Ghostbusters 2016 Segera Angkat Kaki dari Netflix

Para pencinta film komedi supernatural harus bergegas jika ingin menyaksikan salah satu film paling kontroversial dalam dekade terakhir di Netflix. Film Ghostbusters: Answer the Call, yang dirilis pada tahun 2016, dijadwalkan akan segera meninggalkan platform streaming tersebut pada awal Oktober mendatang.
Meskipun sempat memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar sinema pop kultur saat pertama kali dirilis, film garapan sutradara Paul Feig ini menyajikan formula humor yang berbeda dari versi klasiknya. Keputusan untuk menghapus film ini dari Netflix menandai akhir dari kesempatan penonton untuk menyaksikan kembali babak unik dari sejarah waralaba pemburu hantu ini secara mudah.
Kolaborasi Paul Feig dan Melissa McCarthy yang Mengundang Kontroversi
Kerja sama antara sutradara Paul Feig dan aktris Melissa McCarthy sebenarnya bukan hal baru di industri perfilman Hollywood. Sebelum menggarap proyek ini, keduanya telah sukses mencetak deretan film komedi laris seperti Bridesmaids, The Heat, dan Spy yang secara akumulatif berhasil mengantongi pendapatan sekitar 1 miliar dolar AS di seluruh dunia. Rekam jejak tersebut membuat pihak studio optimistis bahwa menghidupkan kembali waralaba klasik dengan jajaran pemeran utama perempuan akan menjadi kesuksesan besar berikutnya.
Di bawah arahan Feig dan naskah yang ditulis bersama Katie Dippold—penulis yang juga dikenal lewat serial Widow's Bay—proyek ini mengumpulkan jajaran komedian papan atas. Selain McCarthy, film ini dibintangi oleh Kristen Wiig, Kate McKinnon, Leslie Jones, serta penampilan tidak biasa dari Chris Hemsworth. Namun, sambutan hangat yang diharapkan justru berubah menjadi badai penolakan segera setelah video promosi pertamanya dirilis ke publik.
Fenomena Review Bombing Pertama di Era Internet Modern
Begitu cuplikan pertama film ini dirilis di platform YouTube, reaksi negatif langsung membanjiri kolom komentar hingga menjadikannya sebagai video trailer film dengan jumlah tidak suka (dislike) terbanyak dalam sejarah platform tersebut kala itu. Banyak pihak menilai bahwa penolakan masif ini merupakan salah satu contoh awal dari fenomena review-bombing di era internet modern. Kampanye negatif tersebut sebagian besar didorong oleh bias gender karena keputusan studio yang mengganti seluruh karakter utama pria menjadi perempuan.
Dampak dari gerakan penolakan di internet ini secara langsung memengaruhi performa komersial film saat tayang di bioskop. Diproduksi dengan anggaran fantastis mencapai 144 juta dolar AS, film ini hanya mampu meraup pendapatan global sebesar 229 juta dolar AS. Angka tersebut dinilai jauh dari target minimal untuk bisa menghasilkan keuntungan, yang akhirnya memaksa Sony selaku distributor untuk mengevaluasi ulang arah masa depan waralaba ini.
Penilaian Kritikus yang Kontras dengan Sentimen Publik
Menariknya, terlepas dari kampanye negatif yang dilancarkan oleh sebagian kelompok netizen, para kritikus film profesional justru memberikan ulasan yang cukup positif. Di situs agregator Rotten Tomatoes, film ini berhasil mendapatkan predikat Certified Fresh dengan skor mencapai 74 persen.
Konsensus para kritikus di situs tersebut menyatakan, “Ghostbusters melakukan pekerjaan luar biasa untuk berdiri sendiri sebagai film komedi supernatural yang bebas dan diperankan oleh jajaran pemain yang luar biasa—meskipun tidak dapat dihindari bahwa film ini agak kurang bersinar jika dibandingkan dengan versi klasiknya.” Perbedaan kontras antara nilai dari kritikus dan kemarahan publik di internet ini menjadi studi kasus menarik di industri perfilman global tentang bagaimana sentimen internet dapat memengaruhi nasib sebuah proyek bernilai ratusan juta dolar.
Kegagalan komersial dari film ini akhirnya membuat Sony mengambil langkah aman dengan mengubah haluan kreatif mereka. Alih-alih melanjutkan sekuel dengan jajaran pemain perempuan tersebut, studio memilih untuk melakukan reboot ulang melalui film Ghostbusters: Afterlife yang ceritanya terhubung langsung dengan kontinuitas film orisinal tahun 1980-an. Bagi penonton yang ingin melihat kembali eksperimen berani Paul Feig ini, film tersebut masih bisa diakses di Netflix hingga tanggal 1 Oktober.

