Jesse Eisenberg Ungkap Ketakutan di Balik Prediksi Oscar Film The Debut

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jesse Eisenberg menghadiri pemutaran perdana film Lionsgate "Now You See Me: Now You Don't" di New York, pada 10 November 2025.
zoom-in-whitePerbesar
Jesse Eisenberg menghadiri pemutaran perdana film Lionsgate "Now You See Me: Now You Don't" di New York, pada 10 November 2025.

Aktor sekaligus sutradara Jesse Eisenberg blak-blakan mengenai tekanan psikologis yang dihadapinya menjelang awards season atau musim penghargaan film. Meski karya terbarunya yang berjudul The Debut mulai menuai prediksi positif untuk masuk nominasi Piala Oscar, Eisenberg justru merasakan kecemasan luar biasa yang ia sebut sebagai teror nyata.

Perasaan tidak tenang ini diungkapkannya secara langsung saat menghadiri penayangan perdana film tersebut di Toronto International Film Festival. Bagi pria berusia 42 tahun ini, sorotan publik dan ekspektasi tinggi dari para kritikus industri film justru menjadi tantangan mental tersendiri yang sulit ia kendalikan.

Kecemasan Menghadapi Opini Publik dan Kritik Film

Mengarahkan sebuah film yang melibatkan nama besar seperti Julianne Moore dan Paul Giamatti tentu membawa beban besar. Dilansir E! News, Eisenberg mengakui bahwa transisi dari proses produksi yang tertutup menuju perilisan publik selalu memicu rasa cemas yang intens di dalam dirinya. Selama hampir dua tahun, ia terbiasa bekerja di lingkungan aman yang dikelilingi oleh tim produksi yang mendukung visinya.

Namun, situasi berubah drastis ketika karya tersebut akhirnya diperlihatkan kepada dunia luar. Eisenberg menjelaskan betapa rentannya seorang pembuat film ketika karyanya mulai dinilai oleh penonton umum. “Tiba-tiba saja Anda merilisnya, dan seketika orang-orang memiliki opini masing-masing tentang film itu. Dan hal tersebut terasa menyakitkan,” ujar Eisenberg mengekspresikan kekhawatirannya.

Sindrom Impostor di Ruang Pemutaran Perdana

Tekanan psikologis ini bahkan memengaruhi bagaimana Eisenberg mengamati reaksi penonton selama acara screening berlangsung. Alih-alih fokus pada respons positif dari sebagian besar hadirin, aktor ini justru cenderung mengamati reaksi negatif sekecil apa pun di dalam ruangan. Ia mengaku sering kali terpaku pada satu orang penonton yang tampak tidak fokus atau memalingkan pandangan.

Hal kecil seperti itu rupanya langsung memicu keraguan besar dalam pikirannya mengenai kualitas karya yang ia buat. Ia berkelakar bahwa otaknya memang sudah terprogram untuk selalu bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. “Anda selalu menunggu momen di mana seseorang tidak menyukai karya Anda,” tambahnya, menggambarkan betapa melelahkannya proses mental yang ia lalui setiap kali merilis proyek baru.

Refleksi Personal Lewat Karakter Utama

Film The Debut sendiri merupakan proyek penyutradaraan ketiga dari Eisenberg. Film ini mengisahkan tentang seorang ibu rumah tangga biasa yang diperankan oleh Julianne Moore, yang tiba-tiba mendapatkan peran dalam produksi teater komunitas hingga akhirnya terlalu mendalami peran tersebut. Eisenberg mengungkapkan bahwa proses penulisan naskah film ini membutuhkan waktu panjang untuk menemukan perspektif yang tepat setelah ia menyelesaikan film terdahulunya pada tahun 2024.

Menariknya, ia menyadari bahwa karakter utama yang diperankan Moore sebenarnya adalah representasi dari kepribadian dirinya sendiri di masa lalu. Ia menggambarkan dirinya sebagai sosok yang sangat pemalu dan sering merasa tidak terlihat oleh lingkungan sekitar. Melalui modifikasi perspektif karakter dari sudut pandang seorang wanita dewasa, Eisenberg akhirnya berhasil merampungkan naskah yang emosional ini. Rencananya, film ini dijadwalkan tayang secara terbatas di bioskop mulai 11 Desember mendatang.