Belajar Kapal Mengapung: Siswa SDN 02 Mranggen Uji Kapal Aluminium Foil

mahasiswa teknik universitas diponegoro
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Wahyu Dwi Fikri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mengenal Prinsip Kapal Mengapung Lewat Kreasi dan Uji Coba Aluminium Foil

Mranggen, 11 Agustus 2026 --- Kalau ditanya kenapa kapal yang berat bisa tetap mengapung, mungkin jawaban awalnya masih terdengar sederhana: "Karena kapal nggak boleh tenggelam." Namun, 32 siswa kelas 6A SDN 02 Mranggen hari itu diajak mencari tahu jawabannya secara langsung lewat kegiatan "Belajar dari Air: Mengenal Prinsip Kapal Mengapung Melalui Kreasi Kapal Sederhana" yang dilaksanakan pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini merupakan program kerja monodisiplin yang dibawakan oleh mahasiswa KKN-T Undip Tim 118 Mranggen. Bukan sekadar duduk mendengarkan materi, siswa diajak mengenal dunia maritim, memahami kenapa benda bisa mengapung atau tenggelam, lalu membuktikannya sendiri lewat kapal sederhana yang mereka buat dari aluminium foil.
Kegiatan dimulai dengan pengenalan kapal dan dunia maritim menggunakan penjelasan yang dekat dengan keseharian siswa. Mereka diajak mengenal beberapa jenis kapal dan kegunaannya, sebelum masuk ke pembahasan yang menjadi inti kegiatan, yaitu prinsip benda mengapung dan tenggelam serta alasan sebuah kapal bisa tetap berada di atas air. Penyampaian materi dibuat interaktif dengan pertanyaan dan contoh sederhana, sehingga suasana kelas tidak terasa seperti pembelajaran satu arah. Dari sini, siswa mulai diajak berpikir bahwa ternyata ada alasan di balik kapal yang terlihat besar dan berat tetapi tetap bisa mengapung.
Setelah memahami dasar materinya, siswa langsung diajak mencoba. Selembar aluminium foil dibentuk menjadi kapal sederhana yang dipandu langsung oleh mahasiswa KKN-T Undip Tim 118 Mranggen dari awal hingga akhir. Seluruh siswa mengikuti langkah yang sama sehingga bentuk kapal yang dihasilkan relatif seragam. Dalam proses ini, siswa belajar mengikuti instruksi dengan teliti serta memahami bagaimana setiap langkah pembuatan memengaruhi kekuatan kapal dalam menahan beban.
Bagian yang paling ditunggu tentu saja saat kapal-kapal tersebut diuji. Satu per satu kapal diletakkan di atas air yang sudah disiapkan dalam ember besar, kemudian koin dimasukkan secara bertahap ke dalam kapal hingga akhirnya kapal tersebut tenggelam. Setiap koin yang masuk membuat siswa semakin penasaran. Ada yang mulai menghitung jumlah koin, ada yang memperhatikan kapal temannya, dan ada pula yang ikut tegang ketika kapalnya mulai miring. Kapal yang mampu menahan jumlah koin paling banyak kemudian mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan hasil kerja siswa.
Setelah semua kapal selesai diuji, kegiatan tidak langsung ditutup begitu saja. Hasil percobaan dibahas kembali bersama siswa untuk melihat kenapa ada kapal yang mampu membawa lebih banyak koin sementara kapal lain lebih cepat tenggelam. Dari sini, penjelasan tentang gaya apung kembali dikaitkan dengan apa yang baru saja mereka lihat sendiri. Siswa jadi bisa memahami bahwa kemampuan kapal untuk mengapung bukan hanya soal bahan yang digunakan, tetapi juga berkaitan dengan bentuk, keseimbangan, dan rancangan kapal.
Lewat kegiatan ini, pembelajaran tentang kapal dan gaya apung terasa lebih dekat karena siswa tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi langsung membuat, mencoba, dan melihat hasilnya sendiri. Bagi mahasiswa KKN-T Undip Tim 118 Mranggen, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk membawa materi yang dipelajari di Teknik Perkapalan ke dalam bentuk yang lebih sederhana dan mudah dipahami anak-anak. Dengan dukungan mahasiswa KKN-T Undip Tim 118 Mranggen, kegiatan berlangsung dengan suasana yang aktif dan penuh rasa penasaran. Dari sebuah lembar aluminium foil dan beberapa keping koin, siswa kelas 6A SDN 02 Mranggen akhirnya tidak hanya tahu bahwa kapal bisa mengapung, tetapi juga mulai memahami kenapa kapal bisa tetap mengapung dan bagaimana sebuah rancangan sederhana bisa menentukan seberapa banyak beban yang mampu dibawanya.
