Ojol dan Sistem Informasi di Balik Layar

Mahasiswa S1 Sistem Informasi Universitas Pamulang
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Muhammad Ridwan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pernah penasaran bagaimana ojol menemukan driver terdekat?
Kita mungkin hanya melihatnya sebagai proses sederhana: memasukan lokasi, memilih layanan, lalu menunggu driver datang. Namun, di balik proses tersebut terdapat Sistem Informasi yang bekerja untuk mengolah berbagai data secara cepat.
Mulai dari lokasi pengguna, dari posisi driver, tujuan perjalanan, hingga informasi pesanan harus diproses agar layanan dapat berjalan dengan baik. tanpa sistem iformasi, aplikasi transportasi online tidak akan semudah yang kita gunakan saat ini.
Apa itu Sistem Informasi?
Secara sederhana, sistem informasi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan menyajikan data menjadi informasi yang dapat digunakan.
Sistem informasi tidak hanya berkaitan dengan komputer atau aplikasi. Di dalamnya terdapat berbagai komponen yang saling berhubungan, seperti manusia, perangkat keras, perangkat lunak. data dan prosedur.
Dalam kehidupan sehari hari, sebenarnya kita sering menggunakan sistem informasi tanpa menyadarinya. Contohnya adalah aplikasi perbankan, marketplace, media sosial, sistem akademik kampus, hingga aplikasi ojek online.
Ketika kita Memesan Ojol, Data Apa Saja yang sedang Bekerja?
Saat seseorang membuka aplikasi ojek online dan memasukan lokasi tujuan, sebenarnya ada banyak data yang di proses.
Lokasi pengguna menjadi salah satu data penting. Sistem informasi dapat menggunakan informasi lokasi dari perangkat untuk mengetahui posisi pemngguna. Di sisi lain, aplikasi juga membutuhkan informasi mengenai posisi driver yan tersedia.
Data tersebut kemudia digunakan untuk membantu sistem menentukan driver yang dapat menerima pesanan.
Teknologi berbasis lokasi atau GPS memang menjadi bagian penting dalam layanan transportasi online. GPS memungkinkan posisi perangkat diketahui berdasarkan koordinat lokasi dan kemudian ditampilkan dalam bentuk peta digital.
Jadi, ketika kita melihat ikon driver bergerak di peta, sebenarnya kita sedang melihat hasil dari proses pengolahan data lokasi.
Bagaimana Aplikasi bisa mengetahui Driver mana yang berada di sekitar kita?
Jawaban nya tidak sesederhana hanya melihat peta.
Sistem harus mengolak sejumlah informasi, seperti lokasi pengguna, lokasi driver, status ketersediaan driver, tujuan perjalanan, dan informasi pesanan.
Data tersebut perlu di proses dengan cepat agar pengguna tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan respons dari aplikasi.
Dalam sistem informasi transportasi, data yang digunakan berupa data yang bersifat tetap maupun data real-time. Informasi real-time sangat penting karena posisi kendaraan dan posisi perjalanan dapat berubah setiap saat.
Bayangkan jika posisi driver baru diperbarui setiap 10 menit. Driver terlihat berada di dekat kita mungkin sebenarnya sudah berpindah cukup jauh. Karena itu, pembaruan informasi menjadi bagian penting dalam layanan transportasi berbasis aplikasi.
Database Menjadi Bagian Penting
Selain GPS, ada komponen lain yang tidak kalah penting, yaitu database atau basis data.
Database dapat digunakan untuk menyimpan berbagai informasi yang diperlukan oleh sistem. Misalnya, data pengguna, data driver, informasi kendaraan, riwayat perjalanan, hingga data transaksi.
Penelitian mengenai basis data pada aplikasi transportasi online juga menunjukan bahwa basis data memiliki peran penting dalam mendukung kecepatan, kestabilan, dan pengelolaan data pada layanan digital.
Dengan adanya database, sistem tidak perlu mengandalkan ingatan manusia untuk menyimpan jutaan informasi. Data dapat disimpan dan dipanggil kembali ketika dibutuhkan.
Sistem Informasi Tidak Hanya Tentang Coding
Ketika mendengar istilah Sistem Informasi, sebagian orang mungkin langsung berpikir tentang programmer dan coding.
Padahal, Sistem Informasi memiliki cakupan yang lebih luas.
Seorang mahasiswa Sistem Informasi tidak hanya mempelajari cara membuat program, tetapi juga mempelajari bagaimana sebuah sistem dirancang agar dapat membantu kebutuhan manusia dan organisasi.
Misalnya, ketika sebuah perusahaan ingin membuat aplikasi, dibutuhkan proses untuk mengetahui masalah pengguna, menganalisis kebutuhan, merancang sistem, mengelola database, hingga melakukan pengujian.
Dengan kata lain, teknologi bukan hanya tentang membuat sesuatu menjadi digital, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat menyelesaikan masalah.
Mengapa Kita Perlu Memahami Sistem Informasi?
Menariknya, kita tidak harus menjadi programmer untuk merasakan manfaat sistem informasi.
Setiap kali memesan makanan, menggunakan mobile banking, membeli barang secara online, mengisi KRS, atau memesan transportasi, kita sedang berinteraksi dengan sistem digital.
Karena itu, mempelajari Sistem Informasi sebenarnya membuat kita lebih memahami bagaimana teknologi yang kita gunakan sehari-hari bekerja.
Kita mungkin hanya melihat sebuah aplikasi sebagai kumpulan tombol di layar. Namun, di balik setiap tombol tersebut terdapat data, sistem, manusia, dan proses yang saling terhubung.
Jadi, lain kali ketika memesan ojol dan mendapatkan driver dalam hitungan detik, ingat bahwa ada sistem informasi yang bekerja di balik layar.
Teknologi yang terlihat sederhana bagi pengguna sebenarnya dapat melibatkan proses yang cukup kompleks. Justru di situlah menariknya Sistem Informasi: membuat sesuatu yang rumit menjadi terasa sederhana bagi penggunanya.
