Oasis Beri Sinyal Konser di Amsterdam Lewat Teaser Insiden Masa Lalu

Para penggemar Oasis kembali dibuat sibuk menganalisis kode-kode rahasia yang disebarkan oleh band asal Inggris tersebut melalui media sosial. Dalam sebuah video pendek terbaru, Liam dan Noel Gallagher seolah memberikan petunjuk kuat bahwa mereka akan memboyong tur reuni mereka ke Amsterdam, Belanda.
Menariknya, cuplikan tersebut tidak hanya menjadi sinyal jadwal konser baru, tetapi juga menjadi kilas balik bernada humor atas insiden perkelahian ikonik akibat mabuk yang dialami para personel Oasis di atas kapal feri menuju Amsterdam pada tahun 1994 silam.
Bedah Kode Teaser Terbaru Oasis
Para penggemar dengan jeli mengaitkan detail dalam video pendek tersebut dengan kota Amsterdam. Dalam video itu, terlihat dua pria yang mengenakan pakaian olahraga tracksuit khas Adidas sedang dikejar oleh polisi. Sebelum melarikan diri, salah satu dari mereka sempat mengacungkan dua jari ke arah aparat, sementara suara kicauan burung dan klakson kapal feri terdengar jelas sebagai latar suara.
Bagi para penggemar garis keras, petunjuk suara kapal feri langsung mengarah pada memori kelam perjalanan Oasis ke Belanda pada awal karier mereka. Dilansir dari NME, banyak komentar di media sosial yang langsung menuliskan ingatan mereka tentang momen saat para personel ditangkap di atas feri dalam perjalanan menuju Amsterdam untuk menggelar konser internasional pertama mereka di klub Paradiso.
Kilas Balik Keributan di Atas Kapal Feri
Insiden yang terjadi pada tahun 1994 tersebut memang menjadi salah satu lembaran sejarah paling liar dari Oasis. Sebelum kapal bersandar, Liam Gallagher dan beberapa kru terlibat adu jotos dengan sekelompok suporter sepak bola. Akibat kekacauan tersebut, mereka dideportasi kembali ke Inggris dan gagal menggelar konser yang sudah dijadwalkan. Noel Gallagher menjadi satu-satunya personel yang tidak ikut ditangkap dalam kejadian itu.
Mengenang peristiwa tersebut dalam dokumenter Supersonic yang dirilis tahun 2016, produser Mark Coyle menceritakan bahwa minuman keras seperti sampanye dan wiski menjadi bahan bakar kekacauan malam itu. Coyle mengingat bagaimana Liam sangat bersemangat melihat keributan dan langsung ikut bergabung, berlari di sepanjang dek kapal dengan kejaran polisi di belakangnya.
Liam Gallagher sendiri menggambarkan kejadian tersebut dengan sangat santai. Ia berujar, “Saat perkelahian pecah, yang saya ingat situasinya mirip komedi Benny Hill. Itu benar-benar kekacauan total, kawan, dan saya menyukainya. Itu sangat punk rock.” Kejadian ini pun sempat dikonfirmasi oleh Noel Gallagher yang langsung menelepon pihak manajemen saat mendengar kabar penangkapan seluruh anggota band.
Rumor Tur Panjang dan Dokumenter Terbaru
Sinyal konser di Amsterdam ini memperkuat rumor tentang rencana tur dunia berkelanjutan bertajuk Live ‘25 yang diproyeksikan berlanjut hingga tahun 2027. Sebelumnya, Oasis juga sempat membagikan beberapa video teaser lain yang diduga menjadi kode lokasi konser lainnya, seperti koordinat geografis stadion Celtic Park di Glasgow, Skotlandia, hingga isyarat masa residency di Stadion Etihad di Manchester.
Di tengah keriuhan teori konspirasi tur ini, Liam dan Noel Gallagher juga dijadwalkan menghadiri pemutaran perdana film dokumenter terbaru mereka yang berjudul Don’t Look Back In Anger di London. Setelah tayang perdana di Festival Film Venesia, dokumenter tersebut akan dirilis secara terbatas di bioskop global sebelum nantinya ditayangkan secara resmi di layanan streaming Disney+.

