Troye Sivan Rilis Party yang Ambil Sampel Lagu Klasik Madonna

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Troye Sivan
zoom-in-whitePerbesar
Troye Sivan

Troye Sivan kembali menyapa pendengar setianya dengan merilis singel terbaru yang bertajuk Party. Lagu ini merupakan jembatan kedua menuju album terbarunya, She's the Best, yang dijadwalkan meluncur pada 9 Oktober mendatang. Dalam karya teranyarnya ini, penyanyi asal Australia tersebut tidak ragu mengeksplorasi elemen musik dansa yang berani dengan menyisipkan sampel dari lagu hit populer milik Madonna yang berjudul Music.

Tidak hanya menyajikan audio yang memikat telinga, lagu ini juga dilengkapi dengan video musik berkonsep sinematik yang digarap oleh sutradara Gordon von Steiner. Kolaborasi visual ini menampilkan narasi unik yang menggabungkan estetika masa lalu dengan representasi budaya queer yang kental.

Sentuhan Abad Pertengahan dan Kolaborasi Lintas Generasi

Video musik untuk lagu ini mengambil latar di sebuah kastel bersejarah di Berkeley, Inggris. Di dalamnya, penonton disuguhkan penampilan Troye Sivan yang berperan sebagai seorang kesatria berbaju zirah lengkap. Visual yang disajikan penuh dengan koreografi intens, aksi pertarungan pedang, hingga pesta pora yang sensual, ciri khas yang kerap melekat pada karya visual garapan Gordon von Steiner sebelumnya.

Menariknya, video klip ini dibuka dengan narasi suara dari aktor senior asal Inggris, Sir Ian McKellen. Kehadiran McKellen memberikan dimensi emosional tersendiri bagi sang penyanyi, mengingat keduanya pernah bekerja bersama saat ia masih berusia 14 tahun dalam pementasan teater Waiting for Godot di Perth, Australia. Narasi pembuka tersebut menggambarkan sebuah kemenangan perang yang akhirnya harus dirayakan dengan sebuah pesta pora yang meriah.

Makna Mendalam di Balik Tradisi Pesta Kaum Queer

Bagi Troye Sivan, konsep berpesta bukan sekadar ajang bersenang-senang tanpa arah. Bersama sang sutradara, ia melihat aktivitas ini sebagai sebuah pengalaman yang mendalam dan spiritual, terutama bagi komunitas marginal. Melalui karya ini, ia ingin menelusuri bagaimana tradisi berkumpul dan merayakan kebebasan telah berlangsung selama ratusan tahun di kalangan minoritas.

Dilansir dari Billboard, penyanyi tersebut menjelaskan pandangannya mengenai esensi kehidupan malam. “Kita berdua memandang pesta dengan sangat serius,” ungkapnya mengenai hubungannya dengan sang sutradara. Ia menambahkan bahwa aktivitas ini bisa menjadi sebuah pengalaman yang transenden dan spiritual. Bagi komunitas queer, kehidupan malam sering kali menjadi ruang pertama di mana mereka tidak merasa sebagai kelompok minoritas.

Menghubungkan Sejarah Lewat Warisan Budaya

Eksplorasi sejarah inilah yang memicu lahirnya konsep visual abad pertengahan tersebut. Sivan dan tim kreatifnya mulai membayangkan bagaimana bentuk pesta yang dilakukan ratusan tahun lalu oleh kelompok minoritas yang serupa. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akhirnya membuka ruang imajinasi kreatif yang sangat menyenangkan untuk dieksplorasi lebih jauh ke dalam video musik tersebut.

Kehadiran Sir Ian McKellen dalam proyek ini juga dirancang sebagai simbol transmisi nilai antar-generasi. Sivan merasa penting untuk melibatkan sosok senior dalam komunitas untuk menunjukkan kesinambungan sejarah tersebut kepada generasi muda. “Sir Ian McKellen mengisi suara narasi, dan itu sangat penting bagi saya karena ada gagasan tentang silsilah queer di sana,” jelasnya. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bagaimana setiap generasi mempersiapkan panggung bagi generasi berikutnya tentang bagaimana mereka berkumpul dan terhubung dengan komunitasnya.

Lagu ini ditulis secara kolaboratif oleh tim solid yang melibatkan Sivan sendiri, Leland, Tyde Mellet, Rob Feher, Kaelyn Behr, Elvira Anderfjärd, Tove Burman, dan Luka Kloser. Dengan dukungan produksi dari Tyde Mellet dan beberapa nama lainnya, karya ini diproyeksikan menjadi salah satu nomor dansa paling dinamis tahun ini setelah perilisan lagu utama album tersebut sebelumnya.