Fontaines D.C. Debut Dua Lagu Baru di Panggung Spanyol

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi drum set, drums, musical instruments. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi drum set, drums, musical instruments. Foto: Pixabay

Grup post-punk asal Irlandia, Fontaines D.C., akhirnya kembali ke atas panggung dalam konser utama pertama mereka di tahun 2026. Bertempat di Baluarte de la Candelaria, Cádiz, Spanyol, penampilan ini menandai kembalinya band tersebut setelah hampir satu tahun tidak menggelar konser penuh.

Kembalinya mereka ke panggung kali ini terasa sangat emosional sekaligus mengejutkan bagi para penggemar. Selain menjadi penghormatan setelah kepergian manajer mereka, Trevor Dietz, Fontaines D.C. juga memanfaatkan momen ini untuk membawakan dua lagu baru yang belum pernah dirilis sebelumnya, yakni Marianne dan Six Shot Morning.

Sentuhan Baru yang Lebih Gelap dan Industrial

Lagu baru pertama yang mereka perkenalkan malam itu adalah Marianne. Lagu ini dibawakan di awal set pertunjukan dan menunjukkan eksplorasi arsitektur musik mereka yang kini cenderung lebih condong ke arah suara industrial. Karakter vokal yang khas dari sang vokalis, Grian Chatten, mempertegas atmosfer dingin dan gelap dari lagu baru tersebut.

Melalui penggalan lirik yang dibawakan Chatten, band ini seolah membawa pendengar masuk ke dalam narasi yang misterius. Ia menyanyikan baris lirik seperti, “Marianne, tahun ini kamu harus datang dan tinggal di sini / Kamu bisa mengikuti langkahku / Aku bisa membantumu menghilang.” Eksplorasi estetika suara baru ini sejalan dengan perkembangan musikalitas mereka pasca-album Romance.

Eksperimen Synth di Bagian Encore

Tidak berhenti di situ, kejutan berikutnya dihadirkan menjelang akhir konser. Saat sesi encore, Fontaines D.C. membawakan lagu baru kedua mereka yang berjudul Six Shot Morning. Berbeda dengan lagu pertama, trek ini menyuguhkan atmosfer yang lebih mengawang dengan dominasi instrumen synthesizer.

Lagu tersebut dibangun di atas permainan bas yang berdenyut konstan berpadu dengan melodi spacey synth. Chatten menyanyikan baris lirik optimis namun kontemplatif, “Pagi dengan enam tembakan, ini dunia yang indah,” di tengah gemuruh riuh penonton Spanyol yang menyambut hangat eksperimen musik terbaru grup tersebut.

Penghormatan Emosional dan Rencana Tur Mendatang

Konser di Cádiz ini juga menjadi momen yang sangat emosional bagi seluruh anggota band. Ini adalah penampilan utama pertama mereka sejak berpulangnya sang manajer, Trevor Dietz, pada Juni lalu. Band ini sebelumnya sempat menyatakan bahwa mendiang Dietz telah mendampingi perjalanan mereka sejak awal dan sudah dianggap sebagai anggota keenam dalam grup.

Di sisi lain, perkenalan lagu baru di atas panggung ini sejalan dengan pernyataan gitaris Carlos O'Connell dalam wawancara bersama media NME. O'Connell sempat mengungkapkan bahwa mereka memang kerap menguji materi lagu yang belum selesai secara langsung di hadapan penonton untuk melihat respons pasar. Langkah ini diproyeksikan akan terus berlanjut saat mereka bersiap menjadi penampil utama di festival musik besar Reading & Leeds mendatang.