Konten dari Pengguna

Ariana Grande Murka Lagunya Dipakai dalam Video Kontroversial ICE

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Watch and Listen tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Diva pop dunia Ariana Grande baru saja meluapkan kekesalan yang luar biasa setelah lagunya yang berjudul bye rilis 2024 digunakan sebagai latar musik video kampanye Gedung Putih. Video yang diunggah ke platform TikTok tersebut menampilkan aksi penangkapan imigran oleh ICE dan memicu reaksi keras dari sang penyanyi.

Kecaman Keras Sang Bintang untuk Gedung Putih

Ariana tidak tinggal diam melihat track andalannya disalahgunakan untuk kepentingan politik yang tidak sejalan dengan pandangannya. Dirinya langsung menyerbu kolom komentar video tersebut untuk menyampaikan keberatan secara terbuka.

Penyanyi papan atas ini meminta pihak Gedung Putih untuk tidak lagi menggunakan karya musiknya dalam konten yang ia nilai sebagai omong kosong yang biadab, tidak manusiawi, dan keji. Ia bahkan secara gamblang menuliskan umpatan terhadap lembaga ICE dalam komentar tersebut awal pekan ini.

Pihak perwakilan Ariana Grande telah mengonfirmasi bahwa komentar tersebut memang ditulis langsung oleh sang penyanyi. Meski sempat muncul kendala teknis yang membuat komentar itu tidak terlihat publik, upaya penghapusan audio pun segera dilakukan. Tidak lama setelah protes keras dilayangkan, musik dalam klip tersebut akhirnya benar-benar dihilangkan.

Balasan Tajam dari Pihak Pemerintah

Tanggapan pun datang dari juru bicara Gedung Putih Abigail Jackson yang menanggapi keras protes dari Ariana. Pihak pemerintah justru balik menuding bahwa label biadab yang disebut Ariana lebih pantas disematkan kepada para imigran ilegal kriminal.

Berikut adalah poin-poin mengenai perseteruan antara pihak pemerintah dan sang musisi:

  • Ariana Grande menegaskan penolakannya agar musik miliknya tidak dikaitkan dengan kebijakan imigrasi yang kontroversial.
  • Gedung Putih bersikeras bahwa kebijakan yang mereka jalankan adalah respons atas tindak kriminal yang dilakukan oknum imigran.
  • Abigail Jackson menyatakan bahwa pihak yang benar-benar keji adalah mereka yang telah melukai dan membunuh warga negara Amerika yang tidak bersalah.
  • Pihak manajemen Ariana berhasil menekan agar audio musik dalam video TikTok tersebut segera dihapus.

Rekam Jejak Aktivisme Ariana Grande

Ini bukan kali pertama Ariana Grande menunjukkan sikap vokal terhadap kebijakan pemerintahan di bawah naungan Donald Trump. Sebelumnya pada 2025, pelantun lagu populer ini pernah membagikan unggahan kritikus mengenai penggerebekan ICE serta retorika yang dinilai transfobik.

Ariana juga dikenal aktif dalam mendukung agenda politik Partai Demokrat. Ia sempat memberikan dukungan penuh kepada Kamala Harris selama pemilihan presiden 2024. Bahkan jauh sebelumnya, sang diva sudah menunjukkan keterlibatan dalam kegiatan kenegaraan dengan tampil di Gedung Putih pada era pemerintahan Barack Obama dan Michelle Obama tepatnya tahun 2014 lalu.

Panggung Seni Berbenturan dengan Realitas Politik

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa karya musik seorang seniman sering kali memiliki makna personal yang berbeda jauh dari narasi politik yang dibangun pihak tertentu. Ketika sebuah lagu yang menjadi bop dan digemari banyak orang justru dicatut untuk kepentingan yang memicu perdebatan publik, reaksi keras dari sang pemilik karya adalah konsekuensi yang tidak terelakkan. Perselisihan ini menambah daftar panjang ketegangan antara tokoh budaya pop dunia dengan dinamika politik yang terjadi di Amerika Serikat.