Sam Worthington Kembali Relevan Lewat Film Klasik Clash of the Titans

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sam Worthington Kembali Relevan Lewat Film Klasik Clash of the Titans
zoom-in-whitePerbesar

Setelah sekian lama terlupakan, film fantasi yang sempat dibintangi oleh aktor utama Avatar, Sam Worthington, secara mengejutkan kembali meraih popularitas tinggi di platform streaming. Meskipun saat dirilis pertama kali mendapatkan ulasan yang sangat dingin dari para kritikus, kini penonton justru memberikan kesempatan kedua bagi petualangan mitologi Yunani tersebut.

Fenomena Tak Terduga di Balik Layar Streaming

Film yang dimaksud adalah remake dari Clash of the Titans yang dirilis pada tahun 2010. Berperan sebagai Perseus, Sam Worthington tampil tak lama setelah kesuksesan masifnya di film Avatar, yang membuat proyek ini menjadi sorotan utama di masanya.

Walaupun kualitas naskah dan penyajiannya sempat dianggap gagal memuaskan para pengamat film, Clash of the Titans justru mencatatkan performa finansial yang sangat impresif. Dengan anggaran sekitar 125 juta dolar AS, film ini berhasil mengumpulkan pendapatan global hingga 490 juta dolar AS, sebuah pencapaian yang hampir menyaingi kesuksesan film epik lainnya, Troy.

Warisan Mitologi Yunani di Era Modern

Keberhasilan komersial tersebut sempat membuka pintu bagi lahirnya sekuel pada tahun 2012, meski nasibnya serupa dengan film pertama dalam hal penerimaan kritis. Di sisi lain, dunia fantasi saat ini telah mengalami pergeseran paradigma, di mana banyak penonton mulai mencari tontonan nostalgia yang memiliki skala megah dan monster-monster mitos yang ikonik.

Menilik sejarahnya, film ini sebenarnya terinspirasi dari karya klasik Ray Harryhausen tahun 1981 dengan judul yang sama. Menariknya, sineas besar seperti Christopher Nolan juga mengakui pengaruh Harryhausen dalam pendekatan sinematik yang ia lakukan terhadap mitos-mitos kuno. Sebagaimana dikutip dari pengamat industri, “Film ini tetap menjadi bukti bahwa daya tarik visual mitologi selalu memiliki tempat di hati penonton, terlepas dari apa yang dikatakan oleh para kritikus di masa lalu.”