Konten dari Pengguna

Penyebab Banjir Karawang, Berikut Solusi Penangananya

Wawan Kusdiawan

Wawan Kusdiawan

Seorang PNS aktif mengajar, konsentrasi bidang IT dan SDM Aparatur. Memiliki Sertifikasi Kompetensi Pengembangan Perangkat Lunak, Sertifikasi Operator Komputer, Sertifikasi Manajemen Aparatur Sipil Negara, Sertifikasi Asesor Pemerintahan.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Wawan Kusdiawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau Banjir di Perum BMI Cikampek Selasa (9/2)
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau Banjir di Perum BMI Cikampek Selasa (9/2)

Curah hujan tinggi yang melanda beberapa daerah menyebabkan banjir di sebagian wilayah termasuk Karawang. Air yang merendam beberapa wilayah di Karawang ketinggiannya beragam mulai dari 10 cm sampai 50 cm. Pemerintah Kabupaten Karawang terus berupaya menangani dampak banjir tersebut.

Hari ini Sabtu (13/2) Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengunjungi lokasi pengungsian korban banjir di wilayah Karawang di Kantor Desa Karangligar. Beberapa hari sebelumnya pada Selasa (9/2) Gubernur Jawa Barat juga mengunjungi korban banjir di di Bumi Mutiara Indah (BMI) Cikampek.

Penyebab Banjir Karawang

Permasalahan banjir terjadi tidak hanya diakibatkan permasalahan yang ada di lokasi yang terkena banjir saja namun terkait juga dengan masalah yang terjadi di daerah hulu sampai dengan hilirnya. Selain faktor curah hujan dengan intensitas yang tinggi terdapat beberapa penyebab lain. Diantaranya beberapa sungai dan situ meluap karena tidak dapat menampung debit air seperti Sungai Cibeet dan Citarum pada Wilayah Karawang Sebelah Barat, Situ kamojing dan Cikaranggelam pada Wilayah Karawang sebelah tengah serta Sungai Cilamaya dan Sungai Ciherang pada Wilayah Karawang sebelah timur.

Banjir yang merendam sebagian wilayah Karawang juga diakibatkan adanya air kiriman dari beberapa daerah hulu seperti wilayah Selatan dari wilayah Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bekasi yang melalui sungai Cibeet. Wilayah Tengah air kiriman dari Subang dan wilayah Purwakarta melalui sungai Cikaranggelam serta dari Bandung yang melalui sungai Citarum.

Khusus Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat, banjir disebabkan karena kontur tanah yang berupa cekungan. Di tengah Desa Karangligar terbentuk suatu genangan dan rawa. Berdasarkan penelitian daerah Karangligar termasuk dalam akuifer dengan tingkat keterusan rendah sampai sedang. Air yang mensuplai genangan di Desa Karangligar berasal dari sungai hasil percabangan Sungai Citarum dan Cibeet.

Beberapa faktor lain penyebab banjir Karawang diantaranya terjadinya pendangkalan sungai, adanya penyempitan aliran sungai Citarum pada Hilir atau Muara Sungai di Kecamatan Batujaya dan Kecamatan Pakisjaya.

Dampak Akibat Banjir

Dampak yang ditimbulkan akibat banjir menyebabkan kerusakan sarana dan prasarana, seperti jalan raya, tempat ibadah serta fasilitas umum lainnya. Melumpuhkan jalur transportasi, pencemaran lingkungan, munculnya penyakit, warga harus tinggal di pengungsian serta terendamnya beberapa kawasan industri dan areal sawah.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah per tanggal 13 Februari 2021, tercatat data terdampak banjir jumlahnya sudah menurun menjadi tinggal 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Rengasdengklok, Kecamatan Telukjambe Barat serta Kecamatan Telukjambe Timur. Serta 6 Desa terdampak diantaranya Rengasdengklok Utara, Rengasdengklok Selatan, Kertasari, Kalangsari, Karangligar dan Desa Sukamakmur.

Warga masyarakat yang terdampak sebanyak 734 Jiwa deri dari 528 Kepala Keluarga. Banjir menyebabkan 80 Jiwa dari 29 Kepala Keluarga mengungsi serta sebanyak 481 Rumah terendam.

Upaya Penanganan Banjir

Pemerintah Kabupaten Karawang terus melakukan upaya penanganan preventif banjir. Beberapa upaya dilakukan diantaranya pembenahan aliran sungai dengan melakukan normalisasi, perbaikan saluran drainase dan perbaikan infrastruktur. Upaya lainnya dengan melakukan kajian untuk penanganan dan antisipasi banjir, memperbaiki tata ruang daerah banjir dan peningkatan alokasi anggaran kebencanaan.

Melakukan koordinasi penanganan banjir dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kementerian Pekerjaan Umum dan stakeholder terkait. Selain itu melakukan relokasi masyarakat yang tinggal di wilayah banjir, meningkatkan kegiatan reboisasi dan penghijauan, melibatkan partisipasi masyarakat dengan sosialisasi kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama ke aliran sungai.

Upaya Penanganan Banjir Karangligar dan Hilir Sungai Citarum

Untuk wilayah tertentu dilakukan penanganan khusus seperti wilayah Karangligar dengan melakukan normalisasi Sungai Cibeet dan Sungai Citarum yang sudah mengalami pendangkalan. Memfungsikan lagi tanah-tanah yang dahulu bekas sungai/sempadan sungai, sebagai daerah penampung air (Folder). Dibuatkan Bendungan pada Hulu Sungai Cibeet di sekitar Kecamatan Cariu Kabupaten Bogor. Normalisasi Sungai pada Wilayah hilir Sungai Citarum di Kecamatan Batujaya dan Pakisjaya.

Upaya Penanganan Banjir Cikampek

Sementara itu penyebab banjir di Perumahan BMI, Cikampek karena pendangkalan pada Situ Kamojing, pendangkalan pada Kali Cikaranggelam, Kali Kalen Kapal dan Sungai Ciherang serta Penyempitan pada Syphon. Upaya penanganan banjir di wilayah Cikampek diantaranya normalisasi pada Situ Kamojing, Kali Cikaranggelam serta Kali Kalen Kapal dan Hilir Sungai Ciherang.

Pembuatan Situ atau Embung atau folder pada lokasi tanah sekitar Kawasan Bukit Indah Cikampek belakang Rest Area KM 70 Tol Jakarta-Cikampek sebelum Crossing menuju ke Situ Kamojing. Memperbesar gorong-gorong dan saluran pembuang pada Sypon Kali Kamojing di sekitar Perumahan BMI.

Upaya Penanganan Banjir Cilamaya

Sedangkan banjir yang melanda wilayah timur Karawang atau Kecamatan Cilamaya dan Kecamatan Banyusari diakibatkan karena pendangkalan dan penyempitan pada hilir atau Muara Sungai Cilamaya. Serta tidak adanya folder atau embung di sekitar Bendung Barugbug Kecamatan Jatisari Desa Situdam.

Upaya alternatif penanganan diantaranya normalisasi pada hilir atau muara Sungai Cilamaya, Kali Kalen Kapal serta bendung barugbug Desa Situdam Kecamatan Jatisari. Membuat Folder atau Embung sebelum Bendung Barugbug untuk menampung air sementara sebelum digelontorkan melalui Bendung Barugbug.

Semoga dengan beberapa upaya perbaikan infrastruktur Sumber Daya Air menjadi Solusi dalam pencegahan banjir pada masa yang akan datang. Sehingga pada saat musim hujan tidak terjadi banjir, sebaliknya pada musim kemarau tidak terjadi kekeringan. (WKN)