Konten dari Pengguna

Mom As The Guardian of Family: Jaga Raga, Atur Finansial

Visya Al Biruni

Visya Al Biruni

A Mom Blogger. A Marriage, Parenting n Education Enthusiast. A Bookstore Owner of @birupinkstore

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Visya Al Biruni tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mom As The Guardian of Family: Jaga Raga, Atur Finansial
zoom-in-whitePerbesar

Bagi sebagian orang, masa single bisa dibilang adalah masa "kebebasan". Tak perlu memikirkan apa-apa selain diri sendiri. Kewajiban hanya satu: taat pada orangtua. Namun sebagai seorang perempuan, khususnya setelah menikah, amanah satu per satu bertambah menjadi begitu banyak.

Perempuan dalam rumah tangga bukan sekadar menjadi istri dan ibu, melainkan juga sebagai "menteri keuangan" yang mengatur keuangan rumah tangga. Catat, mengatur, bukan menghasilkan.

Pada acara Moms Mingle hari Sabtu (27/7) lalu aku mendapatkan ilmu baru seputar finansial, bisnis dan menjaga kesehatan. Acara yang berlangsung di Hotel Santika Depok ini diseleksi oleh Sun Life Indonesia bekerjasama dengan KumparanMom, menghadirkan Ananto Pambudi (Perwakilan Sun Life), Tania Ray Mina (Mompreneur), Aidil Akbar (Financial Planner) dan Kelly Tandiono (Brand Ambassaddor Sun Life).

Pada sesi pertama, Pak Ananto menjelaskan soal finansial keluarga. Menurut beliau, seorang ibu harus memiliki skill dalam hal berikut ini:

๐Ÿ’™Merancang Cashflow

Cashflow atau alur keuangan adalah perencanaan alokasi masuk dan keluar. Misal, dalam satu bulan pendapat keluarga sebesar 10juta rupiah, alokasikan ke beberapa pos. Berbicara soal cashflow dan finansial, aku pribadi sejak awal menikah sudah menerapkan sistem pos keuangan. Beberapa pos alur keuangan beserta persentasenya yang bisa dibuat antara lain:

  1. Tabungan darurat 10%

  2. Cicilan make 30%

  3. Investasi 20%

  4. Biaya hidup 40%

Sebesar 72% ibu rumah tangga merasa percaya diri bisa mengatur cashflow.

Management cashflow keuangan antara lain: suami memberikan seluruh

pendapatan untuk dikelilingi istri, suami memberikan sebagian pendapatan

atau keuangan terpisah/bagi tugas.

๐Ÿ’™Merencanakan Investasi

Untuk poin ini, Moms harus berdiskusi dengan suami terlebih dahulu. Ada baiknya mempelejari lebih dalam soal macam investasi, kekurangan serta kelebihannya agar tidak terjebak investasi bodong seperti yang kerap marak terjadi. Kalo investasi jangan yang jangka pendek seperti pendidikan PAUD anak. Investasikanlah dana jangka panjang seperti pendidikan SMA atau kuliah. By the way, menurut penelitian Yang sudah dilakukan, sebanyak 28% orang merasa bisa memiliki produk investasi tanpa bantuan orang lain.

๐Ÿ’™ Proteksi

Manusia merencanakan, Tuhan menemukan. Meskipun begitu, penting bagi kita untuk melakukan pencegahan maupun perlindungan. Poin proteksi berkaitan dengan asuransi, tabungan maupun dana darurat. Beberapa asuransi perlindungan meliputi kesehatan, jiwa dan asset

Kesemua amanah dan skill tersebut membuat ibu dijuluki "the guardian of the family" atau penjaga keluarga. Sebagai seorang penjaga sudah sepatutnya ibu harus sehat jiwa raga, dirinya juga keluarganya.

Tips Sehat Kelly

Pada sesi berikut ya, Kelly Tandiyono memaparkan rumus sehat ala Kelly. Apa saja?

๐Ÿ’™Rutin berolahraga

๐Ÿ’™Seeing tertawa

๐Ÿ’™'Menyapa' matahari

๐Ÿ’™Hindari rasa malas

๐Ÿ’™Jaga pola makan

By the way, ngga hanya badan, finansial pun harus sehat. Jika badan butuh pemeriksaan, demikian halnya dengan finansial, Moms. Namun seperti apa financial check up?

Financial Check Up

Financial check up artinya Kita harus mengecek apakah finansial kita sehat atau tidak berdasarkan list di bawah ini:

๐Ÿ’™Asset dikurangi utang disebut kekayaan besi. Jumlahnya harus positifnya. Bagaimana dengan hutang KPR? No worries htang KPR adakah utang produktif, artinya dalam jangka waktu ke depan nilainya akan bertambah.

๐Ÿ’™ Pemasukan>pengeluaran. Bagaimana jika pengeluaran lebih besar? Hutang dimana-dimana. Bagaimana jika Pemasukan kurang? Perbaiki kembali cashflow atau cari penghasilan tambahan.

๐Ÿ’™ Maksimal cicilan bulanan 30%. Cicilan bisa berupa rumah, mobil dan sebagainya. Upayakan nilainya tidak lebih dari 30% pendapatan kotor, agar tidak mengganggu kesehatan keuangan keluarga.

๐Ÿ’™ Punya minimal 5% pengeluaran bulanan di tabungan. Ini penting selain berkaitan dengan fungsi proteksi, juga untuk membiasakan diri hidup hemat.

Tentang Dana Darurat & Hutang

Berikut penjelasan tentang apa itu Dana Darurat dan beberapa jenis hutang.

  1. Dana Darurat : tabungan yang tidak diutak. Alokasinya terpisah dari kebutuhan sehari-hari. Jumlahnya minimal 6 kali pengeluaran bulanan.

  2. Utang produktif: nilai barang yang dibeli dengan utang ini, meningkat seiring dengan berjalannya. Bisa juga berupa barang yang dibeli dengan utang ini, yang bisa mendatangkan penghasilan yang lebih besar dari nilai cicilan per bulan.

  3. Utang konsumtif: nilai barang yang dibeli dengan utang ini, nilainya akan menurun seiring dengan berjalannya waktu.Ketika seseorang pensiun, otomatis tidak bisa melakukan peminjaman darimanapun karena tidak ada pemasukan tetap. Karenanya asuransi pensiun harus dimulai dari sekarang.

Di beberapa perusahaan bekerja, ada dana pensiun yang disediakan, tapi jika dirasa kurang maksimal, bisa ditambah dengan asuransi pensiun.

Tips Raih Finansial Lewat Bisnis

Pada sesi selanjutnya, Taniya memaparkan kisahnya seputar bisnis. Berawal dari modal swadaya ia dan sang kakak, Zaskia Adya, menggarao bisnis yang kini sudah jauh lebih sukses. Modal yang tak banyak bukanlah penghalang. Modal memang dibutuhkan bagi mereka Yang Baru Akan menjalani bisnis. Sumber modal salah satunya berasal dari tabungan. Namun bagaimana meyakinkan diri mengambil uang tabungan untuk modal?

๐Ÿ’™Buat target omset atau income. Misalnya target 3 juta akan diraih berapa lama. Kalau dirasa di tengah jalan sulit mencapai target, buatlah strategi marketing yang berbeda.

๐Ÿ’™Percaya diri dengan produk sendiri dan buatlah atau juallah produktif dimana Kita passionate di dalamnya.

Gagal itu biasa tapi jangan dibiasakan. Ketika mempelejari teorinya, kita bisa saja saklek. Tapi ketika memulainya, harus flexible, jangan takut gagal. Kalau punya modal 10 juta jangan langsung dipakai semua, melainkan bertahap. Misalnya dibagi jadi per dua juta, sehingga5 "tahap" mencoba. Biasanya jika sudah tiga kali inject namun bisnis masih belum berkembang, barulah kita bisa mencoba memikirkan bisnis fi bidang lain. Barangkali memang rezeki kita bukanlah Di bidang itu.

Rumus bisnis hanya satu: PRAKTIK. Oleh karenanya sebagai orangtua, ada baiknya kita mendukung anak menjadi entrepreneur.

Tentang Sun Life Indonesia

Hadir sejak 1995, PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) menyediakan berbagai produk proteksi dan pengelolaan kekayaan antara lain: asuransi jiwa, asuransi pendidikan, asuransi kesehatan, dan perencanaan hari tua kepada para nasabah. Sun Life, memiliki tujuan yang jelas: membantu para nasabah mencapai kemapanan finansial dan menjalani hidup yang lebih sehat.

Setiap tahunnya, Sun Life Financial Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan di pasar. Upaya untuk meningkatkan produk dan layanan kami demi memenuhi kebutuhan para nasabah terus dilakukan dan diperhatikan. Asuransi Sun Life terbagi menjadi asuransi konvensional dan asuransi syariah. Sehingga nasabah bisa memilih jenis asuransi sesuai prinsip dan kebutuhan melalui para agen (konvensional dan syariah) dan distribusi kemitraan.

Saat ini Sun Life Indonesiamenyediakan berbagai produk inovatif kepada para nasabah melalui lebih dari 132 kantor pemasaran konvensional dan 49 kantor pemasaran syariah di seluruh Indonesia.

Kampanye #LiveHealthierLive

Sebagaimana tujuan dari Sun Life Indonesia, yang tidak hanya berfokus pada finansial melainkan juga hidup sehat, Sun Life menggaungkan kampanye #LiveHealthierLives, ajakan untuk menjalani hidup sehat. Diawali dengan menemukan alasan mengapa kita harus menjalani pola hidup sehat lalu langkah-langkahnya.

Eits, ada lomba Vlog berhadiah dari Sun Life dengan tema #LiveHealthierLives lho! Yuk segera cek akun instagram Sun Life Indonesia.