Bijak dan Produktif dalam Menggunakan Media Sosial

Seorang PNS aktif mengajar, konsentrasi bidang IT dan SDM Aparatur. Memiliki Sertifikasi Kompetensi Pengembangan Perangkat Lunak, Sertifikasi Operator Komputer, Sertifikasi Manajemen Aparatur Sipil Negara, Sertifikasi Asesor Pemerintahan.
Tulisan dari Wawan Kusdiawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Era baru industriaslisasi digital membawa dampak positif dan negatif. Digitalisasi dan otomasi dalam proses industri membawa dampak ancaman terhadap pekerjaan. Secara global era digitalisasi diperkirakan dapat menghilangkan sekitar 1 sampai 1,5 miliar pekerjaan sepanjang tahun 2015-2025, karena digantikannya posisi manusia dengan mesin otomatis (Gerd Leonhard, Futurist). Beberapa pekerjaan yang hilang tergantikan dengan teknologi seperti petugas penjaga pintu tol, petugas pengantar surat, penerjemah, travel agen dan lain-lain.
Transformasi Digital
Diestimasi bahwa di masa yang akan datang, sekitar 65% murid Sekolah Dasar di dunia akan bekerja pada pekerjaan yang belum pernah ada di hari ini (U.S. Department of Labor report). Revolusi Industri 4.0 telah melahirkan berbagai jenis pekerjaan baru. Membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk membuka jenis pekerjaan baru maupun munculnya profesi-profesi baru. Beberapa diantaranya seperti content creator, content writer dan copywriter, digital marketing, Search Engine Optimization (SEO) specialist, data analyst dan lain-lain.
Disisi lain digitalisasi dan otomasi menghadirkan peluang baru. Era digitalisasi berpotensi memberikan peningkatan net tenaga kerja hingga 2.1 juta pekerjaan baru pada tahun 2025. Terdapat potensi pengurangan emisi karbon kira-kira 26 miliar metrik ton dari tiga industri: elektronik (15,8 miliar), logistik (9,9 miliar) dan otomotif (540 miliar) tahun 2015-2025 (World Economic Forum).
Gejala-gejala transformasi tersebut sudah terjadi di Indonesia. Saat ini beberapa jenis model bisnis dan pekerjaan sudah terkena dampak dari arus era digitalisasi. Toko konvensional yang ada sudah mulai tergantikan dengan model bisnis marketplace. Taksi atau ojek tradisional posisinya sudah mulai tergeserkan dengan moda-moda berbasis online.
Pengguna Media Sosial dan Internet terus Meningkat
Populasi internet dunia tumbuh secara signifikan dari tahun ke tahun. Masyarakat saat ini benar-benar telah bergantung dengan internet. Tak hanya sebagai tuntutan kebutuhan kerja, internet juga menjadi tempat untuk mencari hiburan. Jumlah pengguna internet dan pengguna media sosial di seluruh dunia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan data serta banyak konten yang terus berkembang.
Baca juga tentang Apa yang terjadi di Internet dalam satu menit?
Sebagai pengguna internet kita harus bijak dalam memanfaatkannya. Media sosial yang memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk berpartisipasi, berbagi, berkomentar hendaknya digunakan untuk hal-hal yang sifatnya positif. Kini penilaian orang lain terhadap pribadi seseorang juga didasarkan pada perilaku mereka di media sosial. Bahkan ketika melamar suatu pekerjaan beberapa perusahaan akan melakukan penelusuran melalui akun sosial media pelamar.
Personal Branding
Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai personal branding. Personal branding adalah proses di mana orang-orang dan karir mereka berlaku layaknya sebuah produk. Personal Branding adalah cara dan proses kita memasarkan diri kepada orang lain atau komunitas. Tentukan personal branding yang tepat menggambarkan diri Anda. Kesan apa yang ingin Anda bangun melalui personal branding lewat akun pribadi.
Pilihlah media sosial yang tepat. Beragam sosial media yang ada seperti facebook, instagram, twitter, youtube, linkedIn tentu mempunyai segmen serta pengguna masing-masing. Apabila kita dapat menggunakan media sosial tersebut dengan tepat maka akan mendapatkan manfaatnya.
Konten Kreatif dan Edukatif
Buatlah konten media sosial yang kreatif menarik dan memberikan edukasi. Sehingga pembaca mendapatkan manfaat saat mengakses media sosial Anda. Update status, posting foto, upload video atau buatlah konten menarik dan memberi manfaat.
Etika Berkomunikasi melalui Media Sosial
Peran media sosial saat ini telah menjadi tempat untuk saling mendapatkan dan menyebarkan informasi. Memanfaatkan media sosial jangan melupakan etika dalam berkomunikasi. Gunakanlah bahasa yang baik dan sopan saat berinteraksi, hindari penyebaran sara, pornografi maupun konten yang mengandung kekerasan. Pengguna media sosial harus cerdas apabila ingin menyebarkan sebuah informasi, lakukan kroscek terlebih dahulu atas kebenaran informasi tersebut, serta tetap menghargai hasil karya orang lain.
Era keterbukaan informasi dengan hadirnya internet, bukan berarti tanpa privacy. Dulu seorang hacker ketika ingin mengambil data-data pribadi seseorang perlu upaya susah payah mencuri dengan teknik hacking. Namun kini data-data pribadi seseorang dapat dengan mudah diidentifikasi dari media sosial karena diserahkan dengan suka rela. Privacy bukan sekedar kerahasiaan dan keamanan data diri yang berdampak pada keselamatan diri pribadi tetapi juga kepada membentuk karakter dirinya.
Memanfaatkan Media Sosial secara Produktif
Keberhasilan memanfaatkan media sosial dipengaruhi dua aspek yaitu kualitas dan kuantitas. Dua sisi ini tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya, sama-sama penting untuk diperhitungkan. Konsisten dalam mengunggah konten yang berkualitas akan membuat pemilik akun semakin dikenal, usahakan posting konten secara rutin.
Jadi pergunakanlah media sosial sebaik dan sebijak mungkin terlebih lagi dalam hal penyebaran informasi. Biasakan untuk selalu berpikir terlebih dahulu sebelum Anda bertindak. Postinglah konten-konten positif yang memberi manfaat bagi banyak orang. Semoga dengan memanfaat media sosial secara positif dan produktif dapat memberikan manfaat. (WKN)
