Parkir Kampus Semrawut, Salah Mahasiswa atau Masalah Pengelolaan SDM?
Tulisan dari Wardah Hafizhah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siang hari di lingkungan kampus sering kali diwarnai pemandangan kendaraan yang terparkir tidak pada tempatnya. Motor memenuhi area parkir, sebagian bahkan berada di trotoar atau bahu jalan. Di satu sisi, mahasiswa membutuhkan tempat parkir yang mudah diakses agar dapat mengikuti perkuliahan tepat waktu. Di sisi lain, kampus perlu memastikan fasilitas dan pengelolaan parkir mampu mengikuti kebutuhan penggunanya.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan: apakah masalah parkir hanya disebabkan oleh ketidakdisiplinan mahasiswa, atau ada persoalan dalam pengelolaan fasilitas kampus yang juga perlu diperhatikan?
Ketika Kapasitas Parkir Tidak Seimbang dengan Jumlah Kendaraan
Masalah parkir dapat muncul ketika jumlah kendaraan yang datang tidak sebanding dengan kapasitas tempat parkir yang tersedia. Pada jam-jam sibuk, mahasiswa dapat menghabiskan waktu cukup lama untuk mencari tempat kosong.
Ketika tempat parkir penuh, sebagian mahasiswa akhirnya memilih lokasi lain yang sebenarnya tidak diperuntukkan sebagai area parkir. Trotoar, bahu jalan, atau area tertentu di sekitar gedung perkuliahan kemudian digunakan karena dianggap sebagai pilihan yang paling mudah dan dekat dengan ruang kelas.
Kondisi seperti ini tidak hanya mengganggu kerapian lingkungan kampus, tetapi juga dapat memengaruhi kelancaran lalu lintas di dalam area kampus.
Dari Sisi Mahasiswa: Antara Aturan dan Kondisi Lapangan
Sebagian mahasiswa tentu memahami bahwa kendaraan seharusnya ditempatkan di area yang telah ditentukan. Namun, situasi di lapangan terkadang membuat mahasiswa berada dalam posisi yang sulit.
Ketika tempat parkir penuh dan waktu perkuliahan semakin dekat, mahasiswa harus memilih antara terus mencari tempat parkir atau menggunakan area yang sebenarnya bukan tempat parkir. Jika kondisi tersebut terjadi berulang kali, perilaku parkir sembarangan juga dapat berkembang menjadi kebiasaan karena dianggap sebagai sesuatu yang wajar.
Selain itu, kebiasaan mengikuti perilaku pengguna lain juga dapat memengaruhi. Ketika seseorang melihat kendaraan lain diparkir di area yang tidak semestinya tanpa adanya penertiban, kemungkinan untuk melakukan hal yang sama dapat semakin besar.
Dari Sisi Manajemen: Fasilitas dan Pengelolaan Perlu Berjalan Bersama
Persoalan parkir tidak cukup dilihat hanya dari perilaku mahasiswa. Pengelolaan fasilitas juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang tertib.
Kampus perlu melakukan evaluasi terhadap kapasitas dan penggunaan lahan parkir secara berkala. Jika jumlah kendaraan terus meningkat, kebutuhan terhadap pengaturan ruang, alur kendaraan, rambu-rambu, serta alternatif fasilitas parkir juga perlu diperhitungkan.
Selain menyediakan fasilitas, penegakan aturan juga harus dilakukan secara konsisten. Petugas dapat memberikan arahan kepada mahasiswa mengenai lokasi parkir yang diperbolehkan dan menertibkan kendaraan yang mengganggu akses pejalan kaki maupun jalur kendaraan
Solusi: Tidak Hanya Menyalahkan Satu Pihak
Penyelesaian masalah parkir membutuhkan peran dari mahasiswa dan pihak manajemen kampus.
Bagi manajemen kampus, evaluasi kapasitas parkir dapat menjadi langkah awal. Kampus juga dapat mempertimbangkan penataan ulang area parkir, perbaikan alur lalu lintas, penambahan rambu, serta sistem yang membantu pengguna mengetahui area parkir yang tersedia.
Sementara itu, mahasiswa tetap memiliki tanggung jawab untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Datang lebih awal ketika mengetahui area parkir sering penuh juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko terlambat masuk kelas.
Yang tidak kalah penting, mahasiswa dapat menyampaikan keluhan dan masukan melalui organisasi atau lembaga kemahasiswaan. Dengan begitu, persoalan parkir tidak hanya menjadi keluhan pribadi, tetapi dapat disampaikan sebagai masukan untuk perbaikan pengelolaan kampus.
Parkir Rapi, Lingkungan Kampus Lebih Kondusif
Masalah parkir mungkin terlihat sederhana, tetapi pengelolaannya berkaitan dengan kenyamanan, keamanan, dan keteraturan lingkungan kampus.
Mahasiswa perlu memahami bahwa keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk mengabaikan aturan. Pada saat yang sama, kampus juga perlu memastikan bahwa aturan tersebut didukung oleh fasilitas dan pengelolaan yang memadai.
Pada akhirnya, lingkungan kampus yang tertib tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Mahasiswa dan manajemen kampus perlu menjalankan perannya masing-masing agar persoalan parkir dapat ditangani dengan lebih baik.
Artikel ini ditulis oleh Wardah Hafizhah. Mahasiswa Manajemen S1, Universitas Pamulang, sebagai tugas mata kuliah Perencanaan SDM di bawah bimbingan Bapak Dodi Prasada, S.E., M.M.

