Film Klasik Ikiru Karya Akira Kurosawa Segera Angkat Kaki dari HBO Max

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi charles cháplin, actor, sculpture. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi charles cháplin, actor, sculpture. Foto: Pixabay

Platform streaming HBO Max bersiap kehilangan salah satu film klasik terbaik sepanjang masa. Film drama Jepang besutan Akira Kurosawa yang dirilis pada tahun 1952, Ikiru, dijadwalkan akan dihapus dari katalog layanan tersebut pada tanggal 30 September mendatang. Kepergian film berusia 74 tahun ini menjadi kabar buruk bagi para pencinta sinema dunia yang ingin menikmati mahakarya emosional ini.

Terinspirasi dari novella karya Leo Tolstoy, film ini mengisahkan seorang pegawai negeri di Tokyo yang berjuang menemukan makna hidup setelah didiagnosis menderita penyakit mematikan. Kehadirannya di platform digital sebelumnya memberikan kesempatan bagi generasi baru untuk mengapresiasi keindahan narasi visual Kurosawa di luar genre aksi samurai yang biasa melekat pada namanya.

Eksplorasi Humanis di Luar Epik Samurai

Kurosawa mungkin lebih dikenal luas secara global lewat film epik berskala besar seperti Seven Samurai dan Ran, atau drama kriminal penuh misteri seperti Rashomon. Namun, lewat drama melankolis ini, sang sutradara membuktikan kepiawaiannya dalam meramu cerita yang lebih intim, sunyi, dan berfokus pada psikologi mendalam karakter utamanya.

Karakter utama dalam film ini berjuang keras melewati keputusasaan sebelum akhirnya memilih untuk menghargai setiap momen kecil yang tersisa di dunia. Pendekatan humanistis yang begitu kuat membuat film ini tetap relevan lintas generasi, menjadikannya salah satu karya paling personal sepanjang karier penyutradaraan Kurosawa.

Warisan Budaya dan Pengaruh Terhadap Sinema Modern

Pengaruh film ini tidak kalah besar dibandingkan dengan Seven Samurai yang menginspirasi lahirnya waralaba Star Wars karya George Lucas. Dalam sejarah perfilman modern, karya klasik tahun 1952 ini menjadi fondasi bagi beberapa film pemenang penghargaan di era kontemporer.

Beberapa adaptasi langsung dan tidak langsung lahir dari rahim narasi ini, termasuk film drama Inggris bertajuk Living yang berhasil mengantarkan aktor Bill Nighy meraih nominasi Oscar pertamanya. Tak hanya itu, drama arahan Wim Wenders yang juga masuk nominasi Oscar, Perfect Days, memiliki benang merah serupa dalam menangkap keindahan dari rutinitas hidup yang sederhana.

Pujian Kritikus dan Kehilangan Besar bagi Penggemar

Di situs agregator Rotten Tomatoes, film ini memegang skor yang hampir sempurna sebesar 98 persen. Konsensus kritikus di situs tersebut menyatakan, “Ikiru adalah kisah humanis yang diperankan dengan sangat baik dan sangat menyentuh tentang seorang pria yang menghadapi kematiannya sendiri, salah satu film paling intim dari sutradara Akira Kurosawa.”

Mendiang kritikus film terkemuka, Roger Ebert, juga dikenal sebagai salah satu pengagum paling setia dari mahakarya ini. Ebert bahkan memasukkan karya ini ke dalam daftar film terbaiknya dan mengakui bahwa dirinya rutin menonton ulang film ini secara berkala sepanjang hidupnya.

Dilansir Collider, Ebert pernah menuliskan kekagumannya secara langsung mengenai kedalaman emosi yang ditawarkan oleh film klasik tersebut. Ia menyatakan, “Selama bertahun-tahun saya telah menonton Ikiru setiap lima tahun sekali atau lebih, dan setiap kali menontonnya, film ini selalu menggerakkan hati saya dan membuat saya berpikir.” Kepergian film ini dari HBO Max tentu membatasi akses pencinta film untuk merasakan pengalaman emosional serupa secara mudah.