Jordan Peele dan Universal Kembali Gelar Program No Drama

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jordan Peele
zoom-in-whitePerbesar
Jordan Peele

Monkeypaw Productions bersama Universal Film membuka pendaftaran program pengembangan sutradara No Drama edisi kedua secara global guna menjaring sineas pendatang baru pekan ini. Kolaborasi tersebut berlanjut setelah kesuksesan angkatan pertama yang berhasil memamerkan karya mereka di berbagai festival film internasional. Melalui inisiatif ini, penyelenggara berfokus memberikan akses industri dan bimbingan langsung dari para produser berpengalaman di bawah naungan studio besar.

Pendanaan Baru dan Kolaborasi dengan American Cinematheque

Pada penyelenggaraan kali ini, pihak penyelenggara menggandeng American Cinematheque untuk memperluas jangkauan dukungan finansial bagi para peserta. Organisasi nirlaba tersebut berkomitmen menyediakan dana hibah masing-masing sebesar 50.000 dolar Amerika Serikat untuk maksimal tiga orang sutradara terpilih. Dana tersebut dialokasikan secara khusus agar para sineas dapat memproduksi film pendek berdasarkan naskah yang telah mereka kirimkan.

Selain menerima bantuan dana, para peserta terpilih dituntut untuk melampirkan proposal pengembangan cerita film pendek mereka menjadi format film panjang atau feature-length treatment. Langkah ini bertujuan agar proyek film pendek tersebut dapat berfungsi sebagai konsep awal atau proof of concept yang siap diproduksi secara komersial. Nantinya, karya film pendek yang telah selesai diproduksi dijadwalkan tayang perdana dalam festival film genre terbesar di Amerika Serikat, Beyond Fest, pada tahun 2027 mendatang.

Mengusung Tema Ketakutan Global dan Monster Personal

Program ini menetapkan arahan kreatif yang sangat spesifik bagi para pendaftar dengan mengusung tema besar mengenai ketakutan universal dan sisi monster personal. Melalui konsep tersebut, para pembuat film diajak untuk mendefinisikan ulang genre horor lintas budaya, generasi, dan lapisan masyarakat. Naskah yang dikirimkan diharapkan mampu membedah sisi gelap manusia dan ketakutan mendalam yang ada di dalam diri setiap individu.

Eksekutif Universal Pictures, Peter Cramer, menyatakan antusiasmenya atas kelanjutan program kolaborasi ini. Dalam keterangan resminya, Cramer berujar, “Kami sangat senang dapat bersatu kembali dengan Monkeypaw Productions untuk program No Drama demi mendukung generasi penerus pendongeng genre horor.” Ia juga menambahkan bahwa keahlian serta hasrat dari tim Monkeypaw akan menjadi katalisator terbaik dalam mengangkat talenta-talenta baru di industri perfilman global.

Di sisi lain, pihak Monkeypaw dan Universal juga akan memegang hak opsi pertama atau first-look option untuk memproyeksikan karya-karya terpilih ke tahap pengembangan lebih lanjut. Hal ini membuka peluang besar bagi sutradara pemula untuk membawa karya independen mereka masuk ke dalam sistem produksi studio besar Hollywood secara resmi. Pendaftaran untuk program ini sendiri telah dibuka melalui situs resmi American Cinematheque hingga batas akhir pada tanggal 30 September.

Rekam Jejak Sukses Alumni Angkatan Pertama

Keberhasilan program ini telah terbukti lewat pencapaian gemilang para alumni angkatan pertama yang berhasil menembus pasar industri arus utama. Dilansir dari Variety, sekitar 80 persen dari total peserta angkatan perdana langsung mendapatkan representasi resmi dari agen atau manajemen Hollywood setelah merilis karya mereka. Beberapa film pendek buatan alumni tersebut bahkan berhasil diputar di festival bergengsi seperti Toronto International Film Festival (TIFF) dan SXSW.

Salah satu contoh kesuksesan tersebut adalah Ariel Zengotita dengan film pendeknya yang berjudul Imago yang berhasil menembus seleksi festival film SXSW. Selain itu, Jared Leaf lewat film pendek Spilled Milk juga sukses menyabet penghargaan Audience Award di Pan African Film & Arts Festival serta penghargaan film pendek prestisius dari HBO. Prestasi ini membuktikan bahwa program pendampingan intensif ini mampu menjadi jembatan konkret bagi para pembuat film pendatang baru untuk bersinar di panggung internasional.

Tidak hanya itu, peserta lain seperti Helena Hawkes kini bahkan telah berhasil masuk ke dalam program Universal Writers Residency. Program tersebut memfasilitasi penulis untuk bekerja sama dengan produser kontrak studio demi mengembangkan ide film orisinal mereka. Melalui skema pembinaan yang terstruktur, inisiatif ini terbukti efektif mengubah ide kreatif berskala kecil menjadi proyek film komersial berstandar industri.