Naomi Watts Bicara Pergeseran Standar Usia untuk Aktris Hollywood

Aktris Naomi Watts mengungkapkan pandangannya mengenai pergeseran standar industri perfilman terhadap perempuan berusia di atas 50 tahun. Saat menghadiri San Sebastián Film Festival untuk menerima penghargaan prestisius Donostia Award, ia menegaskan bahwa ruang bagi aktris senior kini jauh lebih terbuka dibandingkan masa lalu.
Dilansir dari Variety, pernyataan ini muncul di tengah momentum perhelatan Emmy Awards baru-baru ini yang banyak menonjolkan pencapaian aktris senior. Bagi Watts, perkembangan ini menjadi bukti nyata bahwa narasi industri yang dulu mendiskriminasi usia mulai bergeser ke arah yang lebih inklusif.
Tantangan Usia dan Pembuktian di Panggung Penghargaan
Ketika baru memulai kariernya di Hollywood lewat film Mulholland Drive pada usia 31 tahun, Watts sempat mendapat peringatan bahwa kariernya akan meredup begitu memasuki usia kepala empat. Menurutnya, stigma tersebut dahulu sangat kuat melekat pada aktris perempuan di industri film global.
Namun, situasi saat ini menunjukkan arah yang berbeda. Watts mencontohkan ajang penghargaan Emmy Awards teranyar yang menominasikan banyak aktris berusia di atas 50 tahun, seperti Jean Smart, Rhea Seehorn, dan Allison Janney. Bagi Watts, kehadiran mereka di kategori-kategori utama membuktikan bahwa audiens kini menginginkan representasi cerita yang lebih realistis.
Watts menyatakan, “Saya pikir situasi saat ini telah berubah. Perempuan adalah konsumen film dan televisi, dan kisah mereka sudah seharusnya tecermin di layar. Narasi tersebut harus diubah, dan saya bersyukur bisa menjadi bagian kecil dari perubahan ini.”
Kompleksitas Karakter Baru dalam Film The Housewife
Selain merayakan pencapaian kariernya, Watts hadir di festival tersebut untuk mempromosikan film terbarunya yang berjudul The Housewife, sebuah karya debut sutradara Ben Shirinian. Berlatar tahun 1964 dan diangkat dari kisah nyata, film ini mengisahkan seorang jurnalis muda yang melacak keberadaan mantan perwira Nazi yang bersembunyi di New York.
Dalam film ini, Watts memerankan karakter Hermine, istri dari terduga mantan perwira Nazi tersebut. Karakter ini digambarkan memiliki kehidupan ganda yang sangat kontras; ia tampak seperti warga biasa yang ramah dan taat beragama, namun menyimpan masa lalu yang kelam dan kejam. Watts menggambarkan peran ini sebagai tantangan besar yang sempat memicu rasa takut dalam dirinya.
Karakter abu-abu ini diakui Watts sebagai salah satu eksplorasi peran paling ekstrem sepanjang kariernya. Ia bahkan berkelakar bahwa dirinya kini tengah memasuki masa peran antagonis atau yang kerap disebut dengan istilah villain era oleh penonton modern. Watts merasa tertarik mengeksplorasi tema duka dan identitas yang rumit lewat karakter Hermine tersebut.
Refleksi Masa Lalu Bersama David Lynch dan Harapan Masa Depan
Menatap kembali perjalanan kariernya, Watts tidak bisa melepaskan kesuksesannya dari peran mendiang sutradara David Lynch. Watts mengenang bagaimana Lynch melihat potensi dalam dirinya saat ia mengalami masa-masa sulit akibat penolakan audisi selama hampir satu dekade di awal kariernya.
Pertemuan tersebut menghasilkan peran ikonik dalam Mulholland Drive yang akhirnya membuka jalan bagi Watts untuk bekerja sama dengan sutradara-sutradara besar lainnya. Meski telah bekerja dengan banyak nama besar di industri film, Watts mengaku masih menyimpan satu nama sutradara dalam daftar impiannya untuk kolaborasi mendatang, yaitu Paul Thomas Anderson.

