Rayakan Satu Dekade Album Debut Blossoms Bersiap Menuju Era Baru

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bass guitar, musical performance, concert. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bass guitar, musical performance, concert. Foto: Pixabay

Grup musik indie asal Stockport, Blossoms, baru saja menandai satu dekade perjalanan karir mereka dengan kembali ke panggung intim Deaf Institute di Manchester. Pertunjukan khusus ini diadakan untuk merayakan sepuluh tahun perilisan album debut mereka yang sempat memuncaki tangga lagu Inggris. Di sela-sela perayaan tersebut, sang vokalis, Tom Ogden, membagikan kisah tentang perjalanan emosional band ini dari panggung kecil hingga bersiap menghadapi tur arena yang jauh lebih besar.

Selain merayakan nostalgia masa lalu, momen ini juga menjadi jembatan bagi Blossoms untuk memperkenalkan materi baru dari album keenam mereka yang bertajuk Songs From The Wedding Cake. Melalui wawancara bersama NME, Ogden mengungkapkan bagaimana band ini mempertahankan konsistensi serta kegembiraan murni dalam berkarya, termasuk melakukan kolaborasi tidak biasa dengan sejumlah musisi ternama.

Nostalgia Hangat di Venue Intim Manchester

Kembali ke Deaf Institute yang hanya berkapasitas 260 penonton membawa memori tersendiri bagi Blossoms. Tempat ini merupakan saksi bisu awal perjuangan mereka pada tahun 2014 silam. Ogden menceritakan interaksi hangat dengan penggemar lama yang sengaja datang kembali demi merasakan atmosfer konser intim seperti masa lalu. “Sangat menyenangkan untuk melakukan momen-momen seperti ini yang terasa lebih membumi,” ujar Ogden. Ia menambahkan bahwa kebersamaan dengan penggemar lama memberikan energi tersendiri yang tidak bisa digantikan oleh kemegahan panggung besar.

Dalam konser tersebut, Blossoms membawakan seluruh lagu dari album debut mereka secara berurutan, dimulai dari lagu hit Charlemagne yang biasanya menjadi penutup konser. Suasana terasa sangat cair ketika Ogden berulang kali melemparkan candaan kepada penonton mengenai keterampilannya bernyanyi sepuluh tahun lalu. Ia bahkan sempat berseloroh sebelum membawakan lagu Onto Her Bed yang sudah lama tidak dimainkan secara langsung, meminta pemakluman jika ia melakukan kesalahan dalam melafalkan lirik.

Kolaborasi Liar di Bak Mandi Air Panas

Salah satu daya tarik utama dari era baru Blossoms adalah kolaborasi mereka dengan Declan McKenna dalam lagu baru berjudul Additional Driver. Lagu bernuansa art-rock, funk, dan disko ini terinspirasi dari kejadian nyata saat mobil mereka mengalami tabrakan kecil di bundaran jalan. Ogden menceritakan bahwa proses penulisan lagu ini berlangsung sangat santai dan tidak biasa di sebuah penginapan kawasan Anglesey.

“Kami menulis bersama Declan selama seminggu. Suatu hari, sekitar jam 9 malam, setelah minum beberapa gelas, kami mulai menemukan groove lagu tersebut,” kenang Ogden. Proses rekaman vokal bahkan dilakukan secara spontan saat mereka sedang bersantai di dalam hot tub. Ogden menyebut seluruh proses kreatif tersebut terasa seperti sebuah fever dream yang menyenangkan, memberikan mereka kebebasan penuh untuk bereksperimen tanpa beban.

Tidak hanya bersama Declan McKenna, Blossoms juga memperluas kolaborasi mereka di album baru ini dengan melibatkan nama-nama besar lainnya seperti Rick Astley dan Elijah Hewson yang merupakan vokalis band Inhaler. Keterlibatan Hewson sendiri terjadi cukup mendadak setelah Blossoms merasa karakter suaranya sangat cocok untuk mengisi bagian tengah salah satu lagu baru mereka. Hewson kemudian merekam bagian vokalnya secara jarak jauh dari studionya di London.

Kedewasaan Bermusik dan Ambisi Menaklukkan Arena Besar

Bagi Blossoms, transisi menuju konser berskala arena bukan lagi hal yang menakutkan, melainkan sebuah perkembangan alami yang sudah matang. Ogden mengakui bahwa di usia 33 tahun, ia merasa jauh lebih percaya diri sebagai seorang frontman dibandingkan saat pertama kali memulai karir. Penundaan untuk langsung tampil di arena besar pada awal karir diakui sebagai langkah tepat agar mereka tidak kehilangan arah di tengah popularitas yang instan.

Menanggapi bubarnya beberapa band indie seangkatan mereka, Ogden menekankan pentingnya menjaga hubungan pertemanan di dalam grup sebagai kunci keberhasilan. Ia melihat kesamaan antara bandnya dengan Wolf Alice, di mana para anggota tetap menjaga hubungan dekat di luar panggung. “Dari awal, kami menginginkan umur panjang. Bersandar pada kesuksesan masa lalu tidak pernah ada dalam agenda kami,” pungkas Ogden, menegaskan ambisi mereka untuk terus berkembang di industri musik.