Susan Sarandon Raih Penghargaan Khusus di Rome Film Festival

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Susan Sarandon.
zoom-in-whitePerbesar
Susan Sarandon.

Pihak penyelenggara festival film Alice in the City di Roma akan menganugerahkan penghargaan Womenlands Excellence Award kepada aktris Susan Sarandon pada pertengahan Oktober mendatang.

Selain menerima penghargaan tersebut, Sarandon juga dijadwalkan hadir untuk mempromosikan penayangan perdana internasional dari film indie terbarunya yang berjudul The Accompanist. Kehadiran aktris senior ini menjadi sorotan hangat di tengah konsistensi sikap politiknya yang kerap berseberangan dengan arus utama industri perfilman global.

Apresiasi untuk Karakter Perempuan Tangguh dan Independen

Dilansir Variety, penghargaan Womenlands Excellence Award diberikan khusus untuk mengapresiasi tokoh perempuan internasional yang dinilai memberikan kontribusi luar biasa dalam bidang budaya, hiburan, dan aktivisme. Rekam jejak Sarandon di dunia seni peran dianggap merepresentasikan kekuatan perempuan yang berani mendobrak batasan konvensional lewat peran-peran ikonik yang pernah ia mainkan.

Pihak festival menyatakan dalam rilis resminya, “Benang merah yang berjalan sepanjang kariernya bukan hanya peran-peran yang ia pilih, melainkan juga kemampuannya untuk mempertahankan otonomi diri dari sistem Hollywood, menyatukan pilihan artistik, kebebasan pribadi, serta konsistensi keyakinannya sendiri.” Pilihan karakter yang ia mainkan dinilai selalu menantang arus utama serta berani mempertanyakan kebebasan individu.

Penayangan Internasional Perdana Film The Accompanist

Kehadiran Sarandon di festival ini sekaligus menandai debut internasional dari film The Accompanist, sebuah karya drama komedi independen yang disutradarai oleh bintang Silicon Valley, Zach Woods. Dalam film ini, Sarandon memerankan karakter bernama Sylvia, seorang ibu asuh pemarah dan perokok berat yang harus merawat anak berusia delapan tahun bernama Emily.

Sebelum mendarat di Roma, film indie ini telah mendapatkan respons positif saat pertama kali diputar di Tribeca Film Festival pada Juni lalu. Karakter Sylvia yang diperankan Sarandon menawarkan dinamika hubungan keluarga asuh yang tidak biasa, penuh humor sarkastis, namun tetap menyentuh sisi emosional penonton secara mendalam.

Konsistensi Sikap Politik di Luar Layar Lebar

Penghargaan ini juga menjadi bentuk pengakuan atas keberanian Sarandon yang tetap memegang teguh keyakinan pribadinya meski harus menghadapi konsekuensi profesional yang berat. Pada gelaran Festival Film Venesia September lalu, Sarandon sempat mengungkapkan bahwa dirinya masih terus dijauhi oleh industri perfilman akibat dukungannya yang vokal terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Meski menghadapi boikot secara tidak langsung di negaranya sendiri, Sarandon tetap aktif berkarya di kancah perfilman internasional, salah satunya lewat keterlibatannya dalam film The Echo Chamber karya sutradara Italia, Andrea Pallaoro. Keputusan festival film di Roma untuk tetap menghormatinya menunjukkan adanya apresiasi yang kuat terhadap integritas seorang seniman melampaui sekat-sekat politik industri. Gelaran festival film ini sendiri dijadwalkan berlangsung dari tanggal 13 hingga 25 Oktober.