kumparan
28 Juni 2017 21:59

Aneka Patung Logam Hiasi Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Dancing Queen II
Dancing Queen II, karya Nyoman Nuarta (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
Tampilan terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang terlihat begitu artistik dibandingkan dengan terminal 1 dan terminal 2. Hal ini dikarenakan ruangan terminal ini dipenuhi dengan karya-karya seni menarik.
ADVERTISEMENT
Karya-karya itu tidak lepas dari tangan seorang seniman yang berpengalaman, yaitu pematung sekaligus pelopor Gerakan Seni Rupa Baru pada tahun 1976, I Nyoman Nuarta.
Right and Alert
Right and Alert, karya Nyoman Nuarta (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
Sejarah mencatat deretan karya putra kelahiran pulau Dewata tersebut berhasil menjadi icon sebuah kota seperti monumen Jalesveva Jayamahe di Surabaya, Monumen Proklamasi Indonesia di Jakarta dan Patung Lembuswana di Pulau Kumala, Kalimantan Timur dan masih banyak lainnya.
Maya (Virtual)
Maya (Virtual), karya Nyoman Nuarta (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
Di terminal 3 sendiri, setidaknya ada sebanyak 28 karya Nyoman yang bisa Anda nikmati. Mulai dari area bandara hingga ruang tunggu. Di bundaran terminal 3 terdapat patung Garuda. Jika Anda hendak terbang ke luar negeri melalui gate 2, maka Anda akan melihat karya Nyoman seperti Rush Our II.
Garuda Wisnu Kencana
Garuda Wisnu Kencana, karya Nyoman Nuarta (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
Di ruang dalam, Anda bisa menikmati berbagai karyanya yang dibuat sejak tahun 1978 hingga 2007 seperti Group IV hingga yang terbaru Tree of Life. Hampir semua karyanya yang dipamerkan di terminal 3 ini, terbuat dari logam seperti tembaga, kuningan hingga kawat baja.
 Tree of Life
Tree of Life, karya Nyoman Nuarta (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
Ada sebuah karya yang sangat menarik perhatian, yaitu patung yang diberi tajuk Five officials. Patung yang terbuat dari kuningan dan tembaga ini menggambarkan lima orang pejabat yang tengah berdiri tegak sambil memandang ke berbagai arah.
Five Officials
Five Officials, karya Nyoman Nuarta (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
Di patung yang dibuat pada tahun 1990 ini Nyoman menuliskan sebuah keterangan yang menjelaskkan karyanya tersebut. "Lima pejabat larut terurai. Berdiri berjajar seolah memandang ke berbagai arah menghindari kontak mata -meredam kepedulian. Kehilangan wajah dan perlahan kehilangan bentuk tubuhnya, identitas dan martabat mereka turut memudar seturut akibat dari yang diperbuatnya".
Group IV
Group IV, karya Nyoman Nuarta (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
Karya lainnya seperti Dancing Queen II juga tampak begitu indah. Patung ini menggambarkan seorang gadis yang tengah menari balet dengan bertumpu pada ujung kakinya. Lekuk tubuh yang sempurna, ditambah garis-garis kuningan yang menggambarkan gerakan rambut serta gaun sang Ratu Dansa menambah kesan hidup patung ini. Patung berukuran manusia normal ini tampak berdiri kokoh di depan sebuah outlet makanan di bagian penerbangan Internasional.
La Madame
La Madame, karya Nyoman Nuarta (Foto: Amanaturrosyiah/kumparan)
Patung Miss Wolly juga tak kalah menarik dibandingkan dengan patung-patung yang telah disebutkan. Patung terletak di pintu keberangkatan Internasioanl ini dihiasi kawat baja yang digunakan untuk membentuk bulu-bulu putihnya justru terlihat empuk dan lembut.
Miss Wooly
Miss Wooly, karya Nyoman Nuarta (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
Sebelum melanjutkan perjalanan, banyak penumpang yang mengabadikan momen dengan berfoto bersama patung tersebut.
Gelora III (Surge III)
Gelora III (Surge III), karya Nyoman Nuarta (Foto: Amanaturrosyidah/kumparan)
ADVERTISEMENT
Video
Informasi lengkap soal bandara di Indonesia dan segala fasilitasnya bisa Anda pantau di aplikasi Indonesia Airports.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan