Riset: Isu Korupsi Jadi Perhatian Utama 42% Remaja Indonesia

https://wahanavisi.org/id
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Wahana Visi Indonesia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jakarta, 31 Oktober 2022 – 42% anak-anak remaja di Indonesia merasa korupsi merupakan isu publik yang menjadi perhatian terbesar mereka, diikuti oleh pengangguran (39%), pelecehan seksual (38%) dan kemiskinan ekstrem (35%).
Temuan ini berdasarkan riset terbaru Barna Group, sebuah lembaga riset dan sumber daya terkemuka asal Amerika Serikat yang berfokus pada lintas iman dan budaya. Bertajuk “Generasi Terbuka”, studi ini mencakup tanggapan dari hampir 25.000 remaja usia 13-17 tahun di 26 negara, termasuk 1.000 remaja di Indonesia, guna memahami identitas, nilai, dan pandangan remaja di seluruh dunia.
Terkait isu-isu yang mereka khawatirkan tersebut, remaja Indonesia merasa tertarik untuk memberikan dampak dan membuat perubahan. Sebanyak 53% remaja mengungkapkan bahwa mereka “sangat” termotivasi untuk mengatasi ketidakadilan. Yang menarik juga adalah bahwa remaja Indonesia meyakini bahwa mereka bisa menjadi bagian dari kepedulian dan mampu untuk mengubah keadaan jika mereka dilibatkan di masa yang akan datang terkait masalah-masalah publik tersebut.
Seiring dengan semangat mereka untuk membuat perbedaan, remaja Indonesia juga memiliki harapan besar dalam kapasitas kolektif generasi mereka. Sebanyak 57% remaja Indonesia pada umumnya sangat setuju bahwa generasi mereka memiliki kemampuan untuk membuat dampak positif dan berarti bagi dunia.
Faith and Development Manager Wahana Visi Indonesia (WVI), Anil Dawan menjelaskan bahwa keprihatinan remaja akan isu-isu tersebut bisa menjadi pintu masuk yang efektif untuk kampanye pencegahan kekerasan terhadap anak di kalangan remaja melalui model peer support system.
Oleh karenanya, isu-isu ini jangan hanya menjadi bagian keprihatinan yang menuju pada pesimisme terhadap keadaan dunia yang buruk. Akan tetapi, dapat menjadi dorongan untuk melahirkan cita-cita yang lebih bermakna bagi hidupnya melalui pemilihan studi yang akan digelutinya, atau pun pekerjaan di masa depan,” kata Anil.
Anil menambahkan, perlu adanya peran dari semua pihak mulai dari keluarga, lingkungan masyarakat, pemimpin rohani untuk remaja hingga pemerintah untuk dapat mendukung cita-cita mereka untuk membuat perubahan. Berdasarkan laporan “Generasi Terbuka”, mayoritas remaja memiliki harapan yang tinggi di masyarakat, lembaga agama dan pemimpin pemerintah harus memainkan peran utama dalam mengatasi ketidakadilan.
Sebanyak 87% dari remaja yang termotivasi keadilan di Indonesia, menempatkan Pemerintah, Sekolah dan Lembaga Pendidikan sebagai pihak yang harus memainkan peran utama. Hal ini relevan dengan tahapan kehidupan remaja, karena bagi mereka sekolah merupakan pusat rutinitas dan perkembangan dirinya.
“Keluarga, Sekolah dan Lembaga Agama, Lembaga Pendidikan serta semua pihak perlu memahami ciri khas remaja masa kini yang terbuka, inklusif dengan kepedulian terhadap spiritualitas dan masalah keadilan di sekitarnya dengan 3D: Doakan Remaja, Dukung Remaja, dan Dampingi Remaja dalam tumbuh kembang mereka menemukan identitas dan keterlibatan mereka menjadi bagian dari solusi lingkungannya, dimanapun mereka berada,” tutup Anil.
Survei “Generasi Terbuka” dikembangkan dan dilakukan oleh Barna Group pada tahun 2021 dan diluncurkan secara global pada Oktober 2022, bekerjasama dengan Alpha, Biblica, dan World Vision, dengan dukungan tambahan dari Christian Vision, Bible Study Fellowship, Christ in Youth, dan Association of Christian Schools International.
Menindaklanjuti hasil laporan “Generasi Terbuka”, Wahana Visi Indonesia akan mengadakan diskusi bersama sejumlah lembaga gereja dan organisasi sosial peduli remaja di Indonesia pada tanggal 22 November 2022 di Kota Medan, Sumatra Utara. Hasil diskusi tersebut akan menjadi acuan lembaga-lembaga gereja, lembaga non pemerintah, dan sekolah dalam membangun karakter dan pribadi anak remaja di Indonesia.
Tentang Wahana Visi Indonesia (WVI)
Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah organisasi kemanusiaan Kristen yang fokus pada kesejahteraan anak tanpa membedakan suku, agama, ras, dan gender. WVI selalu berupaya membuat perubahan berkesinambungan pada kehidupan anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan, dan mendedikasikan diri untuk bekerjasama dengan masyarakat paling rentan tanpa membedakan agama, ras, etnis dan gender. Lebih dari 20 tahun, Yayasan Wahana Visi Indonesia telah menjalankan program pengembangan masyarakat yang berfokus pada anak. Ratusan ribu anak di Indonesia telah merasakan manfaat program pendampingan WVI.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: http://www.wahanavisi.org
