Konten dari Pengguna

Tabarruk Artefak Rasulullah SAW

Wawan Kusdiawan

Wawan Kusdiawan

Seorang PNS aktif mengajar, konsentrasi bidang IT dan SDM Aparatur. Memiliki Sertifikasi Kompetensi Pengembangan Perangkat Lunak, Sertifikasi Operator Komputer, Sertifikasi Manajemen Aparatur Sipil Negara, Sertifikasi Asesor Pemerintahan.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Wawan Kusdiawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wakil Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE membuka pameran artefak  Rasulullah SAW
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE membuka pameran artefak Rasulullah SAW

Hari ini saya diajak pimpinan mendampingi Wakil Bupati Karawang membuka pameran artefak Rasulullah SAW dan para Sahabat. Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nihayah Rawamerta Karawang pada Sabtu, 3 April 2021. Bagi Saya ini pengalaman yang sangat luar biasa, selain dapat tabarruk artefak Rasulullah SAW juga dapat menyaksikan penampilan para santri yang diberikan kelebihan oleh Allah SWT.

Tujuh Cahaya Kecerdasan

Beberapa santri diberikan kelebihan oleh Allah SWT dapat membaca meskipun dalam keadaan mata tertutup. Santri-santri pilihan ini mampu membaca Al-quran yang dibuka secara acak, membaca data di Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta menebak warna, jenis dan angka pada kartu dan mengurutkannya berdasarkan warna dalam keadaan mata tertutup.

Penampilan santri pilihanmelalui latihan tujuh cahaya kecerdasan.

Kemampuan para santri pilihan tersebut diperoleh melalui latihan tujuh cahaya kecerdasan. Santri dilatih secara rutin setiap minggunya pada hari Selasa dan hari Rabu. Diberikan beberapa latihan seperti berdzikir, senam pintar, dilatih dzikir pernapasan dan materi. Setelah melalui proses latihan tersebut, para santri yang diberi kelebihan khusus dapat melihat meskipun dalam keadaan mata ditutup. Kemampuan para santri tersebut merupakan salah satu dari beberapa penampilan pada pembukaan pameran artefak Rasulullah SAW.

Tabarruk terhadap Peninggalan Rasulullah

Pimpinan Ponpes An-Nihayah K.H Tatang Sihabudin, menyampaikan bahwa acara pameran Artefak ini bagian dari tabarruk terhadap benda-benda peninggalan Rasulullah SAW dan para Sahabat. “Artefak ini barang yang langka, biasanya kita menyaksikan artefak ini di Mesir atau di Turki, namun sekarang kebetulan ada di Jakarta dan dapat ditampilkan di Ponpes An-Nihayah Karawang”, kata Pimpinan Ponpes An-Nihayah dalam sambutannya.

Tempat air zam-zam Rasulullah SAW

Tabarruk atau mengambil berkah dengan perantara Nabi Muhammad SAW melalui peninggalan-peninggalan, Ahlul-bait (keluarga) dan para pewaris beliau. Benda-benda peninggalan bisa dijadikan media tabarruk karena dinisbatkan kepada individu-individu mulia tersebut.

“Mari kita hayati kepribadian Rasulullah SAW agar terus tumbuh rasa cinta kepadanya”, ajak Tatang Sihabudin. Dalam pameran artefak tersebut ditampilkan beberapa peninggalan-peninggalan Rasulullah SAW seperti surban, rambut, tanah makam, ekstrak keringat, tempat susu, tapak kaki, guci air zam-zam, sandal (terompah), rambut, tempat air, pedang dan lain-lain.

Telapak kaki baginda Rasulullah SAW

Profil Pesantren An-Nihayah

“Dengan tabarruk terhadap benda-benda peninggalan Rasulullah SAW, dan diiringi doa serta upaya kita untuk terwujudnya keamanan Kabupaten Karawang”, tambah Tatang Sihabudin. Pesantren An-Nihayah didirikan pada tahun 2006 M / 1426 M dibawah Yayasan Annihayah.

Dalam penyelenggaraan pendidikan di lingkungan pesantren, pengasuh memiliki kiat-kiat tersendiri. Obsesinya menjadikan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang berpihak kepada rakyat kecil khususnya yatim dan orang-orang tidak mampu.

Tempat susu Rasulullah SAW

Dalam kurikulum Pesantren dititikberatkan dalam penguasaan Kitab Kuning dengan diperbanyaknya pengkajian Nahwu, Shorof dan Fiqih. Sehingga di programkan anak harus dapat membaca dan memahami kitab kuning minimal 3 tahun. Hal ini sesuai dengan tingkatan kelas yang ada di pesantren ini yaitu Kelas Ibtidaiyyah, Kelas Tsanawiyah dan Kelas Aliyah.

Wakil Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE saat memberikan sambutan pameran artefak Rasulullah SAW

Meneladani Rasulullah dan Silaturahmi

Sementara itu Wakil Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE dalam sambutannya menjelaskan bahwa di zaman yang serba maju dengan penggunaan teknologi yang sangat pesat ini menimbulkan dampak positif dan tidak sedikit menimbulkan dampak negatif.

“Dalam kondisi tersebut mengharuskan kita sadar sebagai masyarakat bahwa pentingnya naungan Al-quran serta mengingat sejarah perjuangan Islam. Dulu saat kita mengaji belajar bagaimana perjuangan Islam yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW, mulai dari syiar Islam, berperang melawan kaum kafir serta seperti apa barang-barang yang digunakan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari”, kata Wakil Bupati Karawang.

Alas kaki baginda Rasulullah SAW

“Saat ini saya bersyukur dengan adanya pameran artefak Rasulullah SAW di Ponpes An-Nihayah ini, karena masyarakat tidak hanya bisa melihat secara langsung, namun hal yang terpenting bagi masyarakat, khususnya yang beragama Islam untuk mengenal lebih jauh sosok Nabi Muhammad, SAW dan para sahabatnya”, tambah Aep.

“Harapannya kita bisa meneladani sifat-sifat baik dari mereka. Terselenggaranya pameran ini merupakan suatu keberkahan bagi masyarakat Karawang, karena mengenal Rasulullah SAW lewat membaca saja kita sudah menaruh kecintaan yang dalam, apalagi kita meyakini peninggalan yang sudah ratusan tahun ini. Maka akan terbayang betapa besarnya perjuangan Nabi Muhammad, SAW sehingga akan menambah keimanan dan ketakwaan kita terhadap agama Islam”, jelas Aep.

Wakil Bupati Karawang, usur Muspida dan Pimpinan Ponpes An-Nihayah Karawang

Artefak Rasulullah SAW mempunyai kedudukan yang penting bagi kita sebagai umat Islam. Karena artefak ini bagi umat Islam yang lahir jauh setelah beliau wafat dapat mengenal lebih nyata dan mengharapkan keberkahan.

“Selanjutnya saya berharap melalui kegiatan pameran ini menjadikan silaturahmi para tokoh agama, tokoh masyarakat, khususnya para pimpinan tokoh pesantren dalam mempererat hubungan ukhuwah Islamiah di Karawang pada khususnya. Terakhir saya berharap semoga pareman artefak ini dapat menjadikan inspirasi bagi masyarakat untuk lebih meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW dan para sahabat di kehidupan sehari-hari”, pungkas Aep. (WKN)

Baca juga artikel tulisan Wawan Kusdiawan lainnya.