Sinergi Film dan Pariwisata Dorong Sinema Thailand ke Panggung Dunia

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi beach, blue sky, sea. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi beach, blue sky, sea. Foto: Pixabay

Thailand kini tengah mengalami lonjakan popularitas besar di sektor industri perfilman dan televisi. Tidak hanya sukses melahirkan karya domestik yang diminati pasar global, negara ini juga menjadi destinasi favorit bagi berbagai produksi film internasional berskala besar.

Dalam diskusi panel di Toronto International Film Festival (TIFF), para sineas dan otoritas pariwisata Thailand merumuskan strategi agar momentum perkembangan ini dapat bertahan lama. Sinergi antara promosi budaya lokal dan fasilitas produksi kelas dunia menjadi kunci utama dalam peta jalan industri kreatif mereka saat ini.

Dampak Global Sinema Domestik dan Gelombang Produksi Asing

Dilansir dari Variety, sutradara Banjong Pisanthanakun yang terkenal lewat film Pee Mak membagikan pandangannya mengenai pencapaian sinema Thailand saat ini. Film terbarunya yang berjudul Inherit berkesempatan melakukan penayangan perdana di festival bergengsi tersebut. Banjong mengungkapkan kegembiraannya, “Ini adalah salah satu festival film terbaik di dunia, dan saya sangat bersemangat film saya mendapat kesempatan untuk tayang perdana di sini. Ini peluang besar bagi film horor Thailand.”

Di sisi lain, keberhasilan film drama seperti How to Make Millions Before Grandma Dies yang sukses masuk dalam daftar pendek Piala Oscar kategori film internasional terbaik kian memperkuat posisi Thailand di mata global. Raymond Phathanavirangoon selaku pendiri SEAFIC Script Lab melihat adanya energi baru yang sangat besar dari para kreator lokal yang kini berjalan beriringan dengan masuknya proyek luar seperti The Creator dan Jurassic World: Rebirth. Raymond menambahkan, “Kedua belah pihak saling melengkapi untuk menunjukkan kepada dunia apa yang sebenarnya dimiliki Thailand, terutama dalam hal sinema.”

Fenomena Set-Jetting dan Kampanye Pariwisata Scene to Scenic

Salah satu pemicu utama lonjakan popularitas pariwisata negara gajah putih ini adalah serial populer HBO, The White Lotus, yang memilih Thailand sebagai lokasi syuting musim ketiganya. Kehadiran serial tersebut langsung memberikan dampak nyata pada sektor ekonomi lokal, khususnya di Pulau Koh Samui yang mengalami lonjakan pencarian daring hingga 88 persen serta peningkatan reservasi hotel sebesar 44 persen.

Fenomena ini melahirkan tren pelesiran baru yang dikenal sebagai set-jetting, di mana wisatawan sengaja berkunjung ke lokasi-lokasi yang mereka lihat di layar kaca atau film favorit. Untuk menangkap peluang tersebut, Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) meluncurkan kampanye bertajuk Amazing Locations: From Scene to Scenic guna menghubungkan daya tarik visual film dengan paket wisata nyata. Deputi Gubernur TAT, Nithee Seeprae, menjelaskan, “Kami mencoba mempromosikan kedua sisi. Saya berharap ketika penonton melihat film Thailand atau film yang syuting di Thailand, mereka akan mengikuti jejak film tersebut ke negara kami.”

Keberlanjutan Industri dan Dukungan Infrastruktur Lokal

Peningkatan jumlah produksi internasional ini tercatat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi negara, dengan masuknya lebih dari 383 produksi asing sepanjang tahun ini saja. Pendapatan negara di sektor kreatif ini mengalami kenaikan sekitar 5 hingga 10 persen, mendekati angka 6 juta Baht pada tahun lalu. Pertumbuhan ini secara langsung juga membuka lapangan pekerjaan baru yang sangat luas bagi para kru film lokal di berbagai wilayah.

Penulis dan pelaku industri dari TSixtySix, Cod Satrusayang, menekankan pentingnya menjaga agar momentum ini terus berlanjut tanpa henti untuk beberapa tahun ke depan. Ia menyatakan, “Langkah berikutnya dalam evolusi ini adalah memastikan bahwa pihak Thailand—para kreator dan seniman kami—membawa hal ini ke depan dengan membuat konten serta budaya Thailand menarik bagi penonton internasional agar momentum ini tidak berhenti.”

Senada dengan hal itu, Raymond Phathanavirangoon menambahkan bahwa kru film lokal siap mendukung berbagai proyek dengan beragam skala anggaran, menegaskan kesiapan infrastruktur kreatif Thailand dalam menyongsong masa depan. Raymond optimis bahwa jika semua pihak bekerja dengan tepat, masa depan perfilman Thailand akan sangat cerah karena melimpahnya bakat kreatif yang siap memperkenalkan keindahan negara tersebut kepada dunia.