kumparan
4 Jun 2018 16:28 WIB

Warga Desa Sumberkare Blokade Proyek Tol Pasuruan-Probolinggo

Ratusan warga Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, memblokade proyek tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), Senin (4/6). Sebab sudah satu tahun lamanya akses menuju sawah mereka tertutup proyek strategis nasional (PSN) tersebut.
ADVERTISEMENT
Ratusan warga itu berasal dari dua dusun, yakni Dusun Gedangan dan Dusun Krajan. Mereka secara bersama-sama melakukan blokade area proyek Tol Pasuruan Probolinggo (Paspro) di desa setempat. Mereka membentangkan pohon bambu di tengah proyek yang tengah digarap oleh kontraktor.
Warga menuntut jalan tembusan yang menjadi satu-satunya akses untuk ke sawah dibuka kembali. Jika tak dibuka, warga menuntut dibuatkan jalan alternatif. Sebab bila jalan tersebut ditutup maka akses warga menuju ke sawah mereka tidak ada lagi.
“Kami hanya meminta dibuatkan jalan alternatif untuk menuju ke sawah. Rumah warga ini mayoritas di Dusun Krajan dan sawahnya di Dusun Gedangan sebelah. Kalau jalan desa ini ditutup dan tidak diganti jalan baru kami lewat mana kalau mau ke sawah,” ujar H. Kodim, salah satu tokoh masyarakat.
ADVERTISEMENT
Kosim menuturkan, aksi warga itu dilakukan karena selama lebih setahun tak ada kejelasan dari pihak PPK maupun PT Waskita Karya selaku pelaksana proyek. Jalan akses itu ditutup untuk kegiatan pembangunan tol.
“Warga sudah tidak tahan. Kami butuh kejelasan untuk membuka kembali atau dibuatkan jalan alternatif sebagai pengganti jalan setapak yang sudah ditutup oleh pihak proyek Tol Paspro,” ucap Kosim.
Hingga saat ini belum ada konfirmasi dari pihak pelaksana proyek pembangunan Tol Paspro PT Waskita Karya. “Harus ada janji dulu kalau mau ketemu orang kantor, tidak bisa langsung,” kata salah satu sekuriti kantor PT Waskita Karya di Jalan Raya Bromo, Kelurahan Triwung Lor, Kota Probolinggo.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan