Efek Serial Baru, Film Green Lantern Ryan Reynolds Kembali Populer di Streaming

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi spiderman, avengers, hero. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi spiderman, avengers, hero. Foto: Pixabay

Kehadiran proyek terbaru dari semesta DC kerap kali memicu rasa penasaran penonton terhadap adaptasi masa lalu. Hal ini terbukti dengan melesatnya film Green Lantern versi tahun 2011 yang dibintangi oleh Ryan Reynolds ke jajaran film yang paling banyak ditonton di platform HBO Max baru-baru ini. Kebangkitan film yang sempat dinilai gagal total ini tidak lepas dari kesuksesan serial teranyar DCU yang sedang tayang, Lanterns.

Serial Lanterns yang menjadi bagian dari babak baru DCU arahan James Gunn berhasil mencuri perhatian global dan menduduki puncak tangga popularitas. Antusiasme yang tinggi terhadap kisah para penjaga perdamaian galaksi ini rupanya memicu efek domino yang membuat penonton kembali menengok film lawas yang sempat dihindari selama bertahun-tahun tersebut.

Pengaruh Besar Serial Baru Lanterns di HBO Max

Serial Lanterns digarap oleh kreator ternama seperti Chris Mundy, Damon Lindelof, dan Tom King. Dengan mengusung konsep misteri yang kerap dibanding-bandingkan dengan serial detektif True Detective, tayangan ini menyajikan kisah detektif bernuansa fiksi ilmiah yang berfokus pada karakter Hal Jordan yang diperankan oleh Kyle Chandler dan anggota baru John Stewart yang dimainkan oleh Aaron Pierre. Pendekatan yang lebih realistis ini terbukti sangat disukai oleh penonton maupun kritikus.

Keberhasilan serial ini tercermin dari posisinya yang kokoh di puncak tangga tayangan terpopuler HBO Max di Amerika Serikat selama lebih dari dua pekan, serta mendominasi tangga lagu global. Respons positif mengalir deras dari berbagai media. Salah satunya adalah kritikus Felipe Rangel dari ScreenRant yang menyatakan bahwa lewat serial ini, “DCU era James Gunn memasuki hari paling terangnya.” Sementara itu, jurnalis Michael John Petty dari Collider memberikan nilai 8/10 untuk kualitas produksi serial ini.

Catatan Kelam Adaptasi Green Lantern Tahun 2011

Di balik kesuksesan serial barunya, popularitas Lanterns secara mengejutkan membawa berkah tersendiri bagi film Green Lantern rilisan tahun 2011. Film layar lebar yang dibintangi oleh Ryan Reynolds tersebut mendadak kembali masuk ke dalam daftar sepuluh besar film yang paling banyak ditonton di platform HBO Max wilayah Amerika Serikat, tepatnya berada di posisi kedelapan.

Padahal, dalam catatan sejarah sinema pahlawan super, film tersebut dikenal sebagai salah satu kegagalan terbesar. Saat pertama kali dirilis, proyek ini dihujani kritik tajam dari para penggemar komik dan kritikus film karena kualitas efek visual dan penulisan naskah yang kurang maksimal. Secara finansial, film ini juga mengalami kegagalan besar di bioskop setelah hanya mampu meraup pendapatan global sekitar 219 juta dolar AS, angka yang nyaris tidak menutupi biaya produksinya yang mencapai 200 juta dolar AS.

Dominasi Konten Superhero di Ranah Streaming Modern

Fenomena ini menegaskan bahwa ketertarikan publik terhadap genre pahlawan super tidak hanya terbatas di layar bioskop, melainkan juga merambah kuat ke layanan streaming. Sepanjang tahun ini, berbagai judul adaptasi komik terbukti sukses menarik perhatian pemirsa di rumah, mulai dari proyek sempalan seperti Spider-Noir hingga musim final dari serial satir The Boys yang digarap oleh Eric Kripke.

Lonjakan penonton untuk film lama seperti versi Ryan Reynolds ini memperlihatkan bagaimana platform digital mampu menghidupkan kembali katalog lama mereka melalui perilisan konten baru yang relevan. Ketika sebuah waralaba mendapatkan adaptasi baru yang sukses, penonton cenderung mencari referensi masa lalu, terlepas dari seberapa buruk reputasi karya lama tersebut di masa rilisnya.