Konten dari Pengguna

Potensi Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Dunia

Fitria Desiyanti

Fitria Desiyanti

Mahasiswi Universitas Pamulang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fitria Desiyanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi buku sumber (pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi buku sumber (pixabay.com)

Bahasa Indonesia berpotensi sebagai bahasa Internasional. Bahasa Internasional merupakan bahasa yang banyak digunakan oleh setiap negara dan memiliki jumlah penutur terbanyak sebagai salah satu bahasa yang dapat digunakan dalam pergaulan internasional baik formal maupun informal setelah bahasa nasional yang dimiliki oleh masing-masing negara.

Potensi bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional dapat dilihat dari beberapa faktor yang mendukung. Secara garis besar, faktor tersebut dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yakni yang berasal dari bahasa itu sendiri atau biasanya disebut dengan istilah faktor intrabahasa dan yang berasal dari luar bahasa atau biasa disebut dengan istilah faktor ekstrabahasa.

Sikap bahasa adalah anggapan atau pandangan seseorang terhadap suatu bahasa. Selain itu, sikap merupakan suatu peristiwa kejiwaan dalam bentuk tindakan atau perilaku yang tidak dapat diamati secara langsung. Sikap bahasa dapat diamati melalui perilaku berbahasa atau perilaku tutur seseorang. Bahasa sebagai tingkah laku merupakan salah satu aspek dari keseluruhan tingkah laku manusia yang sedang berkomunikasi. Sikap bahasa terdiri dari 2 jenis yaitu sikap positif dan sikap negatif.

Sikap Negatif Pemakai Bahasa Indonesia

Sikap negatif bahasa adalah sikap acuh tak acuh, tidak menghargai dan tidak peduli terhadap bahasa Indonesia. Sikap negatif terhadap bahasa Indonesia akan menyebabkan seseorang kurang peduli terhadap usaha pembinaan dan pelestariaan bahasa Indonesia. Mereka menjadi tidak bangga memakai bahasa sendiri.

Beberapa bentuk sikap negatif yang masih terjadi di tengah-tengah masyarakat Indonesia antara lain:

1. Bangga memperlihatkan kemahirannya berbahasa lain, meskipun penguasaan bahasa Indonesianya masih kurang.

2. Merasa malu apabila tidak menguasai bahasa asing, tetapi tidak pernah merasa malu apabila tidak menguasai bahasa Indonesia.

3. Menganggap remeh bahasa Indonesia dan tidak mau mempelajarinya.

Sikap Positif Pemakaian Bahasa Indonesia

Adanya sikap negatif terhadap bahasa Indonesia dapat diubah menjadi sikap bahasa Indonesia yang positif. Sikap positif bahasa adalah penggunaan bahasa sesuai dengan kaidah bahasa dan sesuai dengan situasi kebahasaan. Perilakunya mencerminkan rasa tanggung jawab, rasa memiliki, sikap menghormati dan berkemauan untuk mengembangkan bahasanya tersebut.

Sebagai warga Indonesia seharusnya kita bangga dengan bahasa yang kita gunakan, kemungkinan bahasa Indonesia nantinya bisa terwujud menjadi bahasa Internasional. Bangsa Indonesia harus bangga terhadap bahasa Indonesia. Selain bahasa sebagai identitas bangsa, bahasa adalah simbol penting dari berbagai simbol bangsa tersebut.