Konten dari Pengguna

Dalam Pernikahan, Wanita Lebih Tak Bahagia Dibanding Pria

Warta Wanita

Warta Wanita

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Warta Wanita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Pernikahan, Wanita Lebih Tak Bahagia Dibanding Pria
zoom-in-whitePerbesar

Wartawanita.com – Ini akan menjadi sebuah berita tidak mengenakan bagi para Istri. Berdasarkan hasil sebuah penelitian yang dilakukan oleh The Austin Institute, wanita lebih dominan ingin mengakhiri pernikahan dibandingkan pria. Tidak sampai di situ saja, tetapi wanita juga lebih bersedia untuk benar-benar mengakhiri hubungannya dengan pria.

Penemuan ini sendiri merupakan hasil dari sebuah penelitian akademis mengenai keluarga, seks, kehidupan sosial dan hubungan interaksi manusia. Penelitian dilakukan kepada lebih dari 15000 orang dewasa, dan hampir 4000 diantaranya telah bercerai.

1. Wanita lebih tidak bahagia dalam pernikahan dibanding pria

Ketika partisipan ditanya apakah mereka pernah memikirkan untuk meninggalkan pasangannya, 20% wanita menikah menjawab ya, sementara hanya 13 pria meningkah yang menjawab ya.

2. Wanita lebih menginginkan perceraian, dan tercatat, mereka benar-benar mengajukan perceraian ke pengadilan

Masih menurut penelitian dari The Austin Institute, dibandingkan pria, lebih banyak wanita yang mengajukan cerai dalam periode lebih dari 125 tahun. Jadi memang tidak mengejutkan ketika ditanya siapa yang lebih menginginkan berpisah, kedua pasangan akan mengatakan sang istrilah yang menginginkannya.

3. Ketidaksetiaan adalah alasan utama perceraian

Berdasarkan laporan, perselingkuhan adalah alasan utama pernikahan berakhir dengan perceraian. Namun hal ini dilakukan oleh masing-masing pasangan. Alasan perceraian diantaranya: - Ketidaksetiaan baik oleh istri atau suami: 37% - Pasangan yang tidak memenuhi kebutuhan: 32% - Kebosanan: 30% - Pasangan yang tidak dewasa: 30% - Pelecehan emosional: 29% - Keuangan: 24% - Alkohol dan penyalahgunaan obat-obatan: 23%

Memang banyak faktor yang mengakibatkan retaknya sebuah pernikahan. Apapun alasannya, namun menurut hasil penelitian, sang istri disebut sebagai pihak yang paling tidak bahagia dan menginginkan perpisahaan, daripada sang suami. Untuk Artikel Psikologi Lainnya - Wartawanita Psikologi