Jenna Ortega Ungkap Rahasia Syuting Video Musik Taste Sabrina Carpenter

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jenna Ortega.
zoom-in-whitePerbesar
Jenna Ortega.

Video musik Taste milik Sabrina Carpenter sukses mencuri perhatian publik berkat konsep komedi gelap yang dihadirkannya. Kolaborasinya bersama aktris Jenna Ortega menghasilkan aksi saling serang ekstrem yang dikemas secara estetis dan mengingatkan penonton pada film klasik Death Becomes Her. Banyak penggemar berasumsi bahwa adegan berdarah yang intens tersebut membutuhkan waktu persiapan berminggu-minggu.

Namun, kenyataan di balik layar justru sangat berbeda dari dugaan publik. Pemeran utama serial Wednesday tersebut baru-baru ini mengungkapkan bahwa proses syuting video musik berdurasi tiga menit itu dilakukan dengan persiapan minimal dan tanpa koreografi rumit.

Proses Syuting Spontan Tanpa Latihan Khusus

Dalam wawancara terbarunya bersama Esquire, Ortega membagikan pengalaman uniknya saat mendadak terlibat dalam proyek visual tersebut. Aktris berusia 22 tahun ini mengaku baru mengetahui keterlibatannya hanya beberapa hari sebelum proses pengambilan gambar dimulai. Jadwal yang sangat padat membuat kedua bintang muda ini tidak memiliki waktu luang untuk mendiskusikan konsep adegan secara mendalam.

Ortega menegaskan bahwa hampir seluruh aksi ekstrem yang terlihat di layar murni merupakan improvisasi spontan di lokasi syuting. “Saya bersumpah kepada Anda, tidak ada satu pun bagian dari video musik itu yang dikoreografi. Kami hanya berlarian ke sana kemari. Kami benar-benar tidak punya waktu untuk bersiap atau sekadar membicarakannya,” ungkap Ortega saat menceritakan keseruan di balik layar.

Rahasia Adegan Ciuman yang Unik dan Nyentrik

Salah satu momen paling disorot dalam video musik Taste adalah adegan ciuman cepat yang melibatkan Ortega, seorang pemeran pria, dan Carpenter. Transisi cepat dalam adegan tersebut sempat memicu rasa penasaran penonton mengenai teknik pengambilan gambarnya. Ortega menjelaskan bahwa proses produksi adegan tersebut dilakukan secara manual dan berulang tanpa bantuan efek visual komputer.

Ia menggambarkan momen transisi tersebut layaknya sebuah komidi putar karena pergantian posisi yang terjadi begitu cepat di set syuting. “Urutan adegan ciumannya adalah: saya berdiri di sana, lalu mencium seorang pria. Kru menyuruh saya untuk menahan posisi tersebut. Saya tetap diam di posisi itu, kemudian Sabrina masuk untuk mencium saya. Kami melakukannya beberapa kali, jadi rasanya seperti komidi putar kekasih,” jelas Ortega.

Keseruan Menggunakan Espresso 3000

Meskipun dipenuhi dengan adegan kekerasan, Ortega mengaku sangat menikmati setiap momen syuting, terutama saat adegan kejar-kejaran menggunakan gergaji mesin berwarna merah muda. Adegan bernuansa camp tersebut dinilainya sebagai momen paling menyenangkan karena didukung oleh kostum unik yang mereka kenakan.

Tak hanya itu, gergaji mesin yang digunakan sebagai properti juga memiliki detail unik yang merujuk pada lagu hit Carpenter lainnya. Ortega membocorkan bahwa alat pemotong tersebut dinamai Espresso 3000. Di sisi lain, Carpenter sendiri sempat menyampaikan apresiasi mendalam kepada Ortega lewat media sosial, menyatakan bahwa Ortega adalah satu-satunya orang yang ia bayangkan sejak awal untuk menghidupkan proyek visual ambisius ini.