Pertanyaan Besar Menjelang Tur Dunia Oasis 2027

Oasis bersiap kembali menyapa penggemar lewat rangkaian tur global baru pada tahun 2027. Setelah sukses merampungkan reuni emosional mereka pada tahun 2025, duo bersaudara Noel dan Liam Gallagher tidak butuh waktu lama untuk mengumumkan perjalanan musik berikutnya yang akan menjangkau stadion-stadion besar di Inggris, Irlandia, Eropa daratan, hingga Amerika Serikat.
Keputusan untuk kembali menggelar tur ini membuktikan bahwa hubungan dinamis antara Gallagher bersaudara kini berada di titik paling stabil dalam beberapa dekade terakhir. Kendati demikian, rencana perjalanan baru ini menyisakan sejumlah pertanyaan besar di kalangan penggemar, mulai dari skema penjualan tiket, potensi perubahan daftar lagu (setlist), hingga rumor penampilan di festival besar.
Perubahan Setlist dan Rumor Kejutan Lagu Klasik
Salah satu topik yang paling hangat diperbincangkan adalah apakah Oasis akan merombak daftar lagu yang mereka bawakan di atas panggung. Sepanjang tur tahun 2025, band asal Manchester ini dikenal sangat konsisten dengan menyajikan daftar lagu yang hampir tidak pernah berubah dari satu kota ke kota lainnya. Meski deretan lagu hit utama dipastikan tetap aman, penggemar setia mulai mengharapkan adanya kejutan lagu-lagu lama (b-sides) yang jarang dibawakan secara langsung.
Berdasarkan laporan sutradara film dokumenter Oasis: Don't Look Back in Anger, Will Lovelace dan Dylan Southern, Oasis sempat melakukan uji coba lagu Columbia pada sesi latihan pertama mereka. Namun, lagu tersebut akhirnya tidak masuk ke dalam daftar akhir penampilan. Selain itu, banyak pihak berspekulasi apakah lagu populer lain seperti She's Electric, Lyla, atau Stop Crying Your Heart Out—yang merupakan salah satu lagu paling banyak didengar di Spotify—akhirnya akan mendapatkan slot khusus di tur mendatang.
Sistem Tiket Baru demi Menghindari Kekacauan
Pengalaman berburu tiket tur tahun 2025 menjadi pelajaran berharga bagi manajemen dan promotor. Kala itu, sekitar 14 juta penggemar dari ratusan negara berebut 1,4 juta tiket yang tersedia, memicu kekacauan sistem antrean digital. Ditambah lagi, penerapan kebijakan harga dinamis (dynamic pricing) oleh platform penjualan tiket membuat harga melonjak drastis dari estimasi awal dan memicu kritik luas dari publik.
Mengantisipasi hal tersebut, sistem penjualan tiket untuk tur tahun 2027 akan mengalami perubahan signifikan. Pihak penyelenggara telah merilis daftar harga secara transparan di awal, berkisar antara £71,50 hingga £266,60. Proses pembelian juga sepenuhnya dialihkan menggunakan sistem undian (ballot system), di mana hanya penggemar yang terdaftar secara resmi dan mendapatkan kode khusus yang dapat mengakses jendela penjualan pada akhir September.
Teka-Teki Penampilan Festival dan Masa Depan Band
Rumor mengenai kehadiran Oasis di panggung festival besar seperti Glastonbury atau Coachella juga terus berembus kencang. Terakhir kali band ini tampil di festival adalah pada pergelaran V Festival tahun 2009, tepat sebelum perselisihan di belakang panggung Paris membuat mereka memutuskan bubar. Walaupun rumor ini sangat dinantikan, penyelenggara Glastonbury, Emily Eavis, secara tegas membantah keterlibatan Oasis untuk edisi tahun 2027 dengan menyatakan, “Tidak untuk kali ini!”
Selain rumor festival, masa depan jangka panjang Oasis setelah tur ini juga masih diselimuti ketidakpastian. Kepada TalkSport, Noel Gallagher mengungkapkan bahwa ide untuk kembali menggelar tur baru muncul secara spontan di tengah keseruan tur sebelumnya. Namun, ia menegaskan tidak ada rencana untuk menggarap materi baru. Ia menyatakan, “Tidak akan ada musik baru, tidak.” Hal ini membuat konser penutup di Knebworth House nanti diprediksi akan menjadi momen klimaks yang sangat emosional bagi para penggemar.

