Konten dari Pengguna

Guru Hebat: Merawat Kemanusiaan dalam Pusaran Kemajuan Teknologi

Wahyudin Sarban

Wahyudin Sarban

TA Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Pendidikan Kemendikdasmen

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Wahyudin Sarban tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Guru di Tengah Pusaran Kemajuan Teknologi

Guru era digital : Gemini.ai
zoom-in-whitePerbesar
Guru era digital : Gemini.ai

Hari Guru Nasional tahun ini datang membawa makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar hari peringatan tahunan, namun menjadi momentum refleksi kolektif atas arus perubahan masif di dunia pendidikan. Pascapandemi, percepatan teknologi, khususnya kehadiran Kecerdasan Artifisial (KA), telah mengubah wajah pendidikan secara dramatis. Mulai dari sajian kelas yang beragam, pembelajaran, hingga ekspektasi publik terhadap guru. Guru kekinian berdiri di garis depan tantangan multidimensi, mulai dari desakan digitalisasi, ketimpangan fasilitas, hingga isu kesehatan mental murid yang semakin kompleks.

Pengajar, Mentor, hingga Pembimbing Karakter Murid

Perubahan terbesar tidak lagi terletak pada alat yang digunakan, melainkan pada peran inti pendidik. Tugas guru telah bertransformasi total. Peran guru tidak selesai hanya sampai mentransfer informasi karena tugas tersebut sudah bisa dilakukan oleh KA dan internet. Peran mereka bergeser signifikan ke arah yang lebih mendasar, menyentuh inti dari fitrah manusia, yakni menjadi mentor karakter yang menanamkan nilai, moral, etika, dan mendorong pemikiran kritis. Lebih jauh, guru kini dituntut menjadi konselor emosional, menciptakan iklim pembelajaran yang humanis, kreatif dalam merespons isu psikososial dan kesehatan mental murid. Meskipun teknologi dapat mengambil alih tugas kognitif rutin, namun tidak akan pernah bisa menggantikan tugas-tugas kemanusiaan. Empati, kebijaksanaan, nilai, dan moral hanya dapat ditularkan melalui interaksi otentik, dan di sinilah posisi guru menjadi tak tergantikan.

Pendidikan Bermutu untuk Semua

Inisiatif dan program pemerintah diarahkan untuk mencapai satu visi: “Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua Menuju Indonesia Emas 2045”. Untuk mencapai tujuan mulia ini, dukungan terhadap guru semakin digalakkan. Peningkatan kualifikasi didorong melalui Beasiswa RPL S1 untuk 12.500 guru, Pendidikan Profesi Guru, Peningkatan Kompetensi BK dan Ke-BK-an, deep learning, hingga pelatihan koding dan kecerdasan artifisial guna menjawab tantangan pendidikan kekinian.

Guru Hebat, Indonesia Kuat!

Tema Hari Guru Nasional 2025 ialah Guru Hebat, Indonesia Kuat. Dalam bingkai guru hebat, salah satu yang utama untuk didiskusikan ialah isu kesejahteraan, baik itu kesejahteraan finansial maupun kesejahteraan psikologis. Perhatian pemerintah terhadap isu ini diwujudkan dalam berbagai program strategis, mulai dari tunjangan profesi guru yang ditransfer langsung ke rekening guru hingga peningkatan nominal yang diberikan. Kemudian, dari sisi psikologis, pemerintah melalui Kemendikdasmen sangat konsisten terhadap bagaimana meningkatkan kesejahteraan psikologis guru (teacher well-being), di mana guru yang sehat secara psikologis akan mencetak murid yang sehat mental dan berpikiran terbuka.

Mewujudkan Sekolah sebagai Ruang Tumbuh

Visi pendidikan bermutu untuk semua terwujud ketika sekolah bertransformasi menjadi ruang tumbuh yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) sebagaimana prinsip pembelajaran mendalam (deep learning). Sekolah harus menjadi tempat di mana rasa ingin tahu dibangkitkan, bukan hanya tempat transit pengetahuan semata. Guru memegang peran penting dalam mewujudkan visi pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia Emas 2045. Dukungan kepada para guru perlu diimplementasikan secara terang-benderang. Guru tidak boleh ditinggalkan sendiri memikul beban masa depan, karena sebagaimana konsep catur pusat pendidikan yang memiliki empat pilar utama dalam menciptakan pendidikan yang ideal, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.