Reaksi Pertama Film Digger Tampilkan Polarisasi Peran Tom Cruise

Kritikus film internasional menyampaikan reaksi yang sangat terbagi setelah menyaksikan pemutaran perdana film terbaru Tom Cruise berjudul Digger pekan ini. Karya teranyar dari sutradara Alejandro González Iñárritu ini memicu perdebatan sengit dengan label mulai dari membingungkan, tidak menyenangkan, hingga sebuah pencapaian seni yang berani. Sebagian besar jurnalis sepakat bahwa proyek komedi hitam satir ini menyajikan sesuatu yang benar-benar di luar ekspektasi penonton arus utama.
Langkah ini menandai kembalinya Cruise ke ranah drama dewasa setelah lebih dari satu dekade didominasi oleh portofolio film aksi. Dalam film ini, ia berperan sebagai Digger Rockwell, seorang taipan kaya raya yang harus menyelamatkan bumi setelah salah satu anjungan minyak miliknya meledak dan memicu bencana lingkungan global.
Polarisasi Tajam Antara Pujian Seni dan Kekecewaan Kritikus
Dilansir Variety, reaksi yang muncul setelah pemutaran perdana menunjukkan jurang pemisah yang lebar di kalangan jurnalis film. Sebagian kritikus mengapresiasi keberanian Iñárritu dalam mengambil keputusan estetika yang ekstrem, sementara yang lain menganggap narasi film ini terlalu berantakan. Jurnalis senior IndieWire, Jim Hemphill, memberikan pujian tinggi dengan menyebut film ini tidak hanya menampilkan performa terbaik Cruise sejak Magnolia, melainkan juga menjadi salah satu film studio paling inventif secara visual dan berani secara konseptual.
Sebaliknya, nada skeptis datang dari kritikus lain yang merasa eksekusi satir dalam film ini gagal mencapai sasaran. Joey Magidson dari Awards Radar menyebut film ini sebagai sebuah kekacauan yang tidak menyenangkan untuk dinikmati. Nada serupa disampaikan oleh Edward Douglas yang memprediksi film ini akan mendapatkan nilai CinemaScore yang sangat buruk dari penonton bioskop biasa karena konsepnya yang terlalu aneh, meski ia mengakui adanya pengungkapan besar di bagian akhir cerita yang mencoba menjustifikasi kegilaan tersebut.
Eksplorasi Akting Tom Cruise dan Reuni Karakter Drama
Terlepas dari perbedaan pandangan mengenai kualitas film secara keseluruhan, penampilan Tom Cruise tetap menjadi sorotan utama. Pendiri Next Best Picture, Matt Neglia, menulis bahwa karakter ini memberikan ruang yang sangat dinamis bagi Cruise untuk berakting teatrikal, meskipun narasinya yang kurang seimbang membuat sang aktor kesulitan memberikan kedalaman emosi yang lebih halus. Di sisi lain, pengamat penghargaan Variety, Clayton Davis, memuji kerja keras Cruise serta aktor pendukung John Goodman yang dinilai tampil luar biasa dalam menghidupkan suasana absurd film tersebut.
Kembalinya Cruise ke genre drama non-aksi ini memang menjadi peristiwa langka di industri perfilman modern. Selama sepuluh tahun terakhir, satu-satunya film non-aksi yang ia bintangi hanyalah drama komedi kriminal American Made pada tahun 2017. Penonton bahkan harus menarik garis waktu hingga dua dekade ke belakang untuk menemukan portofolio drama murni miliknya, seperti Lions for Lambs atau drama sejarah Valkyrie. Keberanian Cruise keluar dari zona nyaman film aksi beranggaran besar ini dianggap sebagai sebuah pertaruhan besar bagi reputasi bintangnya.
Transformasi Fisik Ekstrem dan Tantangan di Balik Layar
Daya tarik lain dari karakter Digger Rockwell terletak pada perubahan penampilan fisik Cruise yang drastis melalui penggunaan kosmetik prostetik tebal. Pada awalnya, proses pengaplikasian riasan wajah tersebut membutuhkan waktu hingga enam jam setiap harinya. Namun, Cruise yang dikenal memiliki etos kerja tinggi langsung berkolaborasi dengan departemen tata rias untuk memangkas waktu persiapan tersebut secara signifikan demi efisiensi syuting.
Dalam penampilannya di sebuah siniar, ia menceritakan tantangan tersebut saat bekerja sama dengan tim produksi. Cruise sempat berujar, “Saya meminta seseorang berdiri di sana dengan stopwatch dan berkata, ‘Oke, kalian lihat waktu enam jam itu? Pada saat kita selesai nanti, kita akan memangkasnya hingga di bawah satu jam.’” Meskipun tim penata rias sempat meragukan target tersebut, Cruise bersikeras melakukan latihan teratur hingga akhirnya mereka berhasil memotong durasi pemasangan prostetik menjadi jauh lebih singkat.
Langkah ambisius ini pada akhirnya menempatkan film yang juga dibintangi oleh Riz Ahmed, Sandra Hüller, dan Jesse Plemons ini dalam posisi yang menarik menjelang perilisannya. Apakah penonton global akan menyambut hangat eksperimen liar Iñárritu atau justru meninggalkannya karena terlalu membingungkan, semuanya akan terjawab saat film ini didistribusikan secara resmi oleh Warner Bros.

