Konten dari Pengguna

Kita Baru Sadar Pentingnya Sistem Informasi Ketika Semuanya Berhenti

Muhammad Ridwan

Muhammad Ridwan

Mahasiswa S1 Sistem Informasi Universitas Pamulang

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Ridwan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kita berpikir apa yang terjadi jika suatu hari sistem di kampus tiba-tiba tidak bisa digunakan?

Ilustrasti yang di ambil saat
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasti yang di ambil saat

Absensi tidak dapat dibuka, pembayaran tidak tercatat, Web Kampus mengalami Eror, Data Mahasiswa tidak muncul, Tugas tidak bisa dikumpulkan, Bahkan sekedar melihat jadwal kuliah pun menjadi masalah.

Mungkin sebagian dari kita akan merasa kesal. namun, setelah sistem kembali normal, kita mungkin langsung melupakan nya dan kembali menggunakan teknologi seperti.

Menurut saya, justru dari sini lah kita bisa melihat berapa pentingnya sistem informasi dalam kehidupan sehari-hari.

Sistem Informasi sering dianggap sebagai sesuatu yang hanya berhubungan dengan komputer, aplikasi, atau pekerjaan orang-orang di bidang teknologi infirmasi. Padahal, tanpa kita sadari, hampir setiap hari kita berinteraksi dengan sistem informasi.

Contoh nya ketika membeli makanan melalui aplikasi, misalnya: Kita hanya melihat beberapa tombol di layar. Kita memilih makanan, menentukan alamat, melakukan pembayaran, lalu menunggu pesanan datang.

Bagi pengguna, proses tersebut terlihat sederhana.

Namun, dibalik layar ada banyak proses informasi yang harus bekerja sejara bersamaan. Data restoran, menu, harga, lokasi pelanggan, informasi pembayaran, hingga status pesanan harus saling terhubung. Jika salah satu bagian mengalami masalah, pengalaman pengguna juga ikut terganggu.

Hal menarik nya adalah kita hampir tidak pernah memikirkan semua proses tersebut ketika semuanya berjalan dengan baik.

kita baru menyadari nya setelah ada kesalahan. Misalnya, ketika saldo terpotong tetapi transkasi belum masuk, atau ketika aplikasi tidak dapat digunakan pada saat kita benar-benar membutuhkan nya. Pada saat itulah terjadi sistem infromasi yang sebelumnya tidak terlihat tiba-tiba menjadi sesuatu yang sangat penting.

Menurut saya, ini menunjukan bahwa keberhasilan sebuah sistem informasi tidak selalu terlihat dari seberapa canggih teknologi yang digunakan. Sistem yang bagus justru sering kali terasa biasa saja karena pengguna tidak perlu memikirkan bagaimana sistem tersebut bekerja.

Kita cukup menggunakannya saja.

Hal tersebut membuat saya berfikir bahwa sistem informasi memiliki peran yang cukup unik. Semakin baik sebuah sistem bekerja, semakin tidak terlihat keberadaan nya bagi pengguna.

Bayangkan sebuah lampu dalam ruangan. Ketika lampu menyala, kita mungkin tidak memikirkannya sama sekali. Namun ketika lampu mati, keberadaan nya langsung terasa.

Sistem Informasi juga kurang lebih seperti itu.

Kita mungkin tidak memikirkan database ketika melihat nilai kuliah, kita tidak memikirkan server ketika membuka aplikasi, kita juga tidak memikirkan proses pertukaran data ketika melakukan pembayaran digital. Yang kita lihat hanyalah hasil akhirnya.

Padahal, hasil tersebut muncul karena adanya banyak bagian yang bekerja di belakang layar.

Disinilah menurut saya mahasiswa Sistem informasi memiliki tantangan yang menarik, kini kita belajar mengenai teknologi digunakan untuk menyelesaikan masalah manusia.

Karena pada akhirnya, teknologi yang canggih belum tentu menjadi sistem yang baik.

Sebuah sistem bisa saja memiliki banyak fitur, tampilan yang menarik, dan teknologi terbaru. Namun, jika pengguna kesulitan memakainya, informasi yang dihasilkan tidak akurat, atau prosesnya justru menjadi lebih rumit, maka kecanggihan tersebut menjadi kurang berarti.

Saya pernah melihat bagaimana sebuah proses sederhana dapat terasa sangat merepotkan hanya karna sistem yang digunakan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Dari situ saya mulai memahami bahwa sistem informasi bukan sekedar persoalan "membuat aplikasi".

Ada manusia yang menggunakan nya.

Ada data yang harus di kelola.

Ada proses yang harus dijalankan.

Dan ada keputusan yang nantinya di ambil berdasarkan informasi tersebut.

Karena itu, menurut saya, Orang yang mempelajari Sistem Informasi tidak cukup hanya memahami bagaimana sebuah sistem dibuat. Kita juga perlu memahami siapa yang akan menggunakan sistem tersebut dan masalah apa yang sebenarnya ingin di selesaikan.

Jangan sampai kita membuat sistem yang menurut kita bagus, tetapi justru menyulitkan orang yang menggunakannya.

Perkembangan teknologi juga membuat tantangan tersebut semakin besar. Sekarang kita mulai mengenal kecerdasan buatan, otomatisasi, komputasi awan, dan berbagai teknologi lainnya. Semua perkembangan tersebut memang membuka banyak kemungkinan baru.

Namun, semakin banyak teknologi yang digunakan, semakin penting pula kemampuan manusia untuk memahami bagaimana teknologi tersebut bekerja sebagai sebuah sistem.

Menurut saya, inilah alasan mengapa Sistem Informasi masih relevan untuk dipelajari.

Bukan karena kita harus mengikuti semua teknologi terbaru, melainkan karena kita perlu memahami hubungan antara manusia, data, proses, dan teknologi.

Sebab, teknologi pada akhirnya dibuat untuk membantu manusia.

Bukan sebaliknya.

Mungkin kita tidak akan pernah mengingat nama database yang menyimpan data kita. Kita juga mungkin tidak akan pernah tahu server mana yang memproses permintaan kita.

Dan sebenarnya, tidak masalah.

Justru ketika semuanya berjalan lancar, kita tidak perlu memikirkannya.

Namun, setiap kali sebuah sistem berhenti bekerja dan kita mulai merasa panik, mungkin itu adalah pengingat sederhana bahwa ada sesuatu yang selama ini bekerja di belakang layar untuk membuat kehidupan kita terasa mudah.

Kita baru sadar betapa pentingnya sistem informasi ketika semuanya berhenti.

Dan mungkin, sistem informasi yang paling baik adalah sistem yang membuat kita tidak perlu memikirkan bahwa ia sedang bekerja.