Konten dari Pengguna

Judi Online: Penghancur Masa Depan Generasi Muda dan Bangsa

Vyant Nathanael Hardy
Sekolah SMA Citra Berkat Tangerang
6 Agustus 2025 11:55 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Judi Online: Penghancur Masa Depan Generasi Muda dan Bangsa
Judi online tidak hanya mempengaruhi orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan remaja yang memberikan banyak efek negatif kepada mereka.
Vyant Nathanael Hardy
Tulisan dari Vyant Nathanael Hardy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi dihasilkan oleh AI melalui ChatGPT – OpenAI, atas permintaan penulis.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dihasilkan oleh AI melalui ChatGPT – OpenAI, atas permintaan penulis.
ADVERTISEMENT
Belakangan ini, teknologi sudah semakin berkembang, penyebaran informasi semakin mudah, dan sistem transaksi keuangan dipermudah prosesnya. Semua perkembangan ini tentu tidak hanya memberikan dampak positif tetapi juga dampak negatif. Salah satu dampak negatif tersebut adalah judi online. Rp 370 triliun uang berputar dalam ekosistem judi online setiap tahunnya. Berdasarkan data intelijen dari Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan, jumlah pemain judi online di Indonesia pada 2024 adalah 8,8 juta orang, yang 80 persennya merupakan masyarakat dari tingkat ekonomi rendah dan menengah. Tentu hal ini memberikan dampak negatif kepada masyarakat Indonesia, tidak hanya untuk pemain, tetapi juga orang disekitarnya.
Ilustrasi dihasilkan oleh AI melalui ChatGPT – OpenAI, atas permintaan penulis.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dihasilkan oleh AI melalui ChatGPT – OpenAI, atas permintaan penulis.
Banyak faktor yang menyebabkan besarnya angka pemain aktif judi online, salah satunya adalah para figur publik yang lebih sering dikenal sebagai influencer yang mempromosikan judi online kepada pengikutnya dengan imbalan berupa uang kisaran 10 hingga 100 juta rupiah lebih. Mereka menggunakan banyak taktik untuk mempromosikan judi online ini, seperti menyamarkannya sebagai “game online”, “game hoki”, dan “game penghasil uang”. Ada juga yang membuat video atau live streaming yang memperlihatkan mereka mendapatkan kemenangan-kemenangan yang besar untuk memancing para pengikutnya. Sayangnya banyak dari pengikut-pengikut para influencer ini adalah anak dibawah umur, dan dengan mudah terpengaruhi oleh promosi yang dilakukan oleh idolanya.
ADVERTISEMENT
Mayoritas pemain judi online merupakan orang dewasa berumur 30 tahun keatas, tetapi hal ini jelas tidak menutup kemungkinan ada remaja hingga anak kecil melakukan judi online. Menurut data Satuan Tugas Pemberantasan Perjudian Daring (Satgas Judi Online) pada Juni 2024, jumlah pemain dengan umur dibawah 10 tahun mencapai 2% dari total pemain saat ini, dengan total 80.000 orang. Kemudian, pemain judi online berusia antara 10-20 tahun sebanyak 11% atau 440.000 orang. Angka ini merupakan angka yang cukup tinggi yang dengan seiringnya berjalan waktu akan terus menerus bertambah dan mengancam masa depan generasi muda hingga bangsa.
Ilustrasi dihasilkan oleh AI melalui ChatGPT – OpenAI, atas permintaan penulis.
Fenomena ini merupakan hal negatif yang tentunya memiliki efek negatif yang cukup besar terhadap pemain maupun orang di sekitarnya, terutama bagi anak dan remaja. Permainan judi online sangat berpengaruh terhadap kehidupan pemainnya karena berhubungan dengan uang dan ekonomi. Banyak anak menghabiskan uang jajan dan pemberian orang tuanya untuk bermain judi online, dan tidak banyak juga mencuri untuk dapat bermain. Hal ini tentu membunuh pemikiran anak tentang uang dan moralitas. Efek dari kekalahan yang dialami dalam permainan judi online juga mempengaruhi mental dan memberikan trauma terhadap pemainnya, terutama kepada anak dan remaja yang belum cukup siap mentalnya. Hal yang paling dikhawatirkan adalah hal yang akan terjadi kepada mereka setelah mengalami hal tersebut, seperti masuk penjara, terkena gangguan jiwa, hingga mengambil nyawanya sendiri.
ADVERTISEMENT
Dengan besarnya penyebaran judi online di kalangan anak dan remaja, diperlukan tindakan pencegahan yang harus dilakukan saat ini juga, sebelum telat. Tentu pencegahan pertama dan terpenting berawal dari pengawasan orang tua kepada anaknya. Para orang tua dapat memantau penggunaan gawai anaknya, dan bahkan ada yang memasang parental software untuk melihat seluruh aktivitas yang dilakukan anak pada gawainya. Jika kita menemukan situs atau aplikasi yang merujuk pada judi online kita dapat melaporkan nya kepada aduankonten.id. Kepada anak-anak yang sudah ter kecanduan oleh judi online, orang tua dapat membawa anaknya berkonsultasi kepada psikolog/profesional.
Penyebaran judi online semakin lama semakin besar cakupannya akibat perkembangan teknologi yang ada. Sayangnya, penyebaran judi online juga mempengaruhi anak kecil dan juga remaja, dan tidak sedikit jumlahnya. Banyak cara penyebaran judi online dapat dilakukan, seperti iklan pada situs dan aplikasi, dan juga influencer di media sosial. Dampak-dampak dari judi online ini kepada anak-anak dan remaja juga tidak dapat diremehkan. Mencegah penyebaran judi online memerlukan usaha bersama kita semua, mari bersama memberantas judi online.
ADVERTISEMENT