Mantan Staf Ungkap TMZ Sengaja Sensor Pujian Kanye West Terhadap Adolf Hitler

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
menghadiri Pesta Oscar Vanity Fair 2020 setelah acara Oscar ke-92 di The Wallis Annenberg Center for the Performing Arts di Beverly Hills pada 9 Februari 2020.
zoom-in-whitePerbesar
menghadiri Pesta Oscar Vanity Fair 2020 setelah acara Oscar ke-92 di The Wallis Annenberg Center for the Performing Arts di Beverly Hills pada 9 Februari 2020.

Pendiri TMZ, Harvey Levin, dilaporkan sengaja menghapus pernyataan kontroversial Kanye West yang memuji Adolf Hitler dan mendiskusikan Nazisme dalam wawancara terkenal pada tahun 2018. Padahal, sesi wawancara tersebut merupakan momen yang sama saat sang rapper melontarkan pernyataan kontroversial lain yang menyebut bahwa perbudakan di Amerika Serikat adalah sebuah pilihan.

Informasi mengejutkan ini pertama kali diungkap oleh media gaya hidup GQ melalui laporan mendalam yang mewawancarai lebih dari dua puluh staf serta mantan karyawan TMZ. Salah satu kesaksian datang dari Evan Rosenblum, mantan produser yang telah bekerja selama 15 tahun di media gosip selebritas tersebut.

Sensor Internal Demi Melindungi Akses Eksklusif

Menurut laporan tersebut, Rosenblum mengonfirmasi bahwa West sempat berbicara panjang lebar mengenai kekagumannya terhadap rezim Nazi sebelum rekaman tersebut akhirnya disunting. Kesaksian ini memperkuat pernyataan mantan karyawan TMZ lainnya, Van Lathan Jr., yang pada tahun 2022 juga sempat membocorkan adanya sensor serupa terkait kunjungan West ke kantor mereka.

Rosenblum menjelaskan bahwa West secara terbuka menyuarakan kekagumannya kepada tokoh fasis tersebut. “Di awal wawancara itu, Kanye mulai mengoceh tentang Hitler dan Nazi, serta menyatakan cintanya kepada Hitler dan bagaimana sosok tersebut sering salah dipahami,” ungkap Rosenblum kepada GQ.

Ia menambahkan bahwa keputusan untuk memotong bagian tersebut datang langsung dari petinggi tertinggi TMZ. “Kejadian ini berlangsung bertahun-tahun sebelum kontroversi antisemit dia yang lainnya meledak. Namun, setelah proses syuting selesai, Harvey mendatangi saya dan mengatakan bahwa dia telah memotong semua bagian tersebut. Ini sangat gila,” lanjutnya.

Strategi Bisnis di Balik Penyensoran Konten Sensitif

Keputusan Levin untuk menyensor pernyataan West diduga kuat bukan karena alasan etika jurnalistik, melainkan demi menjaga hubungan baik dengan sang musisi. Dengan menyimpan atau menghapus konten sensitif, TMZ dinilai dapat mempertahankan akses eksklusif ke lingkaran terdekat bintang papan atas tersebut.

Praktik semacam ini disinyalir bukan pertama kalinya terjadi di ruang redaksi TMZ. Laporan yang sama juga membeberkan taktik pengamanan informasi atau yang biasa dikenal dengan istilah catch and kill pada beberapa kasus besar lainnya yang melibatkan figur publik ternama.

Salah satu contohnya adalah ketika TMZ dilaporkan membeli video yang merekam penyanyi Justin Bieber saat melontarkan kata makian rasial seharga 80.000 dolar AS. Bukannya mempublikasikannya sebagai berita eksklusif, Levin justru memilih untuk menyimpan video tersebut di dalam brankas redaksi dan baru merilisnya setelah media lain mulai mengendus keberadaan rekaman tersebut.

Jejak Panjang Pernyataan Kontroversial Sang Rapper

Setelah insiden di kantor TMZ pada 2018, West memang terus menjadi sorotan karena berbagai pernyataan kontroversialnya di media sosial. Ia bahkan sempat mengunggah beberapa tulisan di platform X yang menunjukkan kekagumannya pada Hitler, serta merilis karya musik yang memicu perdebatan publik karena sentimen serupa.

Meski begitu, beberapa tahun setelah rangkaian aksi kontroversial tersebut, West sempat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui iklan satu halaman penuh di media cetak The Wall Street Journal. Dalam permohonan maaf tersebut, ia berdalih bahwa ucapan penuh kebencian yang sering dilontarkannya merupakan dampak dari cedera otak yang dideritanya akibat kecelakaan mobil fatal lebih dari dua dekade silam.

Hingga saat ini, pihak TMZ maupun Harvey Levin masih belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan investigasi yang dirilis oleh GQ tersebut ketika dimintai konfirmasi oleh media hiburan The Hollywood Reporter.