Konten dari Pengguna

Media Sosial Sebagai Media Bersedekah

Vistaufa wardhatul Chomairha

Vistaufa wardhatul Chomairha

Assalamuaalaikum Wr.Wb. Halo semuanya!! perkenalkan nama saya Vistaufa Wardhatul Chomairha biasa dipanggil Vita. saya adalah seorang mahasiswi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan program studi pengembangan masyarakat Islam.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Vistaufa wardhatul Chomairha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber : Pixaby
zoom-in-whitePerbesar
sumber : Pixaby

Di era komputer dan internet saat ini, media sosial telah mengubah cara kita berkomunikasi dan berbicara satu sama lain. Internet turut mengubah bentuk masyarakat dunia, dari masyarakat dunia lokal menjadi masyarakat dunia global. Namun, media sosial tidak hanya membagikan foto atau status liburan. Selain itu, platform ini dapat digunakan sebagai alat yang kuat untuk mempromosikan berbagai kegiatan amal dan memberi orang kesempatan untuk berpartisipasi dalam tindakan positif. Disini kita akan melihat bagaimana media sosial berfungsi sebagai media bersedekah dan bagaimana penggunaan mereka dapat memiliki dampak yang signifikan pada peningkatan kesejahteraan sosial.

Sedekah adalah suatu amalan sunnah yang dapat di kerjakan saat si pemberi memiliki harta yang cukup dan di berikan kepada kalangan yang membutuhkan. Kegiatan bersedekah ini dapat di lakukan kapanpun dan dimanapun. Tidak seperti berzakat, dalam bersedekah tidak memiliki batasan jumlah harta yang dimiliki dan harta yang harus di keluarkan. Kita sebagai umat Muslim sudah seharusnya melakukan amalan Sunnah yang satu ini.

Sedekah melalui media sosial ini memiliki dampak positif yang cukup banyak. Salah satunya adalah meningkatkan kepedulian sosial. Seperti yang kita ketahui, media sosial menjadi alternatif dalam mempengaruhi seseorang. Maka dari itu dengan memanfaatkan media sosial sebagai wadah untuk melakukan hal yang baik dapat menjadi pengingat bagi kita semua agar terdorong untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Saat ini sudah banyak organisasi amal, lembaga yayasan bahkan individu yang menggunakan sosial media sebagai wadah bentuk kepedulian. Mereka akan memberikan berbagai informasi baik melalui pesan, video, ataupun foto di lapangan secara langsung dan dibagikan kepada khalayak umum sehingga mudah untuk mengaksesnya. Kita sebagai makhluk sosial sudah seharusnya memiliki rasa peduli terhadap apa yang terjadi di sekitar kita. Dan sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai masyarakat yang berpedomankan Pancasila.

Bersedekah online ini ternyata juga menjadi inovasi dalam penggalangan dana online. Inovasi platform bernilai positif dan menunjukkan bahwa variable tersebut berpengaruh positif terhadap milenial dalam berdonasi online (Amalia et al., 2020). Hal ini sudah tidak menjadi hal yang baru dikalangan masyarakat saat ini. Salah satunya adalah suatu lembaga yang melakukan kampanye penggalangan dana. Tentunya hal ini memiliki tujuan yang pasti, yaitu untuk membantu kalangan yang membutuhkan. Mereka juga memanfaatkan platform-platform digital seperti Faceboook, Instagram, Tik-Tok, dan lain sebagainya. Biasanya mereka akan meminta bantuan melalui donasi.

Dengan melakukan kampanye penggalangan dana secara online ini memberikan kemudahan bagi setiap orang yang akan mengaksesnya di media sosial. Ditambah dengan adanya fitur menyukai dan berbagi maka akan lebih mudah menyebar dan tersampaikan kepada pengguna secara lebih luas. Tidak hanya itu, orang yang ingin berpartisipasi dapat dengan mudah melakukan donasi atau bersedekah melalui tautan yang di telah sediakan. Hal ini sangat memungkinkan banyak orang yang terdorong untuk bersedekah, dan memungkinkan hal kolektif untuk memiliki dampak baik yang lebih besar.

Selain itu pemanfaatan media sosial sebagai media bersedekah dapat dijadikan kisah inspiratif. Hal ini tentunya bisa berawal dari orang yang memberi sedekah atau perbuatan baik lainnya. Tidak sedikit para pengguna media sosial yang mengabadikan momen dalam hal berbuat kebaikan dan dilihat banyak orang. Bukan menjadi ajang pamer, bahkan hal inilah yang menjadi dorongan atau suatu hal yang menginspirasi agar orang terdorong ikut melakukan kegiatan amal tersebut.

Tentunya dengan berbagi kisah inspiratif ini diharap menjadi pengingat bagi kita semua serta memiliki rasa empati sebagai pengguna media sosial. Selain itu, tujuan berbagi kisah inspiratif ini dapat mematahkan stigma tentang melakukan amalan Sunnah atau bersedekah ini hanya dapat di lakukan bagi orang yang memiliki harta berlimpah. Pada kenyataannya, bersedekah tidak ditujukan kepada seseorang yang memiliki kasta tinggi dan di berikan kepada kasta yang rendah. Selain itu, kegiatan bersedekah ini tidak memiliki peraturan tertentu seperti zakat. Dalam bersedekah ini juga tidak memiliki batasan waktu, yang artinya bersedekah dapat di lakukan kapanpun dan dimanapun. Bersedekah juga tidak mengharuskan orang yang memberi adalah orang yang sudah dewasa. Semua kalangan dianjurkan bersedekah, baik itu anak-anak ataupun dewasa, baik pelajar ataupun pekerja, baik laki-laki maupun perempuan dapat melakukan amalan Sunnah yang satu ini.

Selain para organisasi masyarakat ataupun lembaga yayasan, bekerja sama dengan para influencer untuk memanfaatkan media sosial sebagai perantara bersedekah atau melakukan hal baik juga salah satu alternatif untuk mendorong seseorang untuk berbagi. Seperti yang kita ketahui para influencer tentunya memiliki pengikut yang cukup banyak dan para influencer inilah yang terkadang menjadi idola bagi para pengikutnya. Biasanya para influencer ini menggunakan platform mereka untuk mendukung penyebab amal dan kegiatan penggalangan dana lainnya. Organisasi masyarakat ataupun lembaga yayasan dapat berkolaborasi dengan para influencer agar mendapat audiens yang lebih banyak dan dapat menginspirasi seseorang untuk ikut andil dalam kegiatan positif lainnya.

Para influencer dapat menyampaikan pesan melalui konten menarik serta pendekatan dengan metode yang benar para influencer dapat menumbuhkan keterlibatan dan mendorong orang untuk mengambil bagian dalam berbagai acara amal. Mereka memiliki kemampuan untuk memanfaatkan kekuatan pengaruh mereka untuk mengumpulkan dana, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan mengubah perspektif mereka tentang masalah sosial penting.

Selain itu, dengan adanya media sosial sebagai wadah untuk bersedekah ini menjadikan motivasi bagi setiap orang untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan. Karena dengan bersedekah, harta yang kita keluarkan tidak akan habis. Media sosial memberikan sarana bagi para penggunanya sebagai tantangan untuk beramal. Melalui media sosial (online), peluang himpunan terbuka sangat lebar dan luas, kini tidak lagi tersekat ruang dan waktu, kapan pun di mana pun, kemudahan berdonasi online kini dapat dinikmati dengan mudah, dengan perkembangan teknologi internet menjadi salah satu sarana efektif dalam penghimpunan dana ZIS (Herman, 2019). Seperti menyelenggarakan suatu kegiatan bakti sosial yang nantinya hasil dari bakti sosial tersebut akan di serahkan ke lembaga yayasan atau orang yang membutuhkan. Kegiatan ini memiliki nilai positif yang sangat banyak, selain mengajarkan kita untuk berbagi, hal ini dapat mengingatkan kepada kita semua bahwa kehidupan ada masanya. Tidak ada kaya abadi dan tidak ada yang miskin abadi.

Maka dari itu, media sosial menjadi suatu hal yang penting dalam berbuat baik. Semakin banyak orang yang berpengaruh maka semakin banyak tindakan positif yang dilakukan. Media sosial telah membantu meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam kegiatan amal, dari kampanye penggalangan dana online hingga berbagi kisah inspiratif. Pesan tentang pentingnya bersedekah dapat disebar luaskan dengan cepat dan mencapai audiens yang lebih luas dengan bekerja sama dengan influencer dan pengguna media sosial yang aktif. Kita memiliki kemampuan untuk memanfaatkan kekuatan media sosial untuk membawa perubahan positif dan mengubah dunia.

DAFTAR PUSTAKA

Amalia, N., Lubis, D., & Muthohharoh, M. (2020). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Milenial Berdonasi Online Melalui Crowdfunding Platform: Studi pada Kitabisa.com. Jurnal Hukum Dan Ekonomi Syariah, 08(02), 181–194.

https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/adzkiya/index

Herman, H. (2019). Strategi Komunikasi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Melalui Media Sosial. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(2), 53–70.

https://doi.org/10.15575/cjik.v1i2.4833