Cerita Colin Kaepernick yang Pernah Diminta Sang Ibu Pacari Taylor Swift

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang warga memprotes kehadiran Colin Kaepernick di Riverdale.
zoom-in-whitePerbesar
Seorang warga memprotes kehadiran Colin Kaepernick di Riverdale.

Dalam buku memoar terbarunya yang berjudul The Perilous Fight, mantan pemain NFL Colin Kaepernick membagikan sebuah kisah menarik dari masa lalunya. Atlet sekaligus aktivis hak-hak sipil tersebut mengungkapkan bahwa sang ibu angkat, Teresa, pernah menyarankannya untuk mendekati bintang pop global Taylor Swift. Saran tersebut dilontarkan jauh sebelum Swift menjalin hubungan dengan pasangannya saat ini, Travis Kelce.

Namun, di balik kisah yang terdengar menggelitik tersebut, Kaepernick justru melihatnya sebagai refleksi mendalam dari ketidakpahaman orang tuanya terhadap identitas dirinya. Sebagai seorang anak berdarah campuran yang diadopsi oleh pasangan kulit putih, perbedaan budaya dan perspektif rasial sering kali menciptakan jarak emosional yang cukup besar di antara mereka.

Perbedaan Pandangan Ibu dan Anak Soal Pasangan Hidup

Kisah ini bermula saat Kaepernick masih aktif berkarier di liga sepak bola Amerika Serikat. Sang ibu secara terang-terangan membujuknya untuk mengajak Swift berkencan karena menganggap mereka berdua akan menjadi pasangan yang sangat serasi. Meski demikian, Kaepernick langsung menolak ide tersebut karena merasa tidak memiliki kecocokan secara personal.

“Tentu tanpa bermaksud menyinggung Taylor, tapi dia bukan tipe saya,” tulis Kaepernick dalam buku memoir tersebut. Penolakan ini bukan sekadar masalah selera, melainkan representasi dari rasa frustrasi Kaepernick terhadap sang ibu yang dinilai tidak benar-benar memahami jati dirinya sebagai pria kulit hitam.

Bagi Kaepernick, saran tersebut menjadi salah satu bukti nyata bahwa orang tua angkatnya kesulitan melihat esensi aslinya. Ia merasa ada upaya terselubung untuk mengarahkannya pada standar tertentu yang tidak sesuai dengan jiwanya. “Sangat mengecewakan bagi saya karena ibu saya sepertinya tidak mampu melihat siapa saya sebenarnya,” ungkapnya lagi dalam buku tersebut.

Ketimpangan Sikap Sang Ibu Terkait Isu Rasial

Untuk memberikan konteks yang lebih jelas mengenai dinamika hubungannya dengan sang ibu, Kaepernick membandingkan momen tersebut dengan kejadian di masa sekolahnya. Saat masih di sekolah menengah, ia pernah mengajak seorang teman sekelasnya yang berkulit hitam bernama Crystal untuk menghadiri acara pesta dansa homecoming.

Pertemuan romantis tersebut diabadikan dalam sebuah foto formal yang indah. Namun, alih-alih memajangnya, sang ibu justru menyembunyikan foto kebersamaan Kaepernick dengan Crystal di laci terdalam secara diam-diam. Tindakan ini memberikan luka batin tersendiri bagi sang atlet yang sedang mencari jati diri.

Sikap berbeda ditunjukkan sang ibu ketika Kaepernick pergi ke pesta dansa berikutnya bersama Lindsay, seorang gadis kulit putih yang merupakan anak dari teman ibunya. Foto mereka langsung dipajang dengan bangga di dinding rumah agar bisa dilihat oleh semua orang yang berkunjung. “Dalam pikirannya, Crystal hanyalah sebuah fase. Lindsay adalah tipe gadis yang seharusnya saya inginkan,” kenang Kaepernick.

Menemukan Kebahagiaan di Jalan Masing-Masing

Terlepas dari perbedaan pandangan di masa lalu dengan orang tua angkatnya, Kaepernick kini telah menemukan kebahagiaannya sendiri. Ia telah membangun rumah tangga bersama pembawa acara radio Nessa Diab dan menyambut kelahiran anak pertama mereka pada tahun 2022. Hubungan mereka berjalan harmonis dan jauh dari sorotan drama media.

Sementara itu, Taylor Swift juga telah melanjutkan hidupnya dan resmi menikah dengan Travis Kelce, ujung tombak tim Kansas City Chiefs. Pernikahan megah mereka berlangsung meriah di Madison Square Garden, New York City, dengan dihadiri oleh banyak tamu undangan terkemuka. Swift pun tetap aktif berkarya dengan merilis album terbaru bertajuk The Life of a Showgirl yang sukses besar di tangga lagu dunia.

Di sisi lain, Kaepernick sendiri sudah tidak lagi bermain di NFL sejak musim 2016-2017 setelah aksi protes berlutut saat lagu kebangsaan dikumandangkan yang ia lakukan untuk menentang kebrutalan polisi. Hingga kini, ia terus konsisten mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan hak-hak sipil dan keadilan sosial bagi komunitas minoritas di Amerika Serikat.