mesti menyundul bola sesegera mungkin setelah pemain sebelumnya melemparkan bola ke arahnya.

  9. Supaya latihan lebih efektif, bola harus melewati kedua tiang yang ada di bagian tengah.

Perlu diingat, bahwa sundulan bola harus dilakukan secara tepat untuk menghindari risiko cedera. Selain itu, pemain pemula juga mesti melakukan latihan fisik untuk mendapatkan performa permainan yang jauh lebih baik.

Demikian sikap otot leher yang benar saat melakukan gerakan teknik dasar menyundul bola. Kamu harus terus berlatih untuk menguasai gerakan tersebut.

(ANH)