Daur Ulang Itu Keren: Edukasi, Aksi, dan Apresiasi di SDN 02 Tulungrejo

Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Vivian Angelica tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam upaya menumbuhkan kesadaran lingkungan dan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap isu pengelolaan sampah, Kelompok KKN 50 FISIP Universitas Brawijaya melaksanakan serangkaian program kerja bertema daur ulang di Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo. Desa yang dikenal akan semangat kebersamaannya ini menjadi ladang pengabdian yang subur untuk mengembangkan program edukatif sekaligus praktis yang menyasar siswa sekolah dasar dan warga sekitar.
Dengan mengusung semangat “Daur Ulang Itu Keren”, program ini terdiri atas beberapa kegiatan terintegrasi yang saling mendukung satu sama lain, mulai dari sosialisasi hingga aksi nyata di lapangan. Kegiatan diawali dengan Sosialisasi Daur Ulang yang bertujuan memperkenalkan konsep dasar daur ulang, pentingnya memilah sampah, serta dampak positifnya terhadap lingkungan. Sosialisasi ini dikemas dalam format menyenangkan dan interaktif agar mudah dicerna oleh anak-anak sekolah dasar, sebagai agen perubahan lingkungan masa depan.
Untuk memperkuat pesan yang disampaikan, tim KKN 50 juga membagikan ZINE (majalah mini) bertajuk “Daur Ulang Itu Keren” kepada para siswa. Zine ini dibuat dengan desain visual menarik, bahasa sederhana, dan konten edukatif seperti fakta seputar sampah, ide kerajinan dari barang bekas, serta tips menjaga kebersihan. Media ini menjadi bahan bacaan ringan namun bermakna yang bisa dibawa pulang dan dibaca kembali kapan saja, bahkan bisa menjadi alat diskusi di rumah bersama keluarga.
Kegiatan berlanjut dengan Workshop Daur Ulang Galon Plastik, di mana para siswa diajak secara langsung untuk mengubah galon bekas menjadi pot tanaman yang unik dan fungsional. Dalam sesi ini, kreativitas dan keterampilan anak-anak diasah sekaligus memperkenalkan pemanfaatan limbah plastik menjadi sesuatu yang berguna. Workshop ini menjadi bukti nyata bahwa daur ulang bukan hanya teori, tetapi bisa diterapkan dengan cara yang menyenangkan dan ramah anak.
Sebagai bentuk evaluasi dan apresiasi terhadap implementasi kebersihan di lingkungan sekolah, dilaksanakan juga Lomba Kebersihan Kelas yang melibatkan seluruh kelas di sekolah dasar mitra. Lomba ini menilai aspek kebersihan, kerapian, serta kreativitas dalam menata ruang kelas dan mengelola sampah. Selain mendorong budaya hidup bersih, kegiatan ini juga menguatkan nilai tanggung jawab kolektif di kalangan siswa. Pemenang lomba mendapatkan penghargaan sebagai bentuk motivasi agar semangat menjaga kebersihan terus tumbuh dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk keberlanjutan program dan bukti nyata kegiatan, masing-masing rangkaian menghasilkan output konkret yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut oleh sekolah maupun masyarakat. Dari kegiatan sosialisasi, dihasilkan poster edukatif tentang prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang ditempel di lingkungan sekolah sebagai pengingat visual tentang pentingnya daur ulang, serta ZINE “Daur Ulang Itu Keren” yang dibagikan kepada siswa. Dari lomba kebersihan kelas, tim juga menyusun dan menyerahkan poster kebersihan kelas berisi panduan menjaga kerapian serta pengelolaan sampah yang dapat ditempel di setiap ruang kelas. Sementara itu, output dari workshop daur ulang galon plastik berupa pot tanaman hasil karya siswa yang dicat dengan warna-warni ceria, yang kini menghiasi halaman sekolah sebagai simbol kreativitas dan kepedulian lingkungan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Kelompok KKN 50 FISIP Universitas Brawijaya berharap dapat menanamkan nilai kepedulian lingkungan secara menyenangkan, partisipatif, dan membumi. Edukasi tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi menyebar melalui aksi nyata yang bisa diteruskan oleh masyarakat secara mandiri. Semoga semangat daur ulang ini menjadi awal kecil dari perubahan besar menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan—dimulai dari Desa Tulungrejo.
