Quentin Tarantino Rilis Novel Cliff Booth Sebelum Film Sekuelnya Tayang

Sutradara Quentin Tarantino bersiap merilis novel terbarunya yang berfokus pada karakter ikonik Cliff Booth dari film Once Upon a Time in Hollywood. Buku berjudul The Adventures of Cliff Booth ini dijadwalkan terbit pada akhir tahun ini, berdekatan dengan perilisan film sekuelnya yang diproduksi oleh Netflix.
Proyek ini menjadi kolaborasi unik di industri hiburan modern. Di satu sisi, Tarantino menggarap petualangan Cliff lewat media literatur, sementara sutradara David Fincher dipercaya untuk mengarahkan adaptasi filmnya yang kembali dibintangi oleh Brad Pitt sebagai pemeran stuntman tersebut.
Perbedaan Lini Masa Rilis Novel dan Film
Berdasarkan laporan dari Variety, novel karangan Tarantino ini akan diterbitkan resmi oleh HarperCollins pada 8 Desember mendatang. Jadwal perilisan ini sengaja diatur agar berada di tengah-tengah jadwal penayangan film layar lebarnya yang digarap oleh Fincher.
Film sekuelnya, yang diberi judul The Further Mis-Adventures of Cliff Booth, dijadwalkan tayang perdana di bioskop Imax pada 25 November. Setelah itu, film dengan anggaran sebesar 200 juta dolar AS tersebut baru akan mulai bisa diakses oleh pelanggan Netflix di seluruh dunia pada 23 Desember.
Latar Belakang Cerita dan Karakter Cliff Booth
Kisah dalam novel maupun film sekuel ini akan mengambil latar waktu tahun 1977 di Hollywood, berjarak delapan tahun setelah peristiwa di film pertama yang berlatar akhir era 1960-an. Era keemasan Hollywood sudah bergeser, namun kehidupan sang pemeran pengganti tangguh ini tetap penuh dengan dinamika yang tidak biasa.
Sinopsis resmi dari pihak penerbit memberikan bocoran bahwa Cliff Booth akan menjalani berbagai profesi baru mulai dari pahlawan perang, pemeran pengganti, bartender, hingga proyeksionis bioskop. Tidak hanya itu, ia juga sesekali melakukan clandestine services atau tugas rahasia khusus untuk membantu teman-temannya.
Alasan Tarantino Enggan Duduk di Kursi Sutradara
Meskipun menulis skenario untuk sekuel ini, Tarantino memutuskan untuk menyerahkan kursi sutradara kepada David Fincher. Langkah ini diambil karena komitmen lamanya yang hanya ingin menyutradarai sepuluh film sepanjang karier sinematiknya sebelum akhirnya memutuskan pensiun.
Tarantino merasa bahwa mengarahkan sekuel dari karyanya yang terdahulu tidak akan memberikan tantangan baru yang ia cari untuk film kesepuluhnya nanti. Dalam sebuah wawancara di siniar The Church of Tarantino, ia menjelaskan keputusannya untuk mundur dari posisi sutradara proyek tersebut.
“Saya menyukai naskah ini, tetapi saya merasa seperti berjalan di atas tanah yang sama yang sudah pernah saya lewati,” ungkap Tarantino. Ia menambahkan, “Hal itu membuat saya kurang bersemangat. Untuk film terakhir saya nanti, saya harus berada di situasi di mana saya tidak tahu apa yang saya lakukan lagi. Saya harus berada di wilayah yang belum pernah saya jelajahi sebelumnya.”

