Mesin Pencacah Organik Tipe Reel, Solusi Cepat Kurangi Sampah dari Hulu

Dosen Teknik Pertanian dan Biosistem, Universitas Padjadjaran
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Wahyu Sugandi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Oleh : Wahyu K Sugandi, Asep Yusuf, Muhammad Saukat Dosen Teknik Pertanian FTIP Unpad
Pengelolaan sampah organik masih menjadi tantangan utama di berbagai kawasan perkotaan maupun lingkungan pendidikan. Data nasional menunjukkan bahwa sekitar 55–70 persen komposisi sampah di Indonesia merupakan sampah organik, seperti sisa makanan dan limbah daun. Jika tidak ditangani dengan baik, sampah organik yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan menghasilkan gas metana (CH₄), yang memiliki potensi pemanasan global sekitar 25 kali lebih besar dibanding karbon dioksida.
Menjawab persoalan tersebut, Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian mengembangkan mesin pencacah organik tipe reel sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah terpadu. Mesin ini dirancang untuk memperkecil ukuran sampah organik sebelum masuk ke tahap pengomposan atau pengolahan lanjutan.Secara teknis, mesin pencacah tipe reel menggunakan sistem pemotongan berbasis poros berputar (reel) yang dilengkapi pisau pencacah tersusun sejajar. Ketika material organik masuk melalui hopper, poros berputar akan menarik dan mencacah bahan hingga berukuran lebih kecil dan seragam. Mekanisme ini memungkinkan proses pencacahan berlangsung kontinu dengan tingkat efisiensi yang stabil.
Pengurangan ukuran partikel menjadi faktor penting dalam proses pengomposan. Secara ilmiah, semakin kecil ukuran bahan organik, semakin besar luas permukaan yang tersedia untuk aktivitas mikroorganisme. Hal ini dapat mempercepat proses dekomposisi dan memperpendek waktu pengomposan hingga 30–50 persen, tergantung jenis bahan dan kondisi operasional.Mesin pencacah organik tipe reel dirancang untuk mampu mengolah berbagai jenis limbah organik, seperti: sisa sayuran dan buah, limbah kantin,rumput dan dedaunan, residu pertanian skala kecil. Mesin pencacah ini mempunyai kapasitas aktul 1 ton/jam dengan motor penggerak menggunakan motor listrik 3 HP dengan waktu kerja 5–6 jam per hari, sehingga signifikan dalam mengurangi beban pengangkutan ke TPA.
Selain meningkatkan efisiensi pengolahan, pencacahan juga membantu mengurangi volume sampah hingga 40–60 persen, sehingga kebutuhan ruang penyimpanan sementara menjadi lebih kecil. Dari sisi rekayasa, tipe reel dipilih karena memiliki karakteristik putaran yang lebih stabil dan distribusi beban potong yang merata dibanding sistem pukul (hammer). Hal ini membuat konsumsi energi relatif lebih efisien dan getaran mesin lebih terkendali. Sistem juga dilengkapi pelindung pisau, rangka baja struktural, serta mekanisme penghentian darurat untuk menjamin keamanan operator. Pengembangan mesin ini tidak hanya berorientasi pada kinerja teknis, tetapi juga pada kemudahan perawatan. Komponen seperti pisau reel dapat dilepas dan diasah ulang, sehingga memperpanjang umur pakai serta menekan biaya operasional jangka panjang. Integrasi mesin pencacah organik tipe reel dalam sistem pengelolaan sampah kampus memberikan dampak signifikan. Dengan pengolahan di sumber, volume sampah yang dikirim ke TPA dapat ditekan secara bertahap.
