Aaron Rowe Bela Ed Sheeran Usai Boikot Tur Konser Terkait Isu Palestina

Panggung musik global tengah memanas setelah keputusan didepaknya Macklemore dari rangkaian tur konser Ed Sheeran yang bertajuk Loop Tour. Keputusan ini memicu gelombang solidaritas dari sejumlah musisi pembuka yang memilih mundur, namun salah satu dari mereka, Aaron Rowe, kini pasang badan untuk membela musisi asal Inggris tersebut.
Rowe menegaskan bahwa kemarahan publik saat ini salah sasaran. Menurutnya, keputusan mendepak Macklemore bukanlah murni kehendak Sheeran, melainkan hasil tekanan dari pihak pemilik venue dan promotor besar yang memiliki pengaruh finansial masif di industri hiburan.
Kronologi Pendepakan Macklemore dari Panggung Tur
Masalah ini bermula ketika Macklemore menyuarakan dukungannya terhadap Palestina serta membawakan lagu protesnya yang berjudul Hind's Hall dalam konser di MetLife Stadium awal September lalu. Pascaaksi tersebut, sang rapper langsung dicoret dari delapan jadwal konser berikutnya yang seharusnya ia isi sebagai penampil pembuka.
Pihak Messina Touring Group selaku promotor menjelaskan bahwa sejumlah pengelola venue memberikan peringatan keras. Mereka mengancam tidak akan mengizinkan konser berlangsung jika Macklemore tetap berada di dalam daftar penampil. Kondisi ini membuat situasi di balik layar menjadi sangat tegang.
Meskipun Sheeran mengaku telah berdiskusi dengan berbagai pihak untuk mencari jalan tengah, ia tidak memiliki kekuatan hukum untuk membatalkan keputusan promotor. Hal inilah yang memicu kritik tajam dari para penggemar yang menganggap Sheeran tidak cukup berani membela rekan sesama musisi.
Aaron Rowe Tunjuk Robert Kraft Sebagai Dalang Utama
Melalui sebuah video di media sosial, Rowe secara terbuka meminta publik untuk berhenti menyalahkan Sheeran secara sepihak. Ia justru menunjuk Robert Kraft, miliarder pemilik Kraft Group yang menguasai Gillette Stadium—salah satu lokasi konser yang melarang kehadiran Macklemore.
“Saya akan jujur. Saya pikir Anda semua fokus pada orang yang salah di sini,” ujar Rowe dalam unggahan videonya. Ia menambahkan, “Yang terus saya dengar hanyalah Ed Sheeran begini, Ed Sheeran begitu—padahal Anda seharusnya fokus pada orang-orang seperti Robert Kraft.”
Meskipun Rowe sendiri memutuskan mundur sebagai opener tur karena enggan mendukung pembungkaman ekspresi politik artis oleh para miliarder, ia meyakini tim Sheeran hanya panik saat mengambil keputusan tersebut. Rowe juga percaya bahwa Sheeran kini menyadari keputusan mendepak Macklemore adalah sebuah kekeliruan besar.
Solidaritas Para Musisi dan Dampak Finansial
Langkah mundurnya Rowe kemudian diikuti oleh sejumlah nama besar lainnya seperti Lukas Graham, FINNEAS, hingga grup musik asal Irlandia, Beoga. Aksi solidaritas ini membuat konser Sheeran di Philadelphia terpaksa berjalan tanpa adanya penampil pembuka sama sekali.
Di tengah ketegangan ini, Macklemore berkomitmen menyumbangkan pendapatan bersih turnya sebesar 1 juta dolar AS untuk organisasi kemanusiaan Palestina. Ia juga menantang Kraft untuk menyamai nominal tersebut, yang kemudian direspons Kraft dengan komitmen donasi sebesar 2 juta dolar AS setelah adanya diskusi lebih lanjut dengan pihak Sheeran.

