Konten dari Pengguna

Mahasiswa UM BBM Tanamkan Kesadaran Perundungan lewat Sosialisasi Anti Bullying

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Noer Alvin Kamilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

SUKOANYAR – Dalam rangka pelaksanaan program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM), Selasa (14/7/2026), mahasiswa UM BBM Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, sukses melaksanakan sosialisasi anti bullying di SMPI Al-Faqih.

Sosialisasi Anti Bullying MPLS SMPI Al-Faqih. Foto : Dokumentasi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sosialisasi Anti Bullying MPLS SMPI Al-Faqih. Foto : Dokumentasi Pribadi

Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja yang dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya membangun budaya sekolah yang bebas dari perundungan. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran kepada siswa mengenai pentingnya mencegah dan menghentikan perilaku perundungan demi menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

Mahasiswa UM BBM Noer Alvin Kamilah dan Andrea Sofie M. saat memberikan sosialisasi anti bullying di SMPI Al-Faqih. Foto : Dokumentasi Pribadi

Sosialisasi diikuti oleh peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMPI Al-Faqih. Materi disampaikan oleh dua mahasiswa peserta UM BBM, yakni Noer Alvin Kamilah dan Andrea Sofie M., yang mengajak para siswa memahami pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, dampaknya terhadap korban, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.

Selama kegiatan berlangsung, pemateri tidak hanya memaparkan materi , melainkan juga mengajak peserta berdiskusi secara aktif. Hal tersebut dilakukan agar siswa lebih merasa dekat dan mudah dalam memahami materi sekaligus berani menyampaikan pendapat terkait bullying.

Berdasarkan hasil sosialisasi tersebut, masih banyak siswa yang belum memiliki pemahaman serta kesadaran terkait bullying beserta dampaknya. Beberapa peserta masih menganggap tindakan seperti pemberian julukan dengan nama orang tua atau ejekan melalui media sosial hanya candaan biasa.

Noer Alvin Kamilah menyampaikan pentingnya menciptakan ruang aman di sekolah melalui sosialisasi anti bullying. Foto: Dokumentasi Pribadi.

Berdasarkan temuan tersebut, pemateri Alvin menegaskan "Sosialisasi anti bullying penting untuk menciptakan ruang aman di sekolah. Dengan adanya edukasi seperti ini, diharapkan siswa tidak takut untuk belajar, berinteraksi, maupun menyampaikan ketika mengalami atau menyaksikan tindakan bullying," tegas Noer Alvin Kamilah selaku pemateri.

Sementara itu, Andrea Sofie M. menyampaikan materi secara aktif dengan melibatkan peserta melalui sesi tanya jawab. para siswa diajak untuk mengidentifikasi berbagai bentuk perilaku bullying. Suasana sosialisasi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi dalam menanggapi pemateri.

Andrea Sofie M. berinteraksi dengan peserta MPLS melalui sesi tanya jawab pada sosialisasi anti bullying. Foto: Dokumentasi Pribadi.

Melalui sosalisasi tersebut, Mahasiswa UM BBM berharap sosialisasi anti bullying tidak berhenti pada penyampaian materi semata, melainkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran mengenai perundungan "harapannya kalian semua bisa memutus rantai bullying" jelas Andrea selaku pemateri dalam memberikan penutupan.

Dengan kolaborasi antara sekolah, guru, dan siswa, diharapkan budaya saling menghormati dan menghargai terus tumbuh sehingga kasus perundungan di lingkungan sekolah dapat dicegah sejak dini.