Guitar Center Bersihkan Kontes Pembuka Ed Sheeran dari Serbuan Memes

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyanyi dan penulis lagu asal Inggris, Ed Sheeran berbicara dalam sebuah konferensi pers.
zoom-in-whitePerbesar
Penyanyi dan penulis lagu asal Inggris, Ed Sheeran berbicara dalam sebuah konferensi pers.

Kontes pencarian bakat yang digelar oleh retail alat musik raksasa, Guitar Center, untuk mencari aksi pembuka konser Ed Sheeran berujung kacau. Kompetisi bertajuk Open for Legends ini justru dibanjiri oleh ratusan unggahan video yang tidak relevan, mulai dari meme jenaka hingga pesan politik dukungan untuk Palestina.

Gelombang protes digital tersebut merupakan buntut dari situasi memanas setelah rapper Macklemore didepak dari jajaran tur konser Ed Sheeran. Keputusan pencopotan ini memicu reaksi berantai dari para musisi pendukung lain serta netizen di berbagai platform media sosial.

Imbas Pencopotan Macklemore dan Solidaritas Musisi Pendukung

Ketegangan bermula ketika Macklemore secara resmi dikeluarkan dari daftar penampil Loop Tour milik Ed Sheeran. Langkah tegas manajemen tur ini diambil tidak lama setelah sang rapper menyampaikan pidato berapi-api di atas panggung Seattle untuk mendukung warga Gaza yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan.

Keputusan sepihak tersebut segera memicu aksi solidaritas yang cukup masif di kalangan musisi pendukung lainnya. Beberapa penampil yang dijadwalkan mengisi panggung pembuka, seperti Finneas, Lukas Graham, hingga Aaron Rowe, secara serentak memilih untuk menarik diri dari tur tersebut sebagai bentuk protes terhadap pembatasan kebebasan berekspresi.

Melalui akun Instagram pribadinya, Finneas menyuarakan sikap keberatannya dengan sangat jelas. Ia menuliskan, “Seniman tidak boleh dibungkam ketika mereka berbicara membela kaum yang tertundas. Saya telah memutuskan untuk mundur dari jadwal tur mendatang bersama Ed Sheeran. Saya berdiri bersama Palestina dan rakyatnya.”

Kekacauan di Platform Pendaftaran Open for Legends

Di tengah kekosongan jadwal penampil pembuka tersebut, Guitar Center justru meluncurkan program kompetisi Open for Legends. Program berskala nasional di Amerika Serikat ini sebenarnya dirancang untuk menjaring bakat-bakat baru agar bisa tampil sebagai pembuka konser Ed Sheeran di Mexico City pada Desember mendatang.

Namun, sistem kurasi awal pada situs resmi pendaftaran dinilai memiliki celah keamanan yang cukup longgar. Netizen yang kecewa dengan keputusan Ed Sheeran kemudian memanfaatkan ruang tersebut untuk mengunggah ratusan video non-musikal, kritik tajam kepada sang penyanyi utama, hingga kampanye solidaritas kemanusiaan.

Tanggapan Resmi Guitar Center Terhadap Konten Non-Legitimasi

Melihat situasi platform yang kian tidak kondusif, pihak Guitar Center segera merilis pernyataan resmi untuk meredakan situasi. Mereka menegaskan bahwa perencanaan program Open for Legends ini sebenarnya sudah digarap sejak beberapa bulan sebelum kontroversi politik ini mencuat ke publik.

Pihak manajemen berjanji akan melakukan penyaringan super ketat untuk menyaring seluruh konten yang menyimpang dari esensi musik. Mereka tidak ingin momentum berharga bagi para musisi independen lokal ini rusak akibat adanya banjir kiriman pesan protes dari para netizen.

“Seperti halnya proses pengiriman karya secara terbuka, kami menerima beberapa entri yang bukan merupakan aplikasi sah untuk berpartisipasi dalam program ini,” jelas perwakilan Guitar Center dalam pernyataan resminya. “Karya-karya tersebut tidak akan dipertimbangkan agar kesempatan ini tetap terfokus pada para musisi yang benar-benar ingin menunjukkan bakat mereka. Kami terus meninjau dan mengelola program ini sesuai dengan tujuan awalnya.”