Dokumenter Baru Ava DuVernay 14th Siap Tayang di Netflix Desember Ini

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi man, staff, employee. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi man, staff, employee. Foto: Pixabay

Sutradara Ava DuVernay kembali dengan karya dokumenter terbaru berjudul 14th yang dijadwalkan tayang secara global di platform Netflix mulai 4 Desember mendatang. Sebelum merambah layar kaca, film ini akan terlebih dahulu didistribusikan di sejumlah bioskop terpilih di Amerika Serikat dan Inggris mulai 27 November mendatang.

Dilansir dari Variety, proyek terbaru ini juga dipastikan akan melakukan penayangan perdana dunianya dalam ajang bergengsi New York Film Festival musim gugur ini. Film dokumenter ini mendapat kehormatan untuk mengisi slot sebagai closing night film pada 9 Oktober di Alice Tully Hall, Lincoln Center.

Sekuel Spiritual yang Menyoroti Amandemen Ke-14

Kehadiran 14th dirancang sebagai kelanjutan spiritual dari karya dokumenter DuVernay sebelumnya yang berjudul 13th. Jika film pendahulunya menguliti ketidakadilan rasial dalam sistem penjara Amerika Serikat, karya terbaru ini akan berfokus pada Amandemen Ke-14 konstitusi negara tersebut yang menjamin asas due process bagi seluruh warganya.

Secara historis, ketentuan hukum tersebut lahir di tengah puing-puing pasca-Perang Saudara Amerika dengan tujuan awal menghapus hierarki nilai kemanusiaan. Namun, dalam perkembangannya, aturan ini justru bertransformasi menjadi subjek perdebatan hukum yang tiada henti. Melalui sudut pandang ini, film mencoba memetakan bagaimana Amandemen Ke-14 terus diuji dari waktu ke waktu.

Sudut Pandang Ava DuVernay tentang Arti Kebebasan Masa Kini

Melalui pernyataan resminya, sutradara Ava DuVernay memaparkan korelasi erat antara kedua karya dokumenternya tersebut. Ia menjelaskan esensi utama yang ingin disampaikan kepada penonton melalui eksplorasi sejarah yang dinamis ini.

“Jika 13th mempertanyakan siapa yang dikurung, maka 14th mempertanyakan siapa yang dihitung. Ini bukan film tentang masa lalu dari sebuah kebebasan. Saya tidak tertarik mengajak Anda melihat ke belakang. Film ini mempertanyakan negara seperti apa yang sedang dibangun di bawah kaki kita saat ini, sementara kita sibuk memercayai cerita-cerita yang selama ini kita dengar,” ungkap DuVernay. Melalui sudut pandang ini, ia mengajak penonton mengamati realitas sosial kontemporer ketimbang sekadar melihat hak sipil sebagai sejarah usang.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Diskusi Kewarganegaraan

Guna menyajikan narasi yang berbobot, dokumenter ini menghadirkan wawancara mendalam dengan lebih dari 50 narasumber ahli. Sejumlah tokoh politik terkemuka seperti Alexandria Ocasio-Cortez dan Anna Paulina Luna turut menyumbangkan pandangan mereka dari sudut pandang legislatif yang berseberangan.

Tidak hanya politisi, film ini juga melibatkan akademisi, sejarawan peraih penghargaan Pulitzer, hingga komentator budaya populer seperti Hasan Piker. Kehadiran beragam perspektif ini bertujuan membedah konflik berkepanjangan yang telah berlangsung selama 150 tahun demi menjawab satu pertanyaan mendasar mengenai esensi kewarganegaraan dan hak untuk diakui dalam sebuah bangsa.