Konser Terakhir Ozzy Osbourne dan Black Sabbath Siap Tayang di Bioskop

Konser terakhir dari unit heavy metal legendaris Black Sabbath bersama sang vokalis Ozzy Osbourne bersiap menyambangi layar lebar global. Bertajuk “Ozzy & Black Sabbath: Back To The Beginning”, film dokumenter konser ini dijadwalkan tayang di berbagai jaringan bioskop mulai 28 Oktober mendatang. Film ini menangkap momen emosional pertunjukan pemungkas mereka yang digelar di stadion Villa Park, kota asal mereka, Birmingham.
Acara yang berlangsung pada Juli 2025 tersebut bukan sekadar konser biasa, melainkan juga tercatat sebagai konser amal dengan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah. Melalui penjualan tiket konser fisik dan penayangan digital, acara ini berhasil mengumpulkan donasi sekitar 11 juta poundsterling untuk berbagai tujuan sosial. Momen ini juga menjadi kali pertama bagi formasi pendiri, yaitu Ozzy Osbourne, Geezer Butler, Tony Iommi, dan Bill Ward, beraksi bersama di atas panggung setelah dua dekade berlalu.
Penutup Sejarah dari Birmingham ke Layar Lebar
Proyek concert film berdurasi 100 menit ini digarap oleh sutradara Ben Wainwright-Pearce, yang sebelumnya sukses menangani dokumentasi tur dunia musisi papan atas. Sementara itu, jalannya konser langsung diarahkan oleh sutradara Tim van Someren. Diproduksi oleh Mercury Studios bersama Trafalgar Releasing, film ini dirancang sebagai surat cinta untuk Ozzy dan cetak biru musik keras yang mereka rintis. Dilansir dari NME, tiket penayangan bioskop global ini mulai dijual resmi pada akhir September.
Menurut manajer sekaligus istri Ozzy, Sharon Osbourne, konser perpisahan ini terwujud murni atas keinginan pribadi sang vokalis sebelum tutup usia. Sharon mengungkapkan, “Back to the Beginning muncul karena saya bertanya kepada Ozzy apa yang benar-benar akan membuatnya bahagia. Dan dia menjawab satu-satunya hal yang membuatnya bahagia adalah jika dia bisa tampil lagi dan mengucapkan selamat tinggal kepada para penggemarnya. Hanya itu yang ingin dia lakukan. Dia ingin mengucapkan selamat tinggal dan berterima kasih.”
Kolaborasi Lintas Generasi dan Aksi Panggung Spesial
Panggung perpisahan ini juga dimeriahkan oleh sederet musisi papan atas lintas generasi yang ikut memberikan penghormatan. Nama-nama besar seperti Guns N’ Roses, Metallica, Tool, Slayer, hingga Korn turut ambil bagian dalam memeriahkan festival tersebut. Aktor Jason Momoa bertindak sebagai pemandu acara, sementara gitaris Rage Against The Machine, Tom Morello, memegang kendali sebagai pengarah musik.
Salah satu daya tarik utama dari malam bersejarah tersebut adalah kehadiran berbagai kolaborasi unik atau supergroup bentukan baru. Musisi muda Yungblud tampil bersama gitaris Extreme Nuno Bettencourt, penabuh drum Sleep Token II, dan kibordis Adam Wakeman untuk membawakan lagu klasik Sabbath berjudul 'Changes'. Penampilan emosional tersebut didekasikan untuk mendiang bintang sepak bola Liverpool, Diogo Jota, yang wafat akibat kecelakaan mobil di Spanyol utara.
Tak hanya itu, panggung Villa Park juga berguncang saat penabuh drum Tool Danny Carey, Travis Barker dari Blink-182, dan Chad Smith dari Red Hot Chili Peppers melakukan aksi drum-off saat membawakan lagu 'Symptom Of The Universe'. Mereka berkolaborasi dengan Tom Morello dan pembetot bas legendaris Rudy Sarzo. Kolaborasi epik lainnya juga terjadi saat Morello berduet dengan Steven Tyler, Travis Barker, dan gitaris The Rolling Stones Ronnie Wood untuk membawakan lagu milik Led Zeppelin di hadapan 41 ribu penonton langsung.
Emosi Mendalam di Balik Layar Akhir Perjalanan
Bagi para personel Black Sabbath, konser ini menyisakan kepuasan batin yang sangat mendalam setelah perjalanan karier yang panjang. Gitaris Tony Iommi menyebut pertunjukan tersebut sebagai penutup yang sangat layak bagi band mereka. Di sisi lain, pembetot bas Geezer Butler menggambarkan atmosfer konser dengan sangat emosional. Butler menuturkan, “Bagi saya, itu seperti cinta yang murni. Itu hanya gelombang cinta. Itu satu-satunya cara saya bisa menggambarkannya. Maksud saya, saya bisa merasakannya seolah-olah itu nyata.”
Kenangan manis tersebut kini diselimuti duka mendalam setelah kepergian Ozzy Osbourne tidak lama setelah acara tersebut terlaksana. Tony Iommi sempat mengenang percakapan terakhir mereka yang terjadi pada malam sebelum Ozzy meninggal dunia. Iommi menceritakan bahwa Ozzy sempat mengeluh, “Saya sangat lelah dan benar-benar kehabisan tenaga,” sebelum keesokan harinya dikabarkan telah tiada. Kehadiran film dokumenter ini pun menjadi penghormatan terakhir yang abadi bagi sang pelopor musik cadas dunia.

