Mahasiswa KKN UNMUL Hadirkan Bank Sampah di Sangatta Selatan

Mahasiswa S1 Informatika Universitas Mulawarman
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Vireno imanuel deslovic tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sangatta Selatan – Sebagai langkah dalam mendorong kesadaran lingkungan di tingkat rumah tangga, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bina Desa Universitas Mulawarman kelompok 6 berkolaborasi dengan Pertamina EP melaksanakan penyerahan program kerja “Edukasi Pemilahan Sampah Botol Plastik Berbasis Bank Sampah”. Program kerja individu ini diprioritaskan pada ibu-ibu rumah tangga di RT 02, Dusun Pinang Mas, Desa Persiapan Pinang Raya, Kecamatan Sangatta Selatan, sebagai upaya mendorong pengelolaan limbah plastik yang lebih terstruktur dan bernilai ekonomis.
Penyerahan Bank Sampah Botol Plastik dilaksanakan pada Selasa, 4 Agustus 2026, di Rumah Makan Pendopo Tombo Ati, yang tidak jauh dari kediaman Ketua RT 02, berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WITA. Kegiatan ini digelar secara kolektif, bersamaan dengan penyerahan sejumlah program kerja KKN lainnya yang juga menyasar warga di wilayah RT 02. Penyerahan ini menandai dimulainya implementasi program kerja yang telah dirancang mahasiswa KKN Bina Desa selama masa pengabdian kepada masyarakat.
Proses penyerahan ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Sangatta). Kehadiran DLH tidak sekadar seremonial, sebab mereka juga memberikan edukasi dan sosialisasi langsung kepada warga mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari tingkat rumah tangga. Materi yang disampaikan mencakup cara sederhana memilah sampah organik, anorganik, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), pemanfaatan sampah organik dan anorganik sekaligus dampak positifnya terhadap lingkungan sekitar apabila dilakukan secara konsisten.
Bank Sampah sebagai Solusi Berkelanjutan
Konsep Bank Sampah yang diperkenalkan dalam program ini dirancang bukan hanya sebagai sarana pengumpulan sampah botol plastik, melainkan juga sebagai sistem yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi lingkungan RT 02. Melalui mekanisme ini, khususnya botol plastik yang telah dipilah dapat ditabung dan dikonversi menjadi nilai rupiah untuk menambah kas RT 02, sehingga masyarakat memiliki insentif nyata untuk terus memilah sampah dari rumah masing-masing.
Mahasiswa KKN Bina Desa Unmul berharap, melalui program edukasi ini, masyarakat RT 02 Dusun Pinang Mas tidak hanya mampu mengurangi volume sampah botol plastik yang berpotensi mencemari lingkungan, tetapi juga semakin memahami potensi nilai guna dan nilai ekonomi yang dapat dihasilkan dari kebiasaan memilah sampah secara konsisten. Kesadaran semacam ini dinilai penting mengingat permasalahan sampah plastik masih menjadi tantangan di banyak wilayah, termasuk di kawasan permukiman yang belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang lebih sistematis.
Peran DLH dan Tokoh Masyarakat Jadi Kunci Keberlanjutan
Keterlibatan aktif DLH Sangatta dalam kegiatan ini menjadi salah satu fondasi penting agar program Bank Sampah Botol Plastik tidak berhenti begitu saja setelah masa KKN berakhir. Dukungan dari instansi pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan pendampingan berkelanjutan kepada warga, baik dari sisi teknis pemilahan maupun aspek pengelolaan hasil tabungan sampah.
Selain itu, peran tokoh masyarakat setempat, dalam hal ini Ketua RT 02, Bapak Suhardi, juga dipandang krusial sebagai penggerak dan pengawas implementasi program di lapangan. Dengan adanya figur yang dipercaya oleh warga, sosialisasi dan ajakan untuk terus memilah sampah diharapkan dapat berjalan lebih efektif dibandingkan jika hanya mengandalkan program dari mahasiswa KKN.
Program edukasi Bank Sampah Botol Plastik ini menjadi salah satu contoh sinergi antara dunia akademik, sektor swasta melalui Pertamina EP, serta pemerintah daerah melalui DLH Kutai Timur, dalam upaya bersama menangani permasalahan sampah plastik di tingkat rumah tangga. Diharapkan ke depannya, program seperti ini dapat direplikasi di wilayah-wilayah lain guna mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab dan demi menjaga lingkungan sekitar.
